Javascript must be enabled to continue!
Pemetaan Sebaran Budidaya Rumput Laut: Pendekatan Analisis Multispektral dan Multitemporal (Studi Kasus di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan)
View through CrossRef
<p>Budidaya rumput laut merupakan salah satu kegiatan di daerah pesisir yang berkembang sangat pesat. Untuk mengetahui kondisi eksisting luasan budidaya rumput laut perlu dilakukan pemetaan sebaran budidaya rumput laut. Pemetaan sebaran budidaya rumput laut akan lebih cepat dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Tujuan dari penelitian adalah untuk membandingkan citra SPOT-6 dan Landsat 8 OLI dalam memetakan sebaran budidaya rumput laut dan untuk mengestimasi luasan eksisting budidaya rumput laut. Proses analisis menggunakan dua metode yaitu interpretasi visual untuk SPOT-6 pansharpened dan analisis digital nilai spektral untuk Landsat 8 OLI. Sebagai studi kasus digunakan wilayah pesisir Kabupaten Takalar. Hasil interpretasi visual citra SPOT-6 pansharpened perekaman Maret 2013 menunjukan luasan budidaya rumput laut sebesar 800,6 hektar. Analisis Landsat 8 perekaman Maret 2014 menggunakan band 2,3 dan 4 luasan budidaya 2.273,6 hektar dengan nilai Kappa 0,64. Analisis Landsat 8 perekaman tahun 2016 luasan musim barat 2.451 hektar, musim peralihan ke-1 2.017,11 hektar, musim timur 637,9 hektar, dan musim peralihan ke-2 seluas 1.169,2 hektar. Nilai akurasi keseluruhan Landsat 8 perekaman tahun 2016 lebih dari 85% yang menunjukan citra ini dapat mengestimasi luasan eksisting budidaya rumput laut.</p>
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: Pemetaan Sebaran Budidaya Rumput Laut: Pendekatan Analisis Multispektral dan Multitemporal (Studi Kasus di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan)
Description:
<p>Budidaya rumput laut merupakan salah satu kegiatan di daerah pesisir yang berkembang sangat pesat.
Untuk mengetahui kondisi eksisting luasan budidaya rumput laut perlu dilakukan pemetaan sebaran budidaya rumput laut.
Pemetaan sebaran budidaya rumput laut akan lebih cepat dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh.
Tujuan dari penelitian adalah untuk membandingkan citra SPOT-6 dan Landsat 8 OLI dalam memetakan sebaran budidaya rumput laut dan untuk mengestimasi luasan eksisting budidaya rumput laut.
Proses analisis menggunakan dua metode yaitu interpretasi visual untuk SPOT-6 pansharpened dan analisis digital nilai spektral untuk Landsat 8 OLI.
Sebagai studi kasus digunakan wilayah pesisir Kabupaten Takalar.
Hasil interpretasi visual citra SPOT-6 pansharpened perekaman Maret 2013 menunjukan luasan budidaya rumput laut sebesar 800,6 hektar.
Analisis Landsat 8 perekaman Maret 2014 menggunakan band 2,3 dan 4 luasan budidaya 2.
273,6 hektar dengan nilai Kappa 0,64.
Analisis Landsat 8 perekaman tahun 2016 luasan musim barat 2.
451 hektar, musim peralihan ke-1 2.
017,11 hektar, musim timur 637,9 hektar, dan musim peralihan ke-2 seluas 1.
169,2 hektar.
Nilai akurasi keseluruhan Landsat 8 perekaman tahun 2016 lebih dari 85% yang menunjukan citra ini dapat mengestimasi luasan eksisting budidaya rumput laut.
</p>.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Diversifikasi Pangan Berbahan Dasar Rumput Laut Produksi Petani di Watang Suppa Kec Suppa Kab Pinrang Guna Menunjang Ketahanan Pangan Keluarga
Diversifikasi Pangan Berbahan Dasar Rumput Laut Produksi Petani di Watang Suppa Kec Suppa Kab Pinrang Guna Menunjang Ketahanan Pangan Keluarga
Rumput laut merupakan salah satu kebutuhan industri yang cukup tinggi baik untuk industri makanan, minuman, farmasi dan industri lainnya. Tujuan pelatihan ini menambah pengetahuan ...
ANALISIS PERBANDINGAN MESIN PEMOTONG RUMPUT BADJA BG435 BAHAN BAKAR MINYAK DAN K-ONE ELEKTRIK
ANALISIS PERBANDINGAN MESIN PEMOTONG RUMPUT BADJA BG435 BAHAN BAKAR MINYAK DAN K-ONE ELEKTRIK
Pemotongan rumput merupakan suatu aktivitas yang penting dalam pemeliharaan rumput. Hal itu bertujuan agar hamparan rumput menjadi rapat dan merata. Oleh karena itulah ada baiknya ...
KAJIAN KUALITAS AIR TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii; STUDI KASUS DI DESA TAPI-TAPI KEC. MAROBO SULAWESI TENGGARA
KAJIAN KUALITAS AIR TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii; STUDI KASUS DI DESA TAPI-TAPI KEC. MAROBO SULAWESI TENGGARA
E cottonii adalah jenis rumput laut yang sangat familiar dibudidayakan sebab memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki potensi pengembangan yang cukup besar di Desa Tapi-Tapi Kec...
PERFORMA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL SELEKSI DI PERAIRAN LAIKANG KABUPATEN TAKALAR
PERFORMA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL SELEKSI DI PERAIRAN LAIKANG KABUPATEN TAKALAR
Peremajaan bibit melalui seleksi dapat dilakukan untuk perbaikan kualitas bibit rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan performa bibit rumput laut K. alvarezii hasil...
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
Diversifikasi produk rumput laut jenis Eucheuma cottoni menjadi minuman khas daerah berupadawet. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan dawet rumput laut Eucheuma cottoni sertamen...
Rumput Laut, Makanan Sehat Abad 21
Rumput Laut, Makanan Sehat Abad 21
Pemanfaatan rumput laut sebagai bahan pangan telah dilakukan sejak jaman dahulu bahkan rumput laut disinyalir telah dikonsumsi sejak jaman manusia purba. Rumput laut umumnya bersif...
Pelatihan Penerapan Teknologi Sauna UV untuk Pengeringan Rumput Laut yang Ramah Lingkungan
Pelatihan Penerapan Teknologi Sauna UV untuk Pengeringan Rumput Laut yang Ramah Lingkungan
Jumlah pembudidaya rumput laut di Pulau Lemukutan semakin bertambah, hal ini dikarenakan masyarakat yang sebelumnya menjadi nelayan tertarik juga pada usaha ini. Usaha budidaya rum...

