Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ecofeminism Identity in The Gayo Folklore

View through CrossRef
This study aimed at describing women's identity, which includes the role and position of women, nature, and the environment in Gayo folklore. It is a qualitative study. The of data consist of written data from the 2008 Acehnese folklore manuscript. Data collection was conducted using reading and note-taking techniques, while data analysis employed content analysis with ecofeminism approach. The result of the study showed that the ecofeminist identity of Gayo women included (1) natural and sociocultural ecofeminism and (2) spiritual ecofeminism. This identity influenced lifestyle patterns and indicated that: (1) all Gayo folklore portrayed women as the main characters, (2) women's identities were never considered higher than men’s in traditional society, as it was built on a patriarchal system, (3) women's identity in Gayo traditional society was determined by the type of marriage; and (4) the significant role of Gayo women was as mothers, responsible for educating and raising children. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan identitas perempuan yang meliputi peran dan kedudukan perempuan, alam, dan lingkungan hidup dalam cerita rakyat Gayo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data tertulis yang bersumber dari naskah cerita rakyat Hikayatologi Aceh tahun 2008. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisi isi dengan pendekatan ekofemisme. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas ekofeminisme perempuan Gayo meliputi (1) ekofeminisme alam dan sosiokultural, dan (2) ekofeminisme spiritual. Identitas ini telah mempengaruhi pola hidup dan menunjukkan bahwa (1) seluruh cerita Rakyat Gayo mengisahkan perempuan sebagai tokoh utamanya, (2) identitas perempuan tidak pernah lebih tinggi dari laki-laki dalam masyarakat adat, karena dibangun dengan sistem patriarki, (3) identitas perempuan dalam masyarakat adat Gayo ditentukan oleh jenis perkawinan, dan (4) identitas penting perempuan Gayo adalah sebagai ibu dalam mendidik dan mengasuh anak.
Title: Ecofeminism Identity in The Gayo Folklore
Description:
This study aimed at describing women's identity, which includes the role and position of women, nature, and the environment in Gayo folklore.
It is a qualitative study.
The of data consist of written data from the 2008 Acehnese folklore manuscript.
Data collection was conducted using reading and note-taking techniques, while data analysis employed content analysis with ecofeminism approach.
The result of the study showed that the ecofeminist identity of Gayo women included (1) natural and sociocultural ecofeminism and (2) spiritual ecofeminism.
This identity influenced lifestyle patterns and indicated that: (1) all Gayo folklore portrayed women as the main characters, (2) women's identities were never considered higher than men’s in traditional society, as it was built on a patriarchal system, (3) women's identity in Gayo traditional society was determined by the type of marriage; and (4) the significant role of Gayo women was as mothers, responsible for educating and raising children.
 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan identitas perempuan yang meliputi peran dan kedudukan perempuan, alam, dan lingkungan hidup dalam cerita rakyat Gayo.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data tertulis yang bersumber dari naskah cerita rakyat Hikayatologi Aceh tahun 2008.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisi isi dengan pendekatan ekofemisme.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas ekofeminisme perempuan Gayo meliputi (1) ekofeminisme alam dan sosiokultural, dan (2) ekofeminisme spiritual.
Identitas ini telah mempengaruhi pola hidup dan menunjukkan bahwa (1) seluruh cerita Rakyat Gayo mengisahkan perempuan sebagai tokoh utamanya, (2) identitas perempuan tidak pernah lebih tinggi dari laki-laki dalam masyarakat adat, karena dibangun dengan sistem patriarki, (3) identitas perempuan dalam masyarakat adat Gayo ditentukan oleh jenis perkawinan, dan (4) identitas penting perempuan Gayo adalah sebagai ibu dalam mendidik dan mengasuh anak.

Related Results

MOTIF UKIRAN KERAWANG GAYO PADA RUMAH ADAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH
MOTIF UKIRAN KERAWANG GAYO PADA RUMAH ADAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH
AbstrakKerawang Gayo merupakan hiasan berupa motif ukir atau ragam hias yang diterapkan pada rumah adat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Motif kerawang diciptakan oleh masyarakat Gay...
KERAWANG GAYO: STUDI ETNOGRAFI DI KAMPUNG BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH
KERAWANG GAYO: STUDI ETNOGRAFI DI KAMPUNG BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH
Kerawang Gayo is the name for decorative motifs of traditional Gayo clothing that has been designated as an intangible cultural heritage through the Decree of the Minister of Educa...
Gayo Buffalo Maintenance Management Viewed from the Technical Aspect of Maintenance in Gayo Lues Regency
Gayo Buffalo Maintenance Management Viewed from the Technical Aspect of Maintenance in Gayo Lues Regency
ABSTRACT. Gayo Lues Regency, Aceh Province is a very potential area for the development of buffalo. This study aims to determine the application of technical aspects of buffalo bre...
Studi Deskriptif Motif Kerawang Gayo Aceh Tengah pada Baju Pengantin Adat Gayo
Studi Deskriptif Motif Kerawang Gayo Aceh Tengah pada Baju Pengantin Adat Gayo
Kerawang Gayo is the designation of the Gayo carving motifs of Central Aceh Province. The Gayo Kerawang motif can be found on wooden houses, pottery, wicker, metal, and cloth. In t...
DIDONG SEBAGAI INTI VOKAL GAYO: STUDI LAPANGAN VOKAL ACEH BERSAMA PENYANYI GAYO WIRATMADINATA DAN PETERIANA KOBAT
DIDONG SEBAGAI INTI VOKAL GAYO: STUDI LAPANGAN VOKAL ACEH BERSAMA PENYANYI GAYO WIRATMADINATA DAN PETERIANA KOBAT
Seni vokal tradisional Gayo, khususnya didong, merupakan komponen penting dari warisan budaya dan identitas etnis Aceh Tengah. Dalam konteks ini, pemutaran lagu-lagu etnik di Perpu...
Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues
Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues
Penelitian yang berjudul: “Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues Tahun 2013”. Ini mengangkat masalah bagaimana ev...
TARI GUEL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT GAYO
TARI GUEL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT GAYO
ABSTRAKTari Guel dipahami sebagai sebuah simbolis gerak yang memberikan interaksi dinamis pada penontonnya, yaitu tentang pembentukan makna dalam realitas kehidupan sehari-hari ole...
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
AbstrakUmah Adat Pitu Ruang merupakan karya seni bangunan rumah adat Suku Gayo. Struktur bangunannya berupa rumah panggung yang memiliki 36 tiang sebagai penopang dengan ornamen-or...

Back to Top