Javascript must be enabled to continue!
Modifikasi dan Uji Kinerja Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut
View through CrossRef
Proses pemasakan dan kristalisasi gula semut, selama ini masih dilakukan dengan metode konvensional. Metode tersebut memiliki kelemahan karena gula yang dihasilkan mengandung kadar air yang tinggi dan memerlukan waktu untuk proses pembuatan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi dan menganalisis mesin semi otomatis gula semut untuk menghasilkan gula semut dengan kadar air yang lebih rendah. Alat yang digunakan adalah Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari frekuensi dan kecepatan pengaduk. Perlakuan kontrol mesin meliputi kecepatan pengaduk dengan penambahan inverter, alat pengaduk, blower (pengganti kipas), dan alat penggerus dengan perlakuan pengaturan 3 (tiga) frekuensi yaitu 20 Hz, 30 Hz, dan 40 Hz dan kecepatan putaran alat pengaduk yaitu 12 rpm, 18 rpm dan 24 rpm. Kedua perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Pengujian mesin menggunakan bahan baku nira kelapa sebanyak 20 l. Peubah dilakukan dengan memperhitungkan penurunan kadar air, kecepatan pengaduk, torsi, kecepatan bahan bakar (LPG), dan biaya listrik. Modifikasi mesin pemasak semi otomatis dengan perubahan kipas menjadi blower dan penambahan inverter menghasilkan durasi pemasakan yang lebih cepat dibanding mesin pemasak sebelum modifikasi. Waktu yang digunakan mesin pemasak setelah modifikasi adalah 119,7 menit pada proses evaporasi dan 12 menit pada proses kristalisasi, sedangkan sebelum modifikasi, waktu yang digunakan untuk proses evaporasi adalah 150 menit dan 40 menit pada proses kristalisasi. Kadar air yang dihasilkan setelah modifikasi berkisar 2,17 – 2,81 % sedangkan sebelum modifikasi 2,96 – 4,56 %. Selain itu, ukuran partikel gula semut yang dihasilkan jauh lebih seragam dimandingkan dengan mesin pemasak sebelum modifikasi (berbentuk bongkahan).
UPT Penerbitan Universitas Jember
Title: Modifikasi dan Uji Kinerja Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut
Description:
Proses pemasakan dan kristalisasi gula semut, selama ini masih dilakukan dengan metode konvensional.
Metode tersebut memiliki kelemahan karena gula yang dihasilkan mengandung kadar air yang tinggi dan memerlukan waktu untuk proses pembuatan yang lama.
Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi dan menganalisis mesin semi otomatis gula semut untuk menghasilkan gula semut dengan kadar air yang lebih rendah.
Alat yang digunakan adalah Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut.
Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari frekuensi dan kecepatan pengaduk.
Perlakuan kontrol mesin meliputi kecepatan pengaduk dengan penambahan inverter, alat pengaduk, blower (pengganti kipas), dan alat penggerus dengan perlakuan pengaturan 3 (tiga) frekuensi yaitu 20 Hz, 30 Hz, dan 40 Hz dan kecepatan putaran alat pengaduk yaitu 12 rpm, 18 rpm dan 24 rpm.
Kedua perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali.
Pengujian mesin menggunakan bahan baku nira kelapa sebanyak 20 l.
Peubah dilakukan dengan memperhitungkan penurunan kadar air, kecepatan pengaduk, torsi, kecepatan bahan bakar (LPG), dan biaya listrik.
Modifikasi mesin pemasak semi otomatis dengan perubahan kipas menjadi blower dan penambahan inverter menghasilkan durasi pemasakan yang lebih cepat dibanding mesin pemasak sebelum modifikasi.
Waktu yang digunakan mesin pemasak setelah modifikasi adalah 119,7 menit pada proses evaporasi dan 12 menit pada proses kristalisasi, sedangkan sebelum modifikasi, waktu yang digunakan untuk proses evaporasi adalah 150 menit dan 40 menit pada proses kristalisasi.
Kadar air yang dihasilkan setelah modifikasi berkisar 2,17 – 2,81 % sedangkan sebelum modifikasi 2,96 – 4,56 %.
Selain itu, ukuran partikel gula semut yang dihasilkan jauh lebih seragam dimandingkan dengan mesin pemasak sebelum modifikasi (berbentuk bongkahan).
Related Results
Analisis Kelayakan Usaha Gula Semut di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Analisis Kelayakan Usaha Gula Semut di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah pendapatan usaha gula semut yang di kembangkan di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ; (2) mengetahui kelayakan usaha gu...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Studi Pembuatan Minuman Instan Alpukat (Persea americana) Dengan Penambahan Gula Semut
Studi Pembuatan Minuman Instan Alpukat (Persea americana) Dengan Penambahan Gula Semut
Instant powdered drinks are products with quite low water content, namely around 0.6-0.85% through certain processing processes, and do not affect the content or efficacy of food i...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kebiasaan masyarakat bali yang cukup gemar mengonsumsi rujak semakin membuat eksistensi rujak gula bali semakin melejit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gula are...
Penyebaran Semut dalam Kawasan Hutan di Pulau Saparua, Propinsi Maluku
Penyebaran Semut dalam Kawasan Hutan di Pulau Saparua, Propinsi Maluku
Semut akan merespon kehadiran manusia dalam habitatnya, dimana kehadiran manusia melalui kegiatan pengambilan hasil hutan akan berdampak terhadap penyebaran semut dan peranannya da...
Peningkatan Mutu dan Daya Jual Gula Semut melalui Uji Organoleptik di Desa Gelangsar Lombok Barat
Peningkatan Mutu dan Daya Jual Gula Semut melalui Uji Organoleptik di Desa Gelangsar Lombok Barat
Gula aren telah diproduksi oleh bangsa Indonesia sejak lama. Di Desa Gelangsar gula aren diproduksi oleh masyarakat pengarajin gula aren dan juga beberapa UMKM. Pada umumnya gula r...
Aktivitas Antioksidasi Ekstrak Fenol Umbi Sarang Semut (HYDNOPHYTUM SP.) Pada berbagai Suhu Penyeduhan
Aktivitas Antioksidasi Ekstrak Fenol Umbi Sarang Semut (HYDNOPHYTUM SP.) Pada berbagai Suhu Penyeduhan
Antioxidant activity of Sarang Semut tubers (Hydnophytum sp.) extracts toward stepping treatments was investigated. Powder of sarang semut tubers was diluted in 200 ml of distilled...

