Javascript must be enabled to continue!
Sosialisasi Kepala Desa terkait Program Pengembangan Desa kepada Masyarakat Desa Batulayang
View through CrossRef
Abstract. Implementing development in a village is a form of success for a village head. One of the efforts to make the development of religious programs in villages a success is to establish effective communication between the village head and the community. Community participation in maintaining and supporting programs taking place in Batulayang village. This is something that needs to be improved by the village head so that he can understand his community through various approaches. One of the most important approaches is to communicate and interact with them personally so that people feel cared for and recognized. Harmony in communication must always be maintained because it can affect people's mental attitudes. The aim of this research is to find out how the Village Head and the community communicate in Batulayang Village, Cililin subdistrict, the driving factors for communication between the Village Head and the community in Batulayang Village, Cililin subdistrict, as well as the community in the Batulayang Village religious program. This research uses qualitative methods and researchers use a case study approach. The results of the researchers were that the socialization carried out by the Batulayang Village Head was very effective in building community participation. The socialization process is carried out through various communication channels, both formal and informal, involving village staff, hamlet heads, RT/RW, as well as going directly to the community. The "Saba Warga" program is one of the key strategies that allows direct interaction between the village head and the community, resulting in a reciprocal relationship that strengthens communication and understanding regarding the conditions and needs of the community.
Abstrak. Terlaksananya pembangunan di desa adalah bentuk keberhasilan dari seorang kepala desa. Salah satu upaya dalam mensukseskan pembangunan program keagamaan didesa ialah terjalinnya komunikasi yang efektif antara kepala desa dan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mendukung program yang terjadi di desa Batulayang. Menjadi hal yang perlu untuk di tingkatkan oleh kepala desa agar dapat memahami masyarakatnya melalui berbagai pendekatan. Salah satu pendekatan yang paling penting adalah dengan berkomunikasi berinteraksi dengan mereka secara persona sehingga masyarakat merasa diperhatikan dan merasa diakui. Keharmonisan dalam berkomunikasi ini harus selalu dijaga karena dapat mempengaruhi sikap mental masyarakat. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, factor pendorong komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, serta masyarakat dalam program keagamaan Desa Batulayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan peneliti menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil dari peneliti yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Batulayang sangat efektif dalam membangun partisipasi masyarakat. Proses sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, baik formal maupun informal, yang melibatkan staf desa, kepala Dusun, RT/RW, serta terjun langsung ke masyarakat yaitu "Saba Warga" menjadi salah satu kunci yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara kepala desa dan masyarakat, sehingga terjadi hubungan timbal balik yang memperkuat komunikasi dan pemahaman terkait kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Sosialisasi Kepala Desa terkait Program Pengembangan Desa kepada Masyarakat Desa Batulayang
Description:
Abstract.
Implementing development in a village is a form of success for a village head.
One of the efforts to make the development of religious programs in villages a success is to establish effective communication between the village head and the community.
Community participation in maintaining and supporting programs taking place in Batulayang village.
This is something that needs to be improved by the village head so that he can understand his community through various approaches.
One of the most important approaches is to communicate and interact with them personally so that people feel cared for and recognized.
Harmony in communication must always be maintained because it can affect people's mental attitudes.
The aim of this research is to find out how the Village Head and the community communicate in Batulayang Village, Cililin subdistrict, the driving factors for communication between the Village Head and the community in Batulayang Village, Cililin subdistrict, as well as the community in the Batulayang Village religious program.
This research uses qualitative methods and researchers use a case study approach.
The results of the researchers were that the socialization carried out by the Batulayang Village Head was very effective in building community participation.
The socialization process is carried out through various communication channels, both formal and informal, involving village staff, hamlet heads, RT/RW, as well as going directly to the community.
The "Saba Warga" program is one of the key strategies that allows direct interaction between the village head and the community, resulting in a reciprocal relationship that strengthens communication and understanding regarding the conditions and needs of the community.
Abstrak.
Terlaksananya pembangunan di desa adalah bentuk keberhasilan dari seorang kepala desa.
Salah satu upaya dalam mensukseskan pembangunan program keagamaan didesa ialah terjalinnya komunikasi yang efektif antara kepala desa dan masyarakat.
Partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mendukung program yang terjadi di desa Batulayang.
Menjadi hal yang perlu untuk di tingkatkan oleh kepala desa agar dapat memahami masyarakatnya melalui berbagai pendekatan.
Salah satu pendekatan yang paling penting adalah dengan berkomunikasi berinteraksi dengan mereka secara persona sehingga masyarakat merasa diperhatikan dan merasa diakui.
Keharmonisan dalam berkomunikasi ini harus selalu dijaga karena dapat mempengaruhi sikap mental masyarakat.
Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, factor pendorong komunikasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Batulayang kecamatan Cililin, serta masyarakat dalam program keagamaan Desa Batulayang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan peneliti menggunakan pendekatan studi kasus.
Hasil dari peneliti yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Batulayang sangat efektif dalam membangun partisipasi masyarakat.
Proses sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, baik formal maupun informal, yang melibatkan staf desa, kepala Dusun, RT/RW, serta terjun langsung ke masyarakat yaitu "Saba Warga" menjadi salah satu kunci yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara kepala desa dan masyarakat, sehingga terjadi hubungan timbal balik yang memperkuat komunikasi dan pemahaman terkait kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Related Results
Analisis Risiko Bencana Longsor dan Kerugiannya Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat
Analisis Risiko Bencana Longsor dan Kerugiannya Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat
Abstract. Disaster Management Agency in West Bandung Regency, 5 sub-districts in the southern region of West Bandung Regency have a fairly high vulnerability to landslides, one of ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pandangan Masyarakat tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Berpendidikan Sarjana dan Bukan Sarjana di Madura
Pandangan Masyarakat tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Berpendidikan Sarjana dan Bukan Sarjana di Madura
Studi ini ingin melengkapi studi sebelumnya tentang gaya kepemimpinan kepala desa dari perspektif pandangan masyarakat, khususnya tentang pandangan masyarakat tentang gaya kepemimi...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
Perilaku Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Calon Kepala Desa Di Desa Matang Kumbang, Kec. Makmur, Kab. Bireuen
Perilaku Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Calon Kepala Desa Di Desa Matang Kumbang, Kec. Makmur, Kab. Bireuen
Pemilihan Kepala Desa merupakan perwujudan demokrasi desa dalam rangka menentukan kepemimpinan desa yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui partisipasi dan perilaku p...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

