Javascript must be enabled to continue!
MENGURAI KOMPLEKSITAS PENGELOLAAN KOINFEKSI TUBERKULOSIS PADA PENDERITA HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV): TANTANGAN DAN SOLUSI TERKINI
View through CrossRef
Tuberkulosis (TB) adalah infeksi oportunis pada pasien dengan HIV yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Koinfeksi TB-HIV terjadi ketika seseorang mengidap TB kemudian terinfeksi HIV pada saat yang bersamaan. pasien dengan infeksi HIV positif memiliki risiko empat kali lebih tinggi mengalami kegagalan pengobatan TB dibandingkan pasien dengan HIV negatif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah publikasi ilmiah yang relevan dengan topik koinfeksi TBC dan HIV. Indonesia baru mencapai 73% dari 90% target keberhasilan pengobatan TB pada tahun 2021. Perkembangan kasus TB multidrug drug resistant (MDR) dan extensively drug resistant (XDR) merupakan tantangan yang dihadapi oleh para klinisi saat menangani HIV. terkait skrining dan diagnosis pasien TB dengan HIV, perlu dilakukan dengan teliti dan efektif. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan mikroskopis, uji kultur, GeneXpert, Line Probe Assay, LAM. Penelitian berkualitas tinggi juga harus dilakukan mengenai perpanjangan pengobatan pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) TB resisten. Profilaksis diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik yang umum terjadi di antara orang yang hidup dengan HIV, dan dianjurkan di antara orang dengan koinfeksi TB/HIV dalam kombinasi dengan terapi antiretroviral (ART). Berbagai upaya sangat diperlukan untuk mengatasi faktor risiko serta mengurangi kegagalan pengobatan TB. Perlu adanya penelitian selanjutnya untuk dapat mengembangkan penelitian-penelitian ini dengan strategi yang lebih inovatif dan efektif dalam pengelolaan koinfeksi TBC-HIV, khususnya dalam mengatasi resistensi obat dan meningkatkan kualitas hidup ODHA
Pakis Journal Institute
Title: MENGURAI KOMPLEKSITAS PENGELOLAAN KOINFEKSI TUBERKULOSIS PADA PENDERITA HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV): TANTANGAN DAN SOLUSI TERKINI
Description:
Tuberkulosis (TB) adalah infeksi oportunis pada pasien dengan HIV yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Koinfeksi TB-HIV terjadi ketika seseorang mengidap TB kemudian terinfeksi HIV pada saat yang bersamaan.
pasien dengan infeksi HIV positif memiliki risiko empat kali lebih tinggi mengalami kegagalan pengobatan TB dibandingkan pasien dengan HIV negatif.
Sumber data utama dalam penelitian ini adalah publikasi ilmiah yang relevan dengan topik koinfeksi TBC dan HIV.
Indonesia baru mencapai 73% dari 90% target keberhasilan pengobatan TB pada tahun 2021.
Perkembangan kasus TB multidrug drug resistant (MDR) dan extensively drug resistant (XDR) merupakan tantangan yang dihadapi oleh para klinisi saat menangani HIV.
terkait skrining dan diagnosis pasien TB dengan HIV, perlu dilakukan dengan teliti dan efektif.
Pemeriksaan meliputi pemeriksaan mikroskopis, uji kultur, GeneXpert, Line Probe Assay, LAM.
Penelitian berkualitas tinggi juga harus dilakukan mengenai perpanjangan pengobatan pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) TB resisten.
Profilaksis diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik yang umum terjadi di antara orang yang hidup dengan HIV, dan dianjurkan di antara orang dengan koinfeksi TB/HIV dalam kombinasi dengan terapi antiretroviral (ART).
Berbagai upaya sangat diperlukan untuk mengatasi faktor risiko serta mengurangi kegagalan pengobatan TB.
Perlu adanya penelitian selanjutnya untuk dapat mengembangkan penelitian-penelitian ini dengan strategi yang lebih inovatif dan efektif dalam pengelolaan koinfeksi TBC-HIV, khususnya dalam mengatasi resistensi obat dan meningkatkan kualitas hidup ODHA.
Related Results
The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
Abstract
Introduction
Human immunodeficiency virus (HIV) and Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) surface glycoproteins, including shared epitope motifs, sho...
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
A infecção pelo vírus do HIV pode ocorrer de diversas maneiras, tendo sua principal forma a via sexual por meio do sexo desprotegido. O vírus do HIV fica em um período de incubação...
Interactions Between Human Immunodeficiency Virus–1, Hepatitis Delta Virus and Hepatitis B Virus Infections in 260 Chronic Carriers of Hepatitis B Virus
Interactions Between Human Immunodeficiency Virus–1, Hepatitis Delta Virus and Hepatitis B Virus Infections in 260 Chronic Carriers of Hepatitis B Virus
To evaluate the factors determining the severity of chronic hepatitis B virus infection and the interactions of human immunodeficiency virus and hepatitis delta virus infections, w...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
SITUASI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS-TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MERAUKE 2018: ANCAMAN PADA UMUR PRODUKTIF
SITUASI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS-TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MERAUKE 2018: ANCAMAN PADA UMUR PRODUKTIF
Abstract
Background: Pulmonary tuberculosis is the most serious opportunistic infection in HIV/AIDS subjects and is a major cause of mortality and morbidity in developing countrie...
Evaluasi peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap ODHA di SMK Gelora Jaya Nusantara
Evaluasi peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap ODHA di SMK Gelora Jaya Nusantara
Background: HIV/AIDS remains a global health problem in Indonesia, with major barriers being misunderstandings, social stigma, and ineffective educational approaches. The level of ...

