Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dikerjakan oleh : Luthfi Abdurrahman NIM : 1810111310011 ujian tengah semester mata kuliah strategi pembelajaran sejarah

View through CrossRef
Hasil analisis dokumen untuk pernyataan 1a. Untuk melatih siswa mampu berpikir historis adalah mampu memahamikonteks peristiwa dan pemikiran yang muncul dari satu peristiwasejarah, mengajak pelajar untuk berimajinasi dalam satu peristiwasejarah, membuat perkaitan dengan kesan yang terjadi di masa kini,membahasa secara kronologi serta menonjolkan nilai-nilai positif yangwujud daripada peristiwa yang berlaku.b. Agar peserta didik bisa berfikir kritis jangan mematikan kreatifitaspeserta didik, melakukan pembentukan karakter peserta didik agarterbentuknya katakter yang direfleksikan oleh kesadaran akanpentingnya persatuan, perjuangan, patriotisme, dan nasionalisme dalamkehidupan bangsa dan negara. Hubungan antara berpikir kritis danberpikir historis, untuk tercapainnya tujuan berpikir kritis tidakmematikan kreatifitas peserta didik begitujuga dengan berpikir historisuntuk mengajak pelajar berimajinasi dalam satu peristiwa sejarah. Jadisaat peserta didik berpikir kritis mengenai perjuangan bangsa Indonesiamereka bisa membayangkan dan bisa mengaitkan nya dimasa kinidengan mengunakan pemikiran historis.c. Historical Empathy dimaknai bagaimana seseorang merasakan seolaholah mengalami perjalanan sejarah serta menginterpretasikan peristiwasejarah seolah-olah dia mengalaminya. Untuk melatih historicalempathy adalah melakukan identifikasi kriteria permasalahan atau interrelasi aspek kognitif dan afektif yang dapat dikembangkan untukmelatih historical empathy. Agar bisa membayangkan peristiwaperistiwa yang terjadi dalam sejarah Indonesia peserta didik harusmendalami tentang suatu peristiwa.Hasil analisis dokumen untuk pernyataan 2a. Sumberdaya yang dapat disediakan yaitu dengan mengunakan dioramaatau relif sangat relevan dalam rekontruksi sebuah peristiwa sejarah, media ini mampu menyajikan ilustrasi yang yang sangat realistik untukpemaknaan peristiwa sejarah yang dipelajari.Menggunakan gadget, di era yang sekarang ini gadget tidak asingditelinga banyak orang, jadi gedget bisa digunakan untuk pembelajaransejarah. Gedget yang dimiliki oleh guru berperan sebagai alat bantupembelajaran, misalnya dengan laptop atau netbook guru dapatmelakukan presentasi berbasis multi media. Pada tahap pengumpulaninformasi, guru dapat merekomondasikan kepada peserta didik untukmenggali informasi secara mandiri dengan gedget mereka masingmasing.b. Kemampuan yang harus di miliki guru untuk mengajar sejarah denganbaik yaitu dengan membangkitkan kesadaran peserta didik dengansejarahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka sejarah yangdiajarkan adalah mengedepankan nilai-nilai kehidupan, bukan sejarahhapalan yang mengajarkan nama,tempat, angka tahun dan peristiwasemata. Dan juga untuk mencapai tujuan mengajar sejarah dengan baikguru harus mengajak peserta didik menengok kebelakang dengantujuan melihat kedepan. Yaitu mempelajari nilai-nilai kehidupanmasyarakat di masa lampau, dan peserta didik mencari ataumengadakan seleksi terhadap nilai-nilai itu, mana yang relevan ataudapat dikembangkan dalam menghadapi tantangan zaman yangkompleks di masa kini maupun yang akan datang.
Center for Open Science
Title: Dikerjakan oleh : Luthfi Abdurrahman NIM : 1810111310011 ujian tengah semester mata kuliah strategi pembelajaran sejarah
Description:
Hasil analisis dokumen untuk pernyataan 1a.
Untuk melatih siswa mampu berpikir historis adalah mampu memahamikonteks peristiwa dan pemikiran yang muncul dari satu peristiwasejarah, mengajak pelajar untuk berimajinasi dalam satu peristiwasejarah, membuat perkaitan dengan kesan yang terjadi di masa kini,membahasa secara kronologi serta menonjolkan nilai-nilai positif yangwujud daripada peristiwa yang berlaku.
b.
Agar peserta didik bisa berfikir kritis jangan mematikan kreatifitaspeserta didik, melakukan pembentukan karakter peserta didik agarterbentuknya katakter yang direfleksikan oleh kesadaran akanpentingnya persatuan, perjuangan, patriotisme, dan nasionalisme dalamkehidupan bangsa dan negara.
Hubungan antara berpikir kritis danberpikir historis, untuk tercapainnya tujuan berpikir kritis tidakmematikan kreatifitas peserta didik begitujuga dengan berpikir historisuntuk mengajak pelajar berimajinasi dalam satu peristiwa sejarah.
Jadisaat peserta didik berpikir kritis mengenai perjuangan bangsa Indonesiamereka bisa membayangkan dan bisa mengaitkan nya dimasa kinidengan mengunakan pemikiran historis.
c.
Historical Empathy dimaknai bagaimana seseorang merasakan seolaholah mengalami perjalanan sejarah serta menginterpretasikan peristiwasejarah seolah-olah dia mengalaminya.
Untuk melatih historicalempathy adalah melakukan identifikasi kriteria permasalahan atau interrelasi aspek kognitif dan afektif yang dapat dikembangkan untukmelatih historical empathy.
Agar bisa membayangkan peristiwaperistiwa yang terjadi dalam sejarah Indonesia peserta didik harusmendalami tentang suatu peristiwa.
Hasil analisis dokumen untuk pernyataan 2a.
Sumberdaya yang dapat disediakan yaitu dengan mengunakan dioramaatau relif sangat relevan dalam rekontruksi sebuah peristiwa sejarah, media ini mampu menyajikan ilustrasi yang yang sangat realistik untukpemaknaan peristiwa sejarah yang dipelajari.
Menggunakan gadget, di era yang sekarang ini gadget tidak asingditelinga banyak orang, jadi gedget bisa digunakan untuk pembelajaransejarah.
Gedget yang dimiliki oleh guru berperan sebagai alat bantupembelajaran, misalnya dengan laptop atau netbook guru dapatmelakukan presentasi berbasis multi media.
Pada tahap pengumpulaninformasi, guru dapat merekomondasikan kepada peserta didik untukmenggali informasi secara mandiri dengan gedget mereka masingmasing.
b.
Kemampuan yang harus di miliki guru untuk mengajar sejarah denganbaik yaitu dengan membangkitkan kesadaran peserta didik dengansejarahnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka sejarah yangdiajarkan adalah mengedepankan nilai-nilai kehidupan, bukan sejarahhapalan yang mengajarkan nama,tempat, angka tahun dan peristiwasemata.
Dan juga untuk mencapai tujuan mengajar sejarah dengan baikguru harus mengajak peserta didik menengok kebelakang dengantujuan melihat kedepan.
Yaitu mempelajari nilai-nilai kehidupanmasyarakat di masa lampau, dan peserta didik mencari ataumengadakan seleksi terhadap nilai-nilai itu, mana yang relevan ataudapat dikembangkan dalam menghadapi tantangan zaman yangkompleks di masa kini maupun yang akan datang.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pembuatan Kartu Ujian Online Sebagai Pengabdian Perguruan Tinggi
Pembuatan Kartu Ujian Online Sebagai Pengabdian Perguruan Tinggi
Kartu ujian online pada Perguruan Tinggi Raharja merupakan suatu sistem informasi yang berada dalam komponen pada SIS+, dengan adanya Kartu ujian online ini dapat memudahkan semua ...
Pengembangan Video Pembelajaran Sejarah
Pengembangan Video Pembelajaran Sejarah
AbstractThis research is motivated by the lack of use of learning media in the history learning process. The purpose of this study is to produce learning media, namely history lear...
Editorial
Editorial
Pada mulanya politik dianggap sebagai tulang punggung sejarah, demikian dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2003: 174). Oleh karena itu pula, lanjutnya, teks-teks sejarah selalu berisi re...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
DINAMIKA PENDIDIKAN PANCASILA
DINAMIKA PENDIDIKAN PANCASILA
Dalam rangka menyempurnakan perkuliahan pendidikan Pancasila yang digolongkan dalam mata kuliah dasar umum di perguruan tinggi, Dirjen Dikti, menerbitkan SK, Nomor 25/DIKTI/KEP/198...
Pemikiran KH. Abdurrahman Ambo Dalle dalam Dunia Pendidikan
Pemikiran KH. Abdurrahman Ambo Dalle dalam Dunia Pendidikan
Gerakan pembaharuan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok KH. Abdurrahman Ambo Dalle  melalui organisasi DDI. Hal ini dapat ditelusuri melalui sejarah awal dan perkem...

Back to Top