Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan Mutu dan Daya Jual Gula Semut melalui Uji Organoleptik di Desa Gelangsar Lombok Barat
View through CrossRef
Gula aren telah diproduksi oleh bangsa Indonesia sejak lama. Di Desa Gelangsar gula aren diproduksi oleh masyarakat pengarajin gula aren dan juga beberapa UMKM. Pada umumnya gula ren yang diproduksi di Desa Gelangsar berbentuk balok. Oleh sebab itu, Kelompok KKN Desa Gelangsar 2021/2022 memperkenalkan inovasi baru dalam pengolahan gula aren di desa Gelangsar, yaitu pengolahan gula aren berbentuk balok menjadi gula aren berbentuk granular atau lebih dikenal sebagai gula semut. Produk gula semut yang dihasilkan diberi label Gelangsar Gula Semut (GGS). Produksi GGS harus disertai dengan penjaminan mutu produk. Uji organoleptik dapat diterapkan untuk pengendalian mutu GGS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan keterampilan kepada masyarakat mitra dalam hal pengendalian mutu produk gula semut melalui pengujian organoleptik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu sosialisasi uji organoleptik yang kemudian dilanjutkan dengan praktik pengujian di laboratorium dan juga di lapangan. Secara umum kegiatan pengabdian ini telah berhasil melatih masyarakat mitra dalam melakukan pengujian mutu produk GGS menggunakan metode uji organoleptik. Diharapkan dimasa mendatang masyarakat mitra dapat menerapkan metode uji organoleptik ini secara mandiri dalam dalam upaya menjaga kualitas produk pangan yang dihasilkan.
Title: Peningkatan Mutu dan Daya Jual Gula Semut melalui Uji Organoleptik di Desa Gelangsar Lombok Barat
Description:
Gula aren telah diproduksi oleh bangsa Indonesia sejak lama.
Di Desa Gelangsar gula aren diproduksi oleh masyarakat pengarajin gula aren dan juga beberapa UMKM.
Pada umumnya gula ren yang diproduksi di Desa Gelangsar berbentuk balok.
Oleh sebab itu, Kelompok KKN Desa Gelangsar 2021/2022 memperkenalkan inovasi baru dalam pengolahan gula aren di desa Gelangsar, yaitu pengolahan gula aren berbentuk balok menjadi gula aren berbentuk granular atau lebih dikenal sebagai gula semut.
Produk gula semut yang dihasilkan diberi label Gelangsar Gula Semut (GGS).
Produksi GGS harus disertai dengan penjaminan mutu produk.
Uji organoleptik dapat diterapkan untuk pengendalian mutu GGS.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan keterampilan kepada masyarakat mitra dalam hal pengendalian mutu produk gula semut melalui pengujian organoleptik.
Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu sosialisasi uji organoleptik yang kemudian dilanjutkan dengan praktik pengujian di laboratorium dan juga di lapangan.
Secara umum kegiatan pengabdian ini telah berhasil melatih masyarakat mitra dalam melakukan pengujian mutu produk GGS menggunakan metode uji organoleptik.
Diharapkan dimasa mendatang masyarakat mitra dapat menerapkan metode uji organoleptik ini secara mandiri dalam dalam upaya menjaga kualitas produk pangan yang dihasilkan.
Related Results
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kebiasaan masyarakat bali yang cukup gemar mengonsumsi rujak semakin membuat eksistensi rujak gula bali semakin melejit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gula are...
KELAYAKAN DAN DAYA SAING USAHA GULA SEMUT PAHANGGA LAMI DI BUMDESMA HULU PERKASA
KELAYAKAN DAN DAYA SAING USAHA GULA SEMUT PAHANGGA LAMI DI BUMDESMA HULU PERKASA
Tujuan penelitian ini untuk; (1) mengidentifikasi daya saing usaha gula semut yang dilakukan BUMDESma Hulu Perkasa, dan (2) mengetahui kelayakan usaha gula semut BUMDESma Hulu Perk...
Penyebaran Semut dalam Kawasan Hutan di Pulau Saparua, Propinsi Maluku
Penyebaran Semut dalam Kawasan Hutan di Pulau Saparua, Propinsi Maluku
Semut akan merespon kehadiran manusia dalam habitatnya, dimana kehadiran manusia melalui kegiatan pengambilan hasil hutan akan berdampak terhadap penyebaran semut dan peranannya da...
Pengaruh Konsumsi Gula Pasir Dan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Dalam Darah Pada Penderita Diