Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEANEKARAGAMAN LEPIDOPTERA DI KAWASAN PENYANGGA TANGKAHAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER

View through CrossRef
Kupu-kupu merupakan salah satu serangga cantik di dunia yang dijadikan sebagai lambang keindahan karena memiliki warna dan corak sayap yang sangat menarik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman kupu-kupu (lepidoptera) serta mengidentifikasi kupu-kupu yang berhasil didokumentasikan dan dilaksanakan di Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada bulan Desember 2013 – Januari 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode jelajah untuk mendapatkan sampel. Penelitian ini menggunakan 18 titik pengamatan pada hutan kering sekunder yang dimulai dari titik 1 di pondok dan berakhir dititik 18 yaitu pantai kupu-kupu serta parameter pengamatan yaitu suhu, kelembapan udara dan intensitas cahaya. Hasil yang diperoleh dari titik pengamatn tersebut ditemukan 38 spesies yang berhasil didokumentasi dan terdiri dari 5 famili yaitu Papilionidae, Nymphalidae, Riodinidae, Pieridae dan Lcyaenidae. Family Nymphalidae memiliki spesies terbanyak yaitu 16 spesies dan paling sedikit dari Family Riodinidae sebanyak 3 spesies. Intensitas cahaya yang terdapat di dalam hutan yaitu 1264 Lux sedangkan di Pantai Kupu-kupu 1850 Lux. Suhu dan kelembaban udara di hutan yaitu 98 % dan 25ºC sedangkan di Pantai Kupu-kupu yaitu 60 %dan 35 ºC.
Universitas Prima Indonesia
Title: KEANEKARAGAMAN LEPIDOPTERA DI KAWASAN PENYANGGA TANGKAHAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER
Description:
Kupu-kupu merupakan salah satu serangga cantik di dunia yang dijadikan sebagai lambang keindahan karena memiliki warna dan corak sayap yang sangat menarik.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman kupu-kupu (lepidoptera) serta mengidentifikasi kupu-kupu yang berhasil didokumentasikan dan dilaksanakan di Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada bulan Desember 2013 – Januari 2014.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode jelajah untuk mendapatkan sampel.
Penelitian ini menggunakan 18 titik pengamatan pada hutan kering sekunder yang dimulai dari titik 1 di pondok dan berakhir dititik 18 yaitu pantai kupu-kupu serta parameter pengamatan yaitu suhu, kelembapan udara dan intensitas cahaya.
Hasil yang diperoleh dari titik pengamatn tersebut ditemukan 38 spesies yang berhasil didokumentasi dan terdiri dari 5 famili yaitu Papilionidae, Nymphalidae, Riodinidae, Pieridae dan Lcyaenidae.
Family Nymphalidae memiliki spesies terbanyak yaitu 16 spesies dan paling sedikit dari Family Riodinidae sebanyak 3 spesies.
Intensitas cahaya yang terdapat di dalam hutan yaitu 1264 Lux sedangkan di Pantai Kupu-kupu 1850 Lux.
Suhu dan kelembaban udara di hutan yaitu 98 % dan 25ºC sedangkan di Pantai Kupu-kupu yaitu 60 %dan 35 ºC.

Related Results

Kajian Aspek Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Ekowisata Tangkahan
Kajian Aspek Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Ekowisata Tangkahan
Tangkahan merupakan pariwisata yang menerapkan konsep ekowisata. Salah satu aspek pembentuk ekowisata pada kawasan Tangkahan ini adalah partisipasi dari masyarakat lokalnya. Dengan...
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Pelestarian lingkungan kawasan wisata alam oleh Kesatuan Pelestarian Hutan Konservasi Taman Nasional Bali Barat saat ini telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak (mitra), s...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini mengkaji mengenai pengawasan taman nasional tesso nilo oleh balai taman nasional tesso nilo kecamatan ukui kabupaten pelalawan, dengan rumusan masalah tentang bagaim...
Pengelolaan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Di Objek Wisata Tangkahan
Pengelolaan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Di Objek Wisata Tangkahan
Community-based tourism is a concept that prioritizes the active participation of the community with the aim of providing welfare. Tangkahan Village, Langkat Regency is a cultural ...

Back to Top