Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sosialisasi Disiplin Positif Dalam Membentuk Kecerdasan Emosional Santri

View through CrossRef
Pengabdian ini berdasarkan pada kasus kekerasan di pondok pesantren. Kekerasan memiliki pengaruh misalnya kecenderungan melahirkan pribadi santri sebagai pemberontak, pemarah, trauma, dan masalah kesehatan mental lainnya. Sehubungan dari output pesantren yaitu menjadi pribadi yang cerdas secara emosional selain religious dan terampil dalam mengola masalah kehidupan. Pengabdian ini berfokus pada usaha pendidik membentuk kecerdasan emosional santri melalui disiplin positif dan karakter kecerdasan emosional santri menggunakan pendekatan disiplin positif. Pengabdian ini dilakukan di pondok pesantren dengan peserta pengelola pondok pesantren, guru, dan pengasuh asrama. Hasil sosialisasi ini menggambarkan bahwa Pendekatan disiplin positif ini mendukung program pesantren ramah santri. Pendekatan disiplin positif bukan tidak membenarkan hukuman sama sekali, namun hukuman bukan cara yang terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi santri dan efektif untuk jangka panjang.  Pendekatan disiplin berorientasi untuk menumbuhkan keyakinan santri.  Pendidik pesantren dapat membentuk kecerdasan emosional dengan pendekatan disiplin positif, diantaranya memberikan kesempatan kepada santri sehingga santri tidak kehilangan rasa kontribusi, rasa dihargai, dan rasa perduli. Memberikan validasi perasaan atau memahami perasaan santri. Strateginya dapat dilakukan seperti pertemuan kelas, melibatkan santri dalam pemecahan masalah, dan membangun rasa memiliki (dihargai).
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam Kepulauan Riau
Title: Sosialisasi Disiplin Positif Dalam Membentuk Kecerdasan Emosional Santri
Description:
Pengabdian ini berdasarkan pada kasus kekerasan di pondok pesantren.
Kekerasan memiliki pengaruh misalnya kecenderungan melahirkan pribadi santri sebagai pemberontak, pemarah, trauma, dan masalah kesehatan mental lainnya.
Sehubungan dari output pesantren yaitu menjadi pribadi yang cerdas secara emosional selain religious dan terampil dalam mengola masalah kehidupan.
Pengabdian ini berfokus pada usaha pendidik membentuk kecerdasan emosional santri melalui disiplin positif dan karakter kecerdasan emosional santri menggunakan pendekatan disiplin positif.
Pengabdian ini dilakukan di pondok pesantren dengan peserta pengelola pondok pesantren, guru, dan pengasuh asrama.
Hasil sosialisasi ini menggambarkan bahwa Pendekatan disiplin positif ini mendukung program pesantren ramah santri.
Pendekatan disiplin positif bukan tidak membenarkan hukuman sama sekali, namun hukuman bukan cara yang terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi santri dan efektif untuk jangka panjang.
 Pendekatan disiplin berorientasi untuk menumbuhkan keyakinan santri.
  Pendidik pesantren dapat membentuk kecerdasan emosional dengan pendekatan disiplin positif, diantaranya memberikan kesempatan kepada santri sehingga santri tidak kehilangan rasa kontribusi, rasa dihargai, dan rasa perduli.
Memberikan validasi perasaan atau memahami perasaan santri.
Strateginya dapat dilakukan seperti pertemuan kelas, melibatkan santri dalam pemecahan masalah, dan membangun rasa memiliki (dihargai).

Related Results

Hubungan Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Hubungan Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex-post facto yang memiliki tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kecerdas...
STRATEGI GURU DALAM MENDIDIK KECERDASAN EMOSIONAL SISWA
STRATEGI GURU DALAM MENDIDIK KECERDASAN EMOSIONAL SISWA
Pendidikan kecerdasan emosional adalah pendidikan untuk mampu mengenali. Mengekspresikan dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain. Dengan tindakan ko...
Komunikasi Ustadz-Santri dalam Meningkatkan Spiritualitas Keagamaan Mahasiswa
Komunikasi Ustadz-Santri dalam Meningkatkan Spiritualitas Keagamaan Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan: (1) menemukan kondisi spiritualitas keagamaan ustadz-santri di Ma’had Al-Jami’ah UIN SGD Bandung, (2)  menemukan pesan komunikasi Ustadz-Santri dalam...
Peranan Pelayanan Guru Bimbingan Konseling dalam Menyeimbangkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Siswa
Peranan Pelayanan Guru Bimbingan Konseling dalam Menyeimbangkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Siswa
Pada saat ini krisis moral yang menimpa Indonesia berawal dari lemahnya penanaman nilai spiritual terhadap anak. Pada zaman sekarang banyak anak-anak yang menggunakan narkoba, bolo...
Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Dukungan Keluarga Terhadap Resiliensi Santri Pondok Pesantren Al Fatwa
Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Dukungan Keluarga Terhadap Resiliensi Santri Pondok Pesantren Al Fatwa
Santri di pondok pesantren menghadapi berbagai tekanan psikologis yang kompleks, termasuk kerinduan terhadap keluarga (homesickness), beban akademik ganda antara kurikulum umum dan...
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasilbelajar matematika peserta didik kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Jenis ...
PENGARUH BUDAYA RELIGIUS TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI MAN 2 LOMBOK TIMUR
PENGARUH BUDAYA RELIGIUS TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI MAN 2 LOMBOK TIMUR
Budaya religius sekolah adalah terwujudnya nilai-nilai ajaran agama sebagai tradisi dalam berprilaku dan budaya organisasi yang di ikuti oleh seluruh warga sekolah. Dengan menjadik...
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL (EMOTIONAL QUOTIENT) DANIEL GOLEMAN PADA ANAK USIA DINI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL (EMOTIONAL QUOTIENT) DANIEL GOLEMAN PADA ANAK USIA DINI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kecerdasan emosional (EQ) Daniel Goleman pada anak usia dini dalam tinjauan pendidikan islam, perkembangan kecerdasan em...

Back to Top