Javascript must be enabled to continue!
Telemedis Dalam Pelayanan Perawatan Kehamilan
View through CrossRef
Latar Belakang: Selama beberapa tahun, pelayanan perawatan kehamilan di berbagai tempat melibatkan 12-14 kunjungan tatap muka selama kehamilan. Telemedis mulai diterapkan untuk mengurangi kunjungan tatap muka karena adanya pandemi COVID. Tujuan: artikel ini bertujuan untuk meninjau kemajuan terkini dalam telemedis yang digunakan untuk memberikan pelayanan perawatan kehamilan. Metode: Scooping Metode berdasarkan Arskey & O’Malley. Hasil: Kami melakukan tinjauan naratif yang meneliti dampak telemedis terhadap perawatan kehamilan. Ada dua jenis telemedis yang digunakan dalam perawatan kehamilan. Yang pertama adalah telemedis real-time, dimana konsultasi dilakukan secara virtual, bukan tatap muka. Yang kedua adalah pemantauan jarak jauh, dimana pemeriksaan fisik di klinik digantikan dengan pemeriksaan alternatif di rumah. Ini dapat mencakup pemantauan tekanan darah, pemantauan detak jantung janin, dan teknologi baru seperti tele-ultrasound. Telemedis dalam layanan antenatal tampaknya dapat diterima baik oleh wanita hamil maupun penyedia layanan kesehatan. Kesimpulan: Penerapan teknologi telemedis dapat meningkatkan pengalaman perawatan antenatal bagi perempuan dan mengurangi pengeluaran layanan kesehatan tanpa memberikan dampak buruk pada kesehatan ibu dan bayinya. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan bahwa telemedis tidak mengubah risiko kejadian langka seperti kematian ibu dan bayi.
Title: Telemedis Dalam Pelayanan Perawatan Kehamilan
Description:
Latar Belakang: Selama beberapa tahun, pelayanan perawatan kehamilan di berbagai tempat melibatkan 12-14 kunjungan tatap muka selama kehamilan.
Telemedis mulai diterapkan untuk mengurangi kunjungan tatap muka karena adanya pandemi COVID.
Tujuan: artikel ini bertujuan untuk meninjau kemajuan terkini dalam telemedis yang digunakan untuk memberikan pelayanan perawatan kehamilan.
Metode: Scooping Metode berdasarkan Arskey & O’Malley.
Hasil: Kami melakukan tinjauan naratif yang meneliti dampak telemedis terhadap perawatan kehamilan.
Ada dua jenis telemedis yang digunakan dalam perawatan kehamilan.
Yang pertama adalah telemedis real-time, dimana konsultasi dilakukan secara virtual, bukan tatap muka.
Yang kedua adalah pemantauan jarak jauh, dimana pemeriksaan fisik di klinik digantikan dengan pemeriksaan alternatif di rumah.
Ini dapat mencakup pemantauan tekanan darah, pemantauan detak jantung janin, dan teknologi baru seperti tele-ultrasound.
Telemedis dalam layanan antenatal tampaknya dapat diterima baik oleh wanita hamil maupun penyedia layanan kesehatan.
Kesimpulan: Penerapan teknologi telemedis dapat meningkatkan pengalaman perawatan antenatal bagi perempuan dan mengurangi pengeluaran layanan kesehatan tanpa memberikan dampak buruk pada kesehatan ibu dan bayinya.
Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan bahwa telemedis tidak mengubah risiko kejadian langka seperti kematian ibu dan bayi.
.
Related Results
Pemeriksaan Ante Natal Care dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Didesa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
Pemeriksaan Ante Natal Care dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Didesa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
ABSTRAK Kematian maternal atau kematian ibu menurut batasan dari The Tenth Revision of International Cassification of Diseases (ICD-10) adalah kematian wanita yang terjadi pada saa...
PERAN SERTA SUAMI DAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM PERAWATAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS WIROSARI I
PERAN SERTA SUAMI DAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM PERAWATAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS WIROSARI I
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tren permasalahan kesehatan, dimana berdasarkan data SUPAS 2015 AKI berkisar 305/100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut mengala...
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari pembuahan atau bertemunya sel telur dengan sperma sampai dengan lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal yaitu 40 minggu. Kehamilan ini d...
Penyakit Periodontal pada Masa Kehamilan dan Perawatannya
Penyakit Periodontal pada Masa Kehamilan dan Perawatannya
Abstract: Hormonal changes occur during pregnancy and affect the response of periodontal tissue to local factors, therefore, the risk of periodontal disease increases. Dentists hav...
TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI POSYANDU MAWAR MERAH DESA SUKA MULYA SP II DUSUN SIDO MAKMUR KECAMATAN BANGKINANG
TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI POSYANDU MAWAR MERAH DESA SUKA MULYA SP II DUSUN SIDO MAKMUR KECAMATAN BANGKINANG
Tanda bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat ditangani dengan benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa mengakibatkan komplikasi kehamilan. ...
Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Molahidatidosa di RSUD Kabupaten Majene
Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Molahidatidosa di RSUD Kabupaten Majene
Upaya kesehatan reproduksi salah satunya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu hamil dan bersalin. Adapun penyebab langsung dari kematian ibu di Indonesia adalah trias...
EDUKASI PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL RESIKO TINGGI
EDUKASI PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL RESIKO TINGGI
Kehamilan risiko tinggi merupakan keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan sa...
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ABSTRAKLatar Belakang : Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of care/ CoC), yang bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu, yang diberika...

