Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peranan Pelayanan Guru Bimbingan Konseling dalam Menyeimbangkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Siswa

View through CrossRef
Pada saat ini krisis moral yang menimpa Indonesia berawal dari lemahnya penanaman nilai spiritual terhadap anak. Pada zaman sekarang banyak anak-anak yang menggunakan narkoba, bolos sekolah serta tawuran, bahkan banyak anak pada zaman sekarang ini melawan orang tuanya. Pelaku-pelaku tindakan aksi ini sudah mulai di lakukan oleh siswa-siswa tngkat SMA/ SMK hal inilah sangat memprihatinkan bagi kita semua untuk membentuk akhlak seseorang. Serta kita lihat fenomena tersebut sangat erat kaitanya dengan kecerdasan emosi, sementara kecerdasan tidak berarti tanpa adanya dukungan dari kecerdasan spiritual. Bimbingan dan konseling dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik dirumah, sekolah atau di masyarakat dengan menjunjung tinggi norma, nilai agama, adat istiadat dan hal yang lain, semua ini akan mampu membuat kedisiplinan yang dimiliki siswa terutama dalam bidang kedisiplinan beragama semakin meningkat . masalah ini yaitu siswa belum mampu mengontrol emosi, egois dan mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif, misalnya sering terjadi perkelahian antar sesama siswa dan masih banyak siswa yang suka melawan guru, contohnya ; tidak memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran, keluar masuk kelas saat pelajaran berlangsung dan melanggar tata tertib sekolah, adapun contohnya yaitu; datang terlambat, tidak menggunakan seragam lengkap, bolos dan membuang sampah sembarangan. Tujuan Penelitian ini  Untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa SMK Negeri 3 Bengkulu selatan, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif analitik. Hasil Penelitian ini yaitu Peran guru BK dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa kelas XI di SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan yaitu: komunikator, pendamping, motivator dan penasehat, pembimbing dan konselor, serta pembangunkerjasama dengan semua pihak sekolah maupun wali murid. Faktor-faktor pendukung agar upaya dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan spiritual siswa di SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan dapat berjalan dengan maksimal meliputi Guru Bimbingan Konsling Mendidik siswa agar siswa memiliki kesadaran diri dan dengan memposisikan diri senada, serasa dengan emosi orang lain akan membantu seseorang mampu membaca dan memahami perasaan orang lain, Melatih siswa melakukan hal-hal positif agar menjadi kebiasaan yang dapat membuat siswa menjadi seimbang antara kecerdasan emosional dan spiritual, Adanya partisipasi dari semua pihak sekolah dan wali murid, dan Adanya kemauan siswa untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Faktor penghambat dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di kelas XI SMK N 3 Bengkulu Selatan, meliputi Perbedaan latar belakang keluarga dan orang tua siswa, Keadaan individu siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, Keterbatasan waktu untuk melakukan pendampingan dan bimbingan di sekolah, Semangat dan Motivasi siswa tidak maksimal, Lingkungan yang tidak relevan dengan pendidikan.
Title: Peranan Pelayanan Guru Bimbingan Konseling dalam Menyeimbangkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Siswa
Description:
Pada saat ini krisis moral yang menimpa Indonesia berawal dari lemahnya penanaman nilai spiritual terhadap anak.
Pada zaman sekarang banyak anak-anak yang menggunakan narkoba, bolos sekolah serta tawuran, bahkan banyak anak pada zaman sekarang ini melawan orang tuanya.
Pelaku-pelaku tindakan aksi ini sudah mulai di lakukan oleh siswa-siswa tngkat SMA/ SMK hal inilah sangat memprihatinkan bagi kita semua untuk membentuk akhlak seseorang.
Serta kita lihat fenomena tersebut sangat erat kaitanya dengan kecerdasan emosi, sementara kecerdasan tidak berarti tanpa adanya dukungan dari kecerdasan spiritual.
Bimbingan dan konseling dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik dirumah, sekolah atau di masyarakat dengan menjunjung tinggi norma, nilai agama, adat istiadat dan hal yang lain, semua ini akan mampu membuat kedisiplinan yang dimiliki siswa terutama dalam bidang kedisiplinan beragama semakin meningkat .
masalah ini yaitu siswa belum mampu mengontrol emosi, egois dan mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif, misalnya sering terjadi perkelahian antar sesama siswa dan masih banyak siswa yang suka melawan guru, contohnya ; tidak memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran, keluar masuk kelas saat pelajaran berlangsung dan melanggar tata tertib sekolah, adapun contohnya yaitu; datang terlambat, tidak menggunakan seragam lengkap, bolos dan membuang sampah sembarangan.
Tujuan Penelitian ini  Untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa SMK Negeri 3 Bengkulu selatan, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif analitik.
Hasil Penelitian ini yaitu Peran guru BK dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa kelas XI di SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan yaitu: komunikator, pendamping, motivator dan penasehat, pembimbing dan konselor, serta pembangunkerjasama dengan semua pihak sekolah maupun wali murid.
Faktor-faktor pendukung agar upaya dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan spiritual siswa di SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan dapat berjalan dengan maksimal meliputi Guru Bimbingan Konsling Mendidik siswa agar siswa memiliki kesadaran diri dan dengan memposisikan diri senada, serasa dengan emosi orang lain akan membantu seseorang mampu membaca dan memahami perasaan orang lain, Melatih siswa melakukan hal-hal positif agar menjadi kebiasaan yang dapat membuat siswa menjadi seimbang antara kecerdasan emosional dan spiritual, Adanya partisipasi dari semua pihak sekolah dan wali murid, dan Adanya kemauan siswa untuk berkembang ke arah yang lebih baik.
Faktor penghambat dalam menyeimbangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di kelas XI SMK N 3 Bengkulu Selatan, meliputi Perbedaan latar belakang keluarga dan orang tua siswa, Keadaan individu siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, Keterbatasan waktu untuk melakukan pendampingan dan bimbingan di sekolah, Semangat dan Motivasi siswa tidak maksimal, Lingkungan yang tidak relevan dengan pendidikan.

