Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SITUASI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS-TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MERAUKE 2018: ANCAMAN PADA UMUR PRODUKTIF

View through CrossRef
Abstract Background: Pulmonary tuberculosis is the most serious opportunistic infection in HIV/AIDS subjects and is a major cause of mortality and morbidity in developing countries. Objective: To describe  the results of HIV / TB examination in Merauke District Hospital Method: Study design is cross-sectional using data from “Studi evaluasi deteksi kasus TBC dengan alat tes cepat molekuler di Indonesia tahun 2018”. Descriptive data analysis is applied based on secondary data of PLWHA patients who visited Merauke District Hospital to examine Mycobacterium tuberculosis (MTB). Results: The proportion of PLWHA was almost three times higher (8.5%) compared to other 43 health facilities (3,0%). The highest proportion of PLWHA is productive age of 15-54 years (94.9%) and male (54.5%). The proportion of children (aged <15 years) with HIV is six times higher (3%) compared to other 43 health facilities (0,5%). The results of MTB with molecular rapid tests in 43 health facilities is higher in PLWHA compared to non-PLWHA (34.4%:32.0%), and the opposite is true for Merauke District Hospital (22.2%:29.4%). Conclussion: HIV epidemic in Merauke has been on the general population particularly in productive and children category. This high level of HIV has an impact on increasing transmission to children and HIV-TB co-infection. Keywords: HIV, HIV-TB co-infection, reproductive age, children, RSUD Merauke Abstrak Latar belakang: Tuberkulosis paru adalah salah satu infeksi oportunistik yang paling serius pada HIV/AIDS dan merupakan penyebab utama kematian dan morbiditas di negara-negara berkembang. Tujuan: Diperoleh gambaran hasil pemeriksaan HIV-TB di RSUD Merauke. Metode: Disain studi adalah potong lintang menggunakan data “Studi evaluasi deteksi kasus TB dengan alat tes cepat molekuler (TCM) di Indonesia tahun 2018”. Analisis deskriptif data sekunder pasien HIV yang berkunjung ke RSUD Merauke yang diperiksa MTB. Hasil: Proporsi ODHA di RSUD Merauke hampir tiga kali lebih tinggi (8,5%) dibandingkan dengan 43 fasilitas kesehatan lainnya (3,0%). Persentase tertinggi adalah pada umur produktif 15-54 tahun (94,9%) dan laki-laki (54,5%). Proporsi anak (<15 tahun) dengan HIV enam kali lebih tinggi (3,0%) dibandingkan dengan 43 fasilitas kesehatan lainnya (0,5%). Hasil pemeriksaan konfirmasi bakteriologi MTB dengan TCM pada 43 fasilitas kesehatan tinggi pada ODHA dibanding non ODHA (34,4%:32,0%), dan situasi sebaliknya pada RSUD Merauke (22,2%:29,4%). Kesimpulan: Epidemi HIV di Merauke sudah mencapai tingkat populasi umum, terutama pada kelompok produktif dan anak. Tingginya angka HIV akan berdampak pada tingginya penularan pada anak dan koinfeksi HIV-TB.   Kata kunci: HIV, HIV koinfeksi TB, umur produktif, anak, RSUD Merauke
Title: SITUASI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS-TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MERAUKE 2018: ANCAMAN PADA UMUR PRODUKTIF
Description:
Abstract Background: Pulmonary tuberculosis is the most serious opportunistic infection in HIV/AIDS subjects and is a major cause of mortality and morbidity in developing countries.
Objective: To describe  the results of HIV / TB examination in Merauke District Hospital Method: Study design is cross-sectional using data from “Studi evaluasi deteksi kasus TBC dengan alat tes cepat molekuler di Indonesia tahun 2018”.
Descriptive data analysis is applied based on secondary data of PLWHA patients who visited Merauke District Hospital to examine Mycobacterium tuberculosis (MTB).
Results: The proportion of PLWHA was almost three times higher (8.
5%) compared to other 43 health facilities (3,0%).
The highest proportion of PLWHA is productive age of 15-54 years (94.
9%) and male (54.
5%).
The proportion of children (aged <15 years) with HIV is six times higher (3%) compared to other 43 health facilities (0,5%).
The results of MTB with molecular rapid tests in 43 health facilities is higher in PLWHA compared to non-PLWHA (34.
4%:32.
0%), and the opposite is true for Merauke District Hospital (22.
2%:29.
4%).
Conclussion: HIV epidemic in Merauke has been on the general population particularly in productive and children category.
This high level of HIV has an impact on increasing transmission to children and HIV-TB co-infection.
Keywords: HIV, HIV-TB co-infection, reproductive age, children, RSUD Merauke Abstrak Latar belakang: Tuberkulosis paru adalah salah satu infeksi oportunistik yang paling serius pada HIV/AIDS dan merupakan penyebab utama kematian dan morbiditas di negara-negara berkembang.
Tujuan: Diperoleh gambaran hasil pemeriksaan HIV-TB di RSUD Merauke.
Metode: Disain studi adalah potong lintang menggunakan data “Studi evaluasi deteksi kasus TB dengan alat tes cepat molekuler (TCM) di Indonesia tahun 2018”.
Analisis deskriptif data sekunder pasien HIV yang berkunjung ke RSUD Merauke yang diperiksa MTB.
Hasil: Proporsi ODHA di RSUD Merauke hampir tiga kali lebih tinggi (8,5%) dibandingkan dengan 43 fasilitas kesehatan lainnya (3,0%).
Persentase tertinggi adalah pada umur produktif 15-54 tahun (94,9%) dan laki-laki (54,5%).
Proporsi anak (<15 tahun) dengan HIV enam kali lebih tinggi (3,0%) dibandingkan dengan 43 fasilitas kesehatan lainnya (0,5%).
Hasil pemeriksaan konfirmasi bakteriologi MTB dengan TCM pada 43 fasilitas kesehatan tinggi pada ODHA dibanding non ODHA (34,4%:32,0%), dan situasi sebaliknya pada RSUD Merauke (22,2%:29,4%).
Kesimpulan: Epidemi HIV di Merauke sudah mencapai tingkat populasi umum, terutama pada kelompok produktif dan anak.
Tingginya angka HIV akan berdampak pada tingginya penularan pada anak dan koinfeksi HIV-TB.
  Kata kunci: HIV, HIV koinfeksi TB, umur produktif, anak, RSUD Merauke.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
ABSTRAK          Tuberkulosis Paru telah menjadi masalah kesehatan yang utama di dunia dan angka keberhasilan pengobatan merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat...
Gambaran Status Gizi Pasien Tuberkulosis Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Gambaran Status Gizi Pasien Tuberkulosis Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang
AbstrakPrevalensi kejadian tuberkulosis pada anak di Sumatera Barat cukup tinggi, salah satu faktor risikonya adalah status gizi. Anak dengan gizi buruk akan mengakibatkan kekurusa...

Back to Top