Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dari Altar ke Jalanan: Peran Gereja Katolik dalam Gerakan Pembebasan dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia

View through CrossRef
Artikel ini menganalisis ajaran Gereja Katolik, yakni pemikiran Gustavo Gutierrez tentang Gereja sebagai pembebas dan pemikiran Jurgen Moltmann tentang Gereja sebagai pengharapan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan wajah Gereja Indonesia melalui teologi dari Gutierrez dan teologi dari Moltmann sebagai pembebas bagi yang tertindas sekaligus pembawa harapan bagi yang ditindas. Dengan memakai metode kepustakaan, penulis menelaah makna dan bentuk gerakan Gereja di Indonesia seturut teologi pembebasan dan teologi harapan. Hasil analisis menunjukan bahwa teologi Gereja Katolik, pemikiran Gustavo Gutierrez dan Jurgen Moltmann sangat relevan dengan persoalan yang dihadapi oleh umat di Indonesia. Gereja Katolik menyoroti kemiskinan, terpinggirkan dan termarginalkan sebagai sebuah persoalan bersama, bukan hanya persoalan mereka yang tertindas dan termarginalkan. Maka, Gereja menekankan solidaritas yang otentik. Gustavo Gutierrez melihat kemiskinan disebabkan oleh penindasan struktural yang membelenggu orang miskin, sehingga Gereja mestinya hadir untuk membebaskan umat dari penindasan struktural tersebut. Sementara itu, gagasan Moltmann tentang Gereja sebagai harapan menekan kehadiran Gereja yang membawa terang harapan bagi umat yang tertindas melalui aksi-aksi yang konkret.  Tulisan ini pun membantu serentak menyadarkan model kehadiran yang mesti ditunjukkan Gereja Indonesia untuk melawan berbagai situasi kemiskinan dan penindasan yang dihadapi umat. 
Title: Dari Altar ke Jalanan: Peran Gereja Katolik dalam Gerakan Pembebasan dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia
Description:
Artikel ini menganalisis ajaran Gereja Katolik, yakni pemikiran Gustavo Gutierrez tentang Gereja sebagai pembebas dan pemikiran Jurgen Moltmann tentang Gereja sebagai pengharapan.
Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan wajah Gereja Indonesia melalui teologi dari Gutierrez dan teologi dari Moltmann sebagai pembebas bagi yang tertindas sekaligus pembawa harapan bagi yang ditindas.
Dengan memakai metode kepustakaan, penulis menelaah makna dan bentuk gerakan Gereja di Indonesia seturut teologi pembebasan dan teologi harapan.
Hasil analisis menunjukan bahwa teologi Gereja Katolik, pemikiran Gustavo Gutierrez dan Jurgen Moltmann sangat relevan dengan persoalan yang dihadapi oleh umat di Indonesia.
Gereja Katolik menyoroti kemiskinan, terpinggirkan dan termarginalkan sebagai sebuah persoalan bersama, bukan hanya persoalan mereka yang tertindas dan termarginalkan.
Maka, Gereja menekankan solidaritas yang otentik.
Gustavo Gutierrez melihat kemiskinan disebabkan oleh penindasan struktural yang membelenggu orang miskin, sehingga Gereja mestinya hadir untuk membebaskan umat dari penindasan struktural tersebut.
Sementara itu, gagasan Moltmann tentang Gereja sebagai harapan menekan kehadiran Gereja yang membawa terang harapan bagi umat yang tertindas melalui aksi-aksi yang konkret.
  Tulisan ini pun membantu serentak menyadarkan model kehadiran yang mesti ditunjukkan Gereja Indonesia untuk melawan berbagai situasi kemiskinan dan penindasan yang dihadapi umat.
 .

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
 A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
PERAN LAYANAN SOSIAL DALAM MENGELOLA ANAK JALANAN DI BANJARMASIN
PERAN LAYANAN SOSIAL DALAM MENGELOLA ANAK JALANAN DI BANJARMASIN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis kualitatif digunakan dalam analis...
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH YAYASAN EMAS INDONESIA
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH YAYASAN EMAS INDONESIA
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemberdayaan dan proses pelaksanaan program kewirausahaan sosial dalam pemberdayaan anak jalanan di rumah singgah Yayasan Emas Indon...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Memahami Profil Anak Jalanan dan Identifikasi Model Pemberdayaannya Melalui Pendidikan Life Skills
Memahami Profil Anak Jalanan dan Identifikasi Model Pemberdayaannya Melalui Pendidikan Life Skills
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) menemukenali karakteristik kehidupan dan pola sebaran anak jalanan di kota Surakarta, (2) mengetahui apa saja faktor-faktor yang me...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Tujuan penelitian yang terkait dengan tingkat pendidikan tergambarnya paradigma umum tentang tugas dan fungsi  Pekerja Gereja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penatalayan ...

Back to Top