Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penghayatan Orang Muda Katolik Asrama Santo Stefanus Tentang Makna Persekutuan Dalam Kehidupan Menggereja

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana penghayatan Orang Muda Katolik asrama St. Stefanus Waena Jayapura tentang persekutuan dalam kehidupan menggereja. Metode yang gunakan dalama penelitian ini kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan dalam penelitian wawancara dan observasi. Wawancara tidak terstruktur dilakukan terhadap pembina asrama dan orang muda Katolik yang tinggal di asrama St. Stefanus Waena Jayapura. Peneliti menggunakan Observasi partisipan karena peneliti tinggal di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan dari penelitian ini, Orang Muda Katolik asrama St. Stefanus Waena menghayati persekutuan dalam kehidupan menggereja sejauh keinginan untuk berkumpul dan bercerita untuk membangun komunikasi yang baik. Berkumpul dan bercerita menjadi cara Orang Muda Katolik di asrama St. Stefanus Waena untuk menghayati persekutuan dalam kehidupan menggereja. Di sisi lain, peneliti menemukan adanya hambatan dalam usaha untuk menghayati persekutuan yang datang dari dalam diri kaum muda sendiri dan juga dari luar diri mereka. Adapun hambatan yang ditemukan yaitu, rendahnya kesadaran, penyesuaian diri, inisiatif dan pengetahuan tentang ekaristi dan kegiatan-kegiatan Gereja. Kesadaran yang rendah disebabkan kurangnya peran keluarga untuk mentransformasi nilai-nilai untuk membangun persekutuan dalam kehidupan menggereja sehingga kurang memungkinkan untuk sampai pada tingkat internalisasi atau penghayatan seperti yang diharapkan.
Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke
Title: Penghayatan Orang Muda Katolik Asrama Santo Stefanus Tentang Makna Persekutuan Dalam Kehidupan Menggereja
Description:
Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana penghayatan Orang Muda Katolik asrama St.
Stefanus Waena Jayapura tentang persekutuan dalam kehidupan menggereja.
Metode yang gunakan dalama penelitian ini kualitatif deskriptif.
Data primer yang digunakan dalam penelitian wawancara dan observasi.
Wawancara tidak terstruktur dilakukan terhadap pembina asrama dan orang muda Katolik yang tinggal di asrama St.
Stefanus Waena Jayapura.
Peneliti menggunakan Observasi partisipan karena peneliti tinggal di lokasi penelitian.
Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan dari penelitian ini, Orang Muda Katolik asrama St.
Stefanus Waena menghayati persekutuan dalam kehidupan menggereja sejauh keinginan untuk berkumpul dan bercerita untuk membangun komunikasi yang baik.
Berkumpul dan bercerita menjadi cara Orang Muda Katolik di asrama St.
Stefanus Waena untuk menghayati persekutuan dalam kehidupan menggereja.
Di sisi lain, peneliti menemukan adanya hambatan dalam usaha untuk menghayati persekutuan yang datang dari dalam diri kaum muda sendiri dan juga dari luar diri mereka.
Adapun hambatan yang ditemukan yaitu, rendahnya kesadaran, penyesuaian diri, inisiatif dan pengetahuan tentang ekaristi dan kegiatan-kegiatan Gereja.
Kesadaran yang rendah disebabkan kurangnya peran keluarga untuk mentransformasi nilai-nilai untuk membangun persekutuan dalam kehidupan menggereja sehingga kurang memungkinkan untuk sampai pada tingkat internalisasi atau penghayatan seperti yang diharapkan.

Related Results

PERANAN KAUM AWAM DALAM PELAYANAN GEREJA
PERANAN KAUM AWAM DALAM PELAYANAN GEREJA
Ungkapan ”persekutuan Roh” dalam Filipi 2:1 bisa berarti persekutuan dengan Roh yang dimungkinkan oleh Roh Kudus sendiri. Gagasan Perjanjian Baru tentang persekutuan ini sering kal...
Partisipasi Orang Muda Katolik Dalam Kehidupan Rohani di Paroki Santo Vinsensius A Paulo Batulicin
Partisipasi Orang Muda Katolik Dalam Kehidupan Rohani di Paroki Santo Vinsensius A Paulo Batulicin
Orang muda Katolik menjadi harapan bagi Gereja dalam membawa warna baru. Dengan ciri khas kepemudaan yang energik, bersemangat, idealis, dan banyak gagasan orang muda diharapkan be...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
TRANSFORMASI KATEKESE DAN PASTORAL DIGITAL BAGI ORANG MUDA KATOLIK
TRANSFORMASI KATEKESE DAN PASTORAL DIGITAL BAGI ORANG MUDA KATOLIK
Penelitian ini membahas tentang peran katekese dan pastoral digital bagi perkembangan hidup iman Orang Muda Katolik (OMK) di era digital. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi d...
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berba...
MENEROPONG KEHIDUPAN MENGGEREJA UMAT DI STASI TANGKILING DALAM TERANG PAHAM GEREJA SEBAGAI TUBUH MISTIK KRISTUS
MENEROPONG KEHIDUPAN MENGGEREJA UMAT DI STASI TANGKILING DALAM TERANG PAHAM GEREJA SEBAGAI TUBUH MISTIK KRISTUS
Penelitian ini dilakukan untuk meneropong kehidupan menggereja umat di Stasi Tangkiling dalam terang paham Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus. Umat di Stasi Tangkiling kurang terl...
Menggereja dalam Ruang Pluralitas Sosial
Menggereja dalam Ruang Pluralitas Sosial
Hidup menggereja adalah sebuah aktualisasi iman dalam masyarakat, yang mampu meghadirkan Allah di tengah dunia. Gereja seringkali melupakan perannya di tengah masyarakat karena ter...
Pembangunan dan Pengesahan Instrumen Pengetahuan, Sikap dan Penghayatan Terhadap Unsur Tradisi Dalam Perlembagaan Persekutuan
Pembangunan dan Pengesahan Instrumen Pengetahuan, Sikap dan Penghayatan Terhadap Unsur Tradisi Dalam Perlembagaan Persekutuan
Unsur tradisi merupakan isu sensitif yang boleh mendatangkan pertelingkahan antara kaum. Di media sosial, elemen unsur tradisi sering menjadi punca pergaduhan antara orang Melayu d...

Back to Top