Javascript must be enabled to continue!
Perancangan Backend pada Sistem Otomasi Konfigurasi dan Monitoring Perangkat Jaringan Multivendor pada Arsitektur Microservice
View through CrossRef
Dalam dunia jaringan, kompleksitas integrasi perangkat dari vendor yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan atau penyedia layanan internet (ISP). Keberagaman vendor perangkat jaringan ini disebabkan oleh keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing vendor dalam sektor tertentu. Namun, integrasi perangkat dari vendor yang berbeda dapat menimbulkan masalah dalam menerapkan otomasi jaringan, terutama dalam hal integrasi SNMP (Simple Network Management Protocol) ke dalam program otomasi jaringan multi vendor. Dalam penelitian sebelumnya, Python telah berhasil diimplementasikan sebagai bahasa pemrograman yang efektif untuk otomasi jaringan, dengan dukungan dari beberapa library seperti Paramiko dan Netmiko untuk konfigurasi perangkat jaringan multivendor melalui protokol SSH (Secure Shell). Protokol SSH terbukti efektif dalam menyederhanakan proses konfigurasi dan konfigurasi perangkat jaringan secara massal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis menggunakan protokol SSH sebagai dasar dalam pengembangan sistem otomasi konfigurasi dan monitoring Perangkat Jaringan Multivendor. Selain itu, protokol SNMP juga digunakan sebagai alat bantu untuk menciptakan tool otomasi yang lebih canggih. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk melakukan konfigurasi perangkat dari vendor yang berbeda-beda dalam satu waktu hanya membutuhkan waktu yang singkat. Pada fitur configure didapatkan rata-rata waktu 7,085 detik dan pada fitur verify config didapatkan rata-rata waktu 8,68 detik.
Title: Perancangan Backend pada Sistem Otomasi Konfigurasi dan Monitoring Perangkat Jaringan Multivendor pada Arsitektur Microservice
Description:
Dalam dunia jaringan, kompleksitas integrasi perangkat dari vendor yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan atau penyedia layanan internet (ISP).
Keberagaman vendor perangkat jaringan ini disebabkan oleh keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing vendor dalam sektor tertentu.
Namun, integrasi perangkat dari vendor yang berbeda dapat menimbulkan masalah dalam menerapkan otomasi jaringan, terutama dalam hal integrasi SNMP (Simple Network Management Protocol) ke dalam program otomasi jaringan multi vendor.
Dalam penelitian sebelumnya, Python telah berhasil diimplementasikan sebagai bahasa pemrograman yang efektif untuk otomasi jaringan, dengan dukungan dari beberapa library seperti Paramiko dan Netmiko untuk konfigurasi perangkat jaringan multivendor melalui protokol SSH (Secure Shell).
Protokol SSH terbukti efektif dalam menyederhanakan proses konfigurasi dan konfigurasi perangkat jaringan secara massal.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis menggunakan protokol SSH sebagai dasar dalam pengembangan sistem otomasi konfigurasi dan monitoring Perangkat Jaringan Multivendor.
Selain itu, protokol SNMP juga digunakan sebagai alat bantu untuk menciptakan tool otomasi yang lebih canggih.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk melakukan konfigurasi perangkat dari vendor yang berbeda-beda dalam satu waktu hanya membutuhkan waktu yang singkat.
Pada fitur configure didapatkan rata-rata waktu 7,085 detik dan pada fitur verify config didapatkan rata-rata waktu 8,68 detik.
Related Results
PENGENALAN PLC SEBAGAI PUSAT KONTROL DALAM SISTEM OTOMASI INDUSTRI
PENGENALAN PLC SEBAGAI PUSAT KONTROL DALAM SISTEM OTOMASI INDUSTRI
Latar Belakang : Makalah ini memaparkan hasil penelitian tentang pengembangan alat praktikum dalam bidang otomasi industri berbasis perangkat pengontrol terprogram. Peralatan ini ...
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
Implementasi Network Monitoring Dengan Ntop Pada Jaringan DualStack
Implementasi Network Monitoring Dengan Ntop Pada Jaringan DualStack
Untukbisa terhubung ke internet, maka dibutuhkan komponen penting dalam jaringan komputer yaitu Internet Protocol (IP). Seiring dengan perkembangan teknologi, IP terbagi menjadi 2 ...
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
Peningkatan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalamsuatu organisasi bertujuan untuk meningkatkan daya saing di berbagai bidang. Dalam era globalisasi, pendidikan ...
MONITORING JARINGAN MENGGUNAKAN THE DUDE DAN TELEGRAM SEBAGAI NOTIFIKASINYA (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS AKPRIND INDONESIA)
MONITORING JARINGAN MENGGUNAKAN THE DUDE DAN TELEGRAM SEBAGAI NOTIFIKASINYA (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS AKPRIND INDONESIA)
Universitas AKPRIND Indonesia memiliki infrastruktur jaringan yang cukup kompleks dengan berbagai perangkat jaringan yang tersebar di beberapa lokasi kampus. Permasalahan yang seri...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Nonintrusive Measurement on Temporal and Spatial Features of Microservice Inferences
Nonintrusive Measurement on Temporal and Spatial Features of Microservice Inferences
Abstract
The high flexibility of microservice architecture provides notable divergence among the internal software stack within the same application. Microservice-based app...

