Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERENCANAAN SALURAN PRIMER SUNGAI JAWI DENGAN KEMAMPUAN SWA PURIFIKASI SALURAN TERHADAP BEBAN PENCEMAR ORGANIK

View through CrossRef
ABSTRAKHasil pemantauan kualitas air Sungai Jawi oleh BLH Kota Pontianak tahun 2011 khususnya BOD berdasarkan PPNo. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk perairan kelas IItelah melebihi baku mutu, mencapai rata-rata 13,7 mg/l. Hal ini menandakan adanya bahan organik yangmasuk ke Sungai Jawi sehingga mengakibatkan penurunan kualitas air akibat berkurangnya kemampuan swapurifikasi. Maka dari itu, dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan swa purifikasi Sungai Jawi agarkualitas air tetap terjaga. Upaya untuk meningkatkan kemampuan swa purifikasi diawali dengan melakukan ujikualitas air khususnya parameter DO sebagai data pembanding hasil perencanaan. Hasil uji laboratoriumdiketahui konsentrasi DO Sungai Jawi rata-rata 2,2 mg/l ketika pasang dan 1,7 mg/l ketika surut. Kemudianditetapkan DO target sesuai PP. No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan PengendalianPencemaran Air untuk perairan kelas II sebesar 4 mg/l. Setelah itu dipilih cara untuk meningkatkan lajupenambahan Oksigen (Kr) yaitu dengan merubah dinding saluran menjadi beton atau susunan batu ataupenambahan alat. Penambahan aerator menjadi cara yang dipilih untuk meningkatkan DO Sungai Jawi. Aeratoryang diaplikasikan merupakan aerator permukaan yang diletakkan per 200 meter di sepanjang Sungai Jawisebanyak 30 buah dengan level daya berkisar antara 18,73-180,37 W/m3.Kata kunci: Sungai Jawi Pontianak, swa purifikasi, aerator
Title: PERENCANAAN SALURAN PRIMER SUNGAI JAWI DENGAN KEMAMPUAN SWA PURIFIKASI SALURAN TERHADAP BEBAN PENCEMAR ORGANIK
Description:
ABSTRAKHasil pemantauan kualitas air Sungai Jawi oleh BLH Kota Pontianak tahun 2011 khususnya BOD berdasarkan PPNo.
82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk perairan kelas IItelah melebihi baku mutu, mencapai rata-rata 13,7 mg/l.
Hal ini menandakan adanya bahan organik yangmasuk ke Sungai Jawi sehingga mengakibatkan penurunan kualitas air akibat berkurangnya kemampuan swapurifikasi.
Maka dari itu, dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan swa purifikasi Sungai Jawi agarkualitas air tetap terjaga.
Upaya untuk meningkatkan kemampuan swa purifikasi diawali dengan melakukan ujikualitas air khususnya parameter DO sebagai data pembanding hasil perencanaan.
Hasil uji laboratoriumdiketahui konsentrasi DO Sungai Jawi rata-rata 2,2 mg/l ketika pasang dan 1,7 mg/l ketika surut.
Kemudianditetapkan DO target sesuai PP.
No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan PengendalianPencemaran Air untuk perairan kelas II sebesar 4 mg/l.
Setelah itu dipilih cara untuk meningkatkan lajupenambahan Oksigen (Kr) yaitu dengan merubah dinding saluran menjadi beton atau susunan batu ataupenambahan alat.
Penambahan aerator menjadi cara yang dipilih untuk meningkatkan DO Sungai Jawi.
Aeratoryang diaplikasikan merupakan aerator permukaan yang diletakkan per 200 meter di sepanjang Sungai Jawisebanyak 30 buah dengan level daya berkisar antara 18,73-180,37 W/m3.
Kata kunci: Sungai Jawi Pontianak, swa purifikasi, aerator.

Related Results

DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR TOTAL COLIFORM (T.COLI) DI HILIR SUNGAI TEBERAU
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR TOTAL COLIFORM (T.COLI) DI HILIR SUNGAI TEBERAU
ABSTRAKSungai Teberau merupakan anak Sungai Sambas Kecil. Jenis sumber pencemar di hilir Sungai Teberau yaitu pemukiman. Pemukiman yang tepat berada di sungai dapat mengakibatkan p...
PERENCANAAN SALURAN PRIMER PARIT TOKAYA DENGAN KEMAMPUAN SWA PURIFIKASI SALURAN TERHADAP BEBAN PENCEMAR ORGANIK
PERENCANAAN SALURAN PRIMER PARIT TOKAYA DENGAN KEMAMPUAN SWA PURIFIKASI SALURAN TERHADAP BEBAN PENCEMAR ORGANIK
Hasil pemantauan kualitas air Parit Tokaya oleh BLH Kota Pontianak pada tahun 2010 dan 2011 menunjukannilai BOD yang telah melebihi nilai maksimum menurut baku mutu kelas dua menur...
INVENTARISASI SUMBER PENCEMAR SUNGAI BEDOG KABUPATEN BANTUL
INVENTARISASI SUMBER PENCEMAR SUNGAI BEDOG KABUPATEN BANTUL
Kualitas air sungai ditentukan oleh area penyangga sebagai penyuplai sungai. Mutu atau kualitas air sungai yang dinyatakan dalam IKA memerlukan kegiatan identifikasi sumber air pen...
ANALISIS SEBARAN OKSIGEN TERLARUT SALURAN SUNGAI JAWI
ANALISIS SEBARAN OKSIGEN TERLARUT SALURAN SUNGAI JAWI
Sungai Jawi adalah salah satu saluran drainase utama di Pontianak yang menerima air hujan dan airlimbah dari pemukiman manusia di sepanjang jangkauannya. Hal ini penting untuk meny...
PEMILIHAN LOKASI DAN PERENCANAAN SISTEM INTAKE AIR BAKU DI SUNGAI JAWI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
PEMILIHAN LOKASI DAN PERENCANAAN SISTEM INTAKE AIR BAKU DI SUNGAI JAWI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
Sungai Jawi merupakan salah satu sungai yang berada di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten KubuRaya. Sungai Jawi memiliki dua muara, muara pertama bermuara di muara Kakap yang berhubu...
ANALISIS SUMBER DAN BEBAN PENCEMAR DI SUNGAI LANDAK BAGIAN HILIR
ANALISIS SUMBER DAN BEBAN PENCEMAR DI SUNGAI LANDAK BAGIAN HILIR
Sungai Landak bagian hilir memiliki peran penting sebagai sumber air baku sekaligus lokasi berbagai aktivitas masyarakat. Namun, peningkatan jumlah penduduk dan perubahan penggunaa...
PENGENDALIAN PROSES PURIFIKASI DME DAN METANOL PADA PABRIK DME DARI GAS SINTESIS
PENGENDALIAN PROSES PURIFIKASI DME DAN METANOL PADA PABRIK DME DARI GAS SINTESIS
Pengembangan produksi DME (dimetil eter) sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan sudah banyak dilakukan di negara-negara lain seperti Jerman, Belanda, Australia, Jepang, Ch...

Back to Top