Javascript must be enabled to continue!
Sosiabilitas Pola Ruang di Kawasan Gua Maria
View through CrossRef
Hal terpenting dalam sosiabilitas adalah cara agar pengunjung dapat merasakan tempat dan keterikatan yang lebih kuat antar sesama manusia. Tetapi berbeda dengan kawasan gua Maria tidak hanya keterikatan antara tempat dan manusia saja, kawasan tersebut juga harus membuat pengunjung merasa terhubung secara tidak langsung dengan Pencipta-Nya. Umumnya penyusunan kawasan gua Maria selalu terdapat ruang terbuka yang menjadi penghubung antara kawasan ibadah dan ruang publik. Kemudian alam menjadi komponen untuk membentuk pola ruang sakral. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiabilitas pola ruang yang diterapkan pada kawasan gua Maria. Langkah-langkah agar mendapatkan suatu pola ruang maka dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis elemen dari prinsip sociability pada placemaking yaitu, kehidupan jalananĀ (Street life), dan penggunaan pada malam hari (Evening Use), menggunakan studi kasus kawasan gua Maria antara lain kawasan gua maria Lourdes di Perancis, kawasan gua Maria Pohsarang di Kediri, dan kawasan gua Maria Sendangsono di Yogyakarta. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa jalanan sebagai tempat (Street life), perlu memperhatikan sepuluh kualitas dalam menciptakan ruang hidup pada jalanan. Prinsip kedua penggunaan pada malam hari (Evening Use), diperlukannya pencahayaan menciptakan ruang yang aman.
Title: Sosiabilitas Pola Ruang di Kawasan Gua Maria
Description:
Hal terpenting dalam sosiabilitas adalah cara agar pengunjung dapat merasakan tempat dan keterikatan yang lebih kuat antar sesama manusia.
Tetapi berbeda dengan kawasan gua Maria tidak hanya keterikatan antara tempat dan manusia saja, kawasan tersebut juga harus membuat pengunjung merasa terhubung secara tidak langsung dengan Pencipta-Nya.
Umumnya penyusunan kawasan gua Maria selalu terdapat ruang terbuka yang menjadi penghubung antara kawasan ibadah dan ruang publik.
Kemudian alam menjadi komponen untuk membentuk pola ruang sakral.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiabilitas pola ruang yang diterapkan pada kawasan gua Maria.
Langkah-langkah agar mendapatkan suatu pola ruang maka dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis elemen dari prinsip sociability pada placemaking yaitu, kehidupan jalananĀ (Street life), dan penggunaan pada malam hari (Evening Use), menggunakan studi kasus kawasan gua Maria antara lain kawasan gua maria Lourdes di Perancis, kawasan gua Maria Pohsarang di Kediri, dan kawasan gua Maria Sendangsono di Yogyakarta.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa jalanan sebagai tempat (Street life), perlu memperhatikan sepuluh kualitas dalam menciptakan ruang hidup pada jalanan.
Prinsip kedua penggunaan pada malam hari (Evening Use), diperlukannya pencahayaan menciptakan ruang yang aman.
Related Results
Potensi Gua Coban Perawan Dan Sekitarnya Untuk Menunjang Wisata Minat Khusus Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang-Indonesia
Potensi Gua Coban Perawan Dan Sekitarnya Untuk Menunjang Wisata Minat Khusus Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang-Indonesia
Gua Coban Perawan berada pada Kawasan bentangalam karst di Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan. Tujuan penelitian adalah 1). menganalisis sebaran kenampakan karst di sekitar Gua Coban...
Kajian Konservasi Gua Pawon Berdasarkan Kondisi Ekosistem
Kajian Konservasi Gua Pawon Berdasarkan Kondisi Ekosistem
Abstract. Pawon Cave is a natural cave located in the Citatah karst formation area, Rajamandala and is included in the list of geological nature reserves protected by the West Java...
PEMBENTUKAN RUANG SAKRAL BAGI YANG KUDUS PADA GUA MARIA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
PEMBENTUKAN RUANG SAKRAL BAGI YANG KUDUS PADA GUA MARIA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
Ruang sakral Gua Maria merupakan bentukan dari manusia religius. Ruang sakral Gua Maria terbentuk tidak terlepas dari kisah historis keberadaan masyarakat Katolik yang menginginkan...
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN: GRAFITI GUA JATIJAJAR SEBAGAI DAYA TARIK WISATA GUA
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN: GRAFITI GUA JATIJAJAR SEBAGAI DAYA TARIK WISATA GUA
<p><em>Since 1975, Jatijajar Cave has undergone a redesign of the area and has been introduced as a public tourism property owned by the Kebumen Regency Government. In ...
Karakteristik Lorong Vertikal Dan Chambers Gua Karst Kabupaten Malang
Karakteristik Lorong Vertikal Dan Chambers Gua Karst Kabupaten Malang
Gua merupakan ruang alamiah yang dapat dimasuki oleh manusia. Gua memiliki kenampakan berupa lorong vertikal, horizontal, maupun kedua lorong tersebut. Kajian ini bertujuan untuk m...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
<span style="color: #444444; font-family: HelveticaNeue, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11.9px; line-height: 21px;">Kawasan Tembalang diperuntukka...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...

