Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TERAPI AFIRMASI POSITIF UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN JAKARTA

View through CrossRef
Harga diri rendah merupakan kondisi ketika individu merasa tidak berharga, tidak berarti, dan rendah diri secara berkepanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan sosial, ekonomi tidak stabil, kegagalan berulang, serta kehilangan anggota tubuh yang menimbulkan perasaan tidak berguna dan penilaian negatif terhadap diri sendiri. Terapi afirmasi positif merupakan intervensi penting bagi pasien harga diri rendah, di mana individu mengulangi kalimat positif kepada diri sendiri baik secara lisan maupun dalam hati untuk menumbuhkan pikiran positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri pada pasien harga diri rendah. Menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif studi kasus pada dua responden yang diberikan terapi selama lima hari dengan durasi 10 menit setiap sesi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi tanda dan gejala harga diri rendah serta kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil observasi menunjukkan peningkatan pada Responden I dari skor 10 (rendah) menjadi 7 (sedang) pada hari ke-3 dan 5 (sedang) pada hari ke-5. Responden II meningkat dari skor 12 (rendah) menjadi 8 (sedang) pada hari ke-2 dan 5 (sedang) pada hari ke-5. Skor RSES juga meningkat pada Responden I dari 14 (rendah) menjadi 25 (sedang), dan Responden II dari 14 (rendah) menjadi 23 (sedang). Penelitian ini membuktikan bahwa terapi afirmasi positif efektif meningkatkan harga diri pasien dengan harga diri rendah, serta direkomendasikan untuk diterapkan oleh perawat jiwa dalam praktik keperawatan di rumah sakit jiwa.
Title: TERAPI AFIRMASI POSITIF UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN JAKARTA
Description:
Harga diri rendah merupakan kondisi ketika individu merasa tidak berharga, tidak berarti, dan rendah diri secara berkepanjangan.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan sosial, ekonomi tidak stabil, kegagalan berulang, serta kehilangan anggota tubuh yang menimbulkan perasaan tidak berguna dan penilaian negatif terhadap diri sendiri.
Terapi afirmasi positif merupakan intervensi penting bagi pasien harga diri rendah, di mana individu mengulangi kalimat positif kepada diri sendiri baik secara lisan maupun dalam hati untuk menumbuhkan pikiran positif.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri pada pasien harga diri rendah.
Menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif studi kasus pada dua responden yang diberikan terapi selama lima hari dengan durasi 10 menit setiap sesi.
Instrumen penelitian meliputi lembar observasi tanda dan gejala harga diri rendah serta kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES).
Hasil observasi menunjukkan peningkatan pada Responden I dari skor 10 (rendah) menjadi 7 (sedang) pada hari ke-3 dan 5 (sedang) pada hari ke-5.
Responden II meningkat dari skor 12 (rendah) menjadi 8 (sedang) pada hari ke-2 dan 5 (sedang) pada hari ke-5.
Skor RSES juga meningkat pada Responden I dari 14 (rendah) menjadi 25 (sedang), dan Responden II dari 14 (rendah) menjadi 23 (sedang).
Penelitian ini membuktikan bahwa terapi afirmasi positif efektif meningkatkan harga diri pasien dengan harga diri rendah, serta direkomendasikan untuk diterapkan oleh perawat jiwa dalam praktik keperawatan di rumah sakit jiwa.

Related Results

Peningkatan harga diri pada pasien gangguan konsep diri : harga diri rendah dengan menggunakan terapi latihan kemampuan positif
Peningkatan harga diri pada pasien gangguan konsep diri : harga diri rendah dengan menggunakan terapi latihan kemampuan positif
Pasien dengan gangguan konsep diri : Harga diri rendah cenderung memiliki perasaan yang negative terhadap diri sendiri sehingga pasien cenderung mengalami kurangnya percaya diri, m...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
Gambaran Harga Diri Remaja Yang Mengalami Body Shaming
Gambaran Harga Diri Remaja Yang Mengalami Body Shaming
ABSTRAKLatar Belakang: Harga diri merupakan sikap individu berdasarkan persepsi tentang bagaimana ia menghargai dan menilai dirinya sendiri secara keseluruhan, yang berupa sikap po...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
BALANCED SCORECARD (BSC) : REKAYASA PADA ENTITAS RUMAH SAKIT
BALANCED SCORECARD (BSC) : REKAYASA PADA ENTITAS RUMAH SAKIT
Kesuksesan Rumah Sakit tidak dapat dimotivasi atau diukur dalam jangka pendek dengan model manajemen keuangan tradisional saja. Balanced Scorecard merupakan kerangka kerja baru unt...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
PERAN BAHASA AFIRMASI GURU DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KARAKTER SISWA SD
PERAN BAHASA AFIRMASI GURU DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KARAKTER SISWA SD
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bahasa afirmasi dalam pembelajaran dan pengaruhnya terhadap kepercayaan diri serta pembentukan karakter siswa di Sekolah Dasar...

Back to Top