Javascript must be enabled to continue!
DOLANAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR
View through CrossRef
Dolanan merupakan satu permainan tradisional yang diadopsi dari keadaan kehidupan lingkungan sosial kehidupan anak – anak di daerah pedesaan. Dalam Permainan dolanan ada banyak nilai yang dapat dipelajari. Selain itu permainan dolanan ini juga dapat diadopsikan ke dalam sistim pembelajaran yang berbasis budaya, khususnya dalam pembelajaran bahasa Bali. Dari latar belakang tersebut ada beberapa permasalahan yaitu keberadaan Dolanan di era globalisasi dan peran Dolanan sebagai media pendidikan karakter. Dolanan anak tradisional yang hampir punah diperlukan upaya revitalisasi untuk melestarikan berbagai dolanan anak tersebut , seperti pengenalan ulang berbagai jenis dolanan di sekolah melalui media yang menarik. Selain dengan cara itu festival atau lomba dolanan juga perlu diadakan untuk melestarikan dolanan tradisional. Selain untuk melestarikan budaya dolanan tradisional festival atau lomba dolanan tradisional juga bisa. Hilangnya dolanan anak tradisional akan membawa berbagai dampak, terutama terhadap unsur budaya lokal yang sudah ada terlebih dahulu. Dalam hal ini salah satu upaya nyata untuk dapat melestarikan permainan dolanan ini adalah melalui sanggar – sanggar seni. Keberadaan Sanggar Seni Dolanan Anak saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan dolanan anak tradisional. Dolanan ini bisa dikategorikan dalam tiga golongan, yaitu : permainan untuk bermain (rekreatif), permainan untuk bertanding (kompetitif) dan permainan yang bersifat edukatif. Permainan tradisional yang bersifat rekreatif pada umumnya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Permainan tradisional yang bersifat kompetitif, memiliki ciri-ciri : terorganisir, bersifat kompetitif, diainkan oleh paling sedikit 2 orang, mempunyai criteria yang menentukan siapa yang menang dan yang kalah, serta mempunyai peraturan yang diterima bersama oleh pesertanya. Sedangkan perainan tradisional yag bersifat edukatif, terdapat unsur-unsur pendidikan di dalamnya. Melalui permainan seperti ini anak-anak diperkenalkan dengan berbagai macam ketrampilan dan kecakapan yang nantinya akan mereka perlukan dalam menghadapi kehidupan sebagai anggota masyarakat. Berbagai jenis dan bentuk permainan pasti terkandung unsur pendidikannya. Inilah salah satu bentuk pendidikan yang bersifat non-formal di dalam masyarakat. Permainan jenis ini menjadi alat sosialisasi untuk anak-anak agar mereka dapat menyesuaikan diri sebagai anggota kelompok sosialnya.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: DOLANAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Description:
Dolanan merupakan satu permainan tradisional yang diadopsi dari keadaan kehidupan lingkungan sosial kehidupan anak – anak di daerah pedesaan.
Dalam Permainan dolanan ada banyak nilai yang dapat dipelajari.
Selain itu permainan dolanan ini juga dapat diadopsikan ke dalam sistim pembelajaran yang berbasis budaya, khususnya dalam pembelajaran bahasa Bali.
Dari latar belakang tersebut ada beberapa permasalahan yaitu keberadaan Dolanan di era globalisasi dan peran Dolanan sebagai media pendidikan karakter.
Dolanan anak tradisional yang hampir punah diperlukan upaya revitalisasi untuk melestarikan berbagai dolanan anak tersebut , seperti pengenalan ulang berbagai jenis dolanan di sekolah melalui media yang menarik.
Selain dengan cara itu festival atau lomba dolanan juga perlu diadakan untuk melestarikan dolanan tradisional.
Selain untuk melestarikan budaya dolanan tradisional festival atau lomba dolanan tradisional juga bisa.
Hilangnya dolanan anak tradisional akan membawa berbagai dampak, terutama terhadap unsur budaya lokal yang sudah ada terlebih dahulu.
Dalam hal ini salah satu upaya nyata untuk dapat melestarikan permainan dolanan ini adalah melalui sanggar – sanggar seni.
Keberadaan Sanggar Seni Dolanan Anak saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan dolanan anak tradisional.
Dolanan ini bisa dikategorikan dalam tiga golongan, yaitu : permainan untuk bermain (rekreatif), permainan untuk bertanding (kompetitif) dan permainan yang bersifat edukatif.
Permainan tradisional yang bersifat rekreatif pada umumnya dilakukan untuk mengisi waktu luang.
Permainan tradisional yang bersifat kompetitif, memiliki ciri-ciri : terorganisir, bersifat kompetitif, diainkan oleh paling sedikit 2 orang, mempunyai criteria yang menentukan siapa yang menang dan yang kalah, serta mempunyai peraturan yang diterima bersama oleh pesertanya.
Sedangkan perainan tradisional yag bersifat edukatif, terdapat unsur-unsur pendidikan di dalamnya.
Melalui permainan seperti ini anak-anak diperkenalkan dengan berbagai macam ketrampilan dan kecakapan yang nantinya akan mereka perlukan dalam menghadapi kehidupan sebagai anggota masyarakat.
Berbagai jenis dan bentuk permainan pasti terkandung unsur pendidikannya.
Inilah salah satu bentuk pendidikan yang bersifat non-formal di dalam masyarakat.
Permainan jenis ini menjadi alat sosialisasi untuk anak-anak agar mereka dapat menyesuaikan diri sebagai anggota kelompok sosialnya.
Related Results
Revitalisasi Lagu Dolanan Anak dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Revitalisasi Lagu Dolanan Anak dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan lagu dolanan anak, (2) menjelaskan arti dan makna dari setiap kata yang terkandung pada lagu dolanan Jawa, (3) menjelaskan nilai kearif...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERAN PARENTING DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DISEKOLAH DASAR
PERAN PARENTING DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DISEKOLAH DASAR
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa kebutuhan awal peran parenting dalam pendidikan karakter sekolah dasar sebagai upaya strategi pembelajaran yang dapat membentuk kar...
Pembentukan Karakter Siswa Beragama Buddha di Sekolah Markus Tangerang
Pembentukan Karakter Siswa Beragama Buddha di Sekolah Markus Tangerang
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pembentukankarakter siswa beragama Buddha melalui Pendidikan Agama Buddha diSekolah Markus Tangerang. Tujuan dari penelitian ...
Peran Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Karakter Siswa
Peran Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Karakter Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran budaya sekolah dalam meningkatkan karakter siswa dan kendala yang di hadapi dalam meningkatkan karakter siswa serta bagaimana upaya ...
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENCEGAH PENYELEWENGAN MORAL: STUDI KASUS DI KALANGAN SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENCEGAH PENYELEWENGAN MORAL: STUDI KASUS DI KALANGAN SISWA SEKOLAH DASAR
Selain kemampuan kognitif yang dimiliki oleh seorang siswa, karakter positif dan moral juga merupakan hal yang sangat penting dan harus dimiliki serta diterapkan oleh siswa dikehid...
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja ...
Kegiatan Outbound: Apakah Dapat Membentuk Karakter Sportivitas Siswa Sekolah Dasar?
Kegiatan Outbound: Apakah Dapat Membentuk Karakter Sportivitas Siswa Sekolah Dasar?
Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah dasar menjadi sorotan yang sedang gencar dilakukan untuk membenahi karakter yang semakin merosot. Salah satu karakter yan...