Related Results

Hubungan Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Hubungan Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex-post facto yang memiliki tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kecerdas...
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Permasalahan terkait dengan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah masih ditemukan dari berbagai sudut permasalahan, hal ini tergambarkan berdasarkan fenomena yang ...
STRATEGI GURU DALAM MENDIDIK KECERDASAN EMOSIONAL SISWA
STRATEGI GURU DALAM MENDIDIK KECERDASAN EMOSIONAL SISWA
Pendidikan kecerdasan emosional adalah pendidikan untuk mampu mengenali. Mengekspresikan dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain. Dengan tindakan ko...
Telaah Landasan Filsafat Ilmu Epistemologi dalam Perspektif Bimbingan Konseling dan Bimbingan Konseling Islam (Sebuah Studi Komparasi)
Telaah Landasan Filsafat Ilmu Epistemologi dalam Perspektif Bimbingan Konseling dan Bimbingan Konseling Islam (Sebuah Studi Komparasi)
The aim of this study to provide a more completely understanding about foundations of philoshophical science in Islamic guidance and counseling by examination from viewpoint of epi...
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENERAPAN ETIKA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENERAPAN ETIKA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam penerapan etika bimbingan dan konseling. Metode studi literatur digunakan dalam penelitian ini...
PELATIHAN APLIKASI DAN ANALISIS INSTRUMENTASI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING (Guru BK SMA/SMK Di Sumba Barat Daya NTT)
PELATIHAN APLIKASI DAN ANALISIS INSTRUMENTASI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING (Guru BK SMA/SMK Di Sumba Barat Daya NTT)
ABSTRAK Pelatihan analisa aplikasi instrumentasi dalam konseling sebagai upaya peningkatan pelayanan mutu guru bimbingan dan konseling SMA/SMK Sumba Barat Daya merupakan upay...
HUBUNGAN ANTARA PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS XI SMA BEKASI
HUBUNGAN ANTARA PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS XI SMA BEKASI
Abstrak: Hubungan Antara Layanan Bimbingan Konseling dan Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi Belajar Pelajaran Sejarah (Penelitian Korelasi Pada Siswa Kelas XI SMA Swasta Serayon ...
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Self Control Siswa di SMK Negeri 1 Sarjo Kabupaten Pasangkayu
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Self Control Siswa di SMK Negeri 1 Sarjo Kabupaten Pasangkayu
Adapun yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana self control siswa di SMK Negeri 1 Sarjo Kabupaten Pasangkayu, (2) bagaimana peran guru bimbingan konselin...

Back to Top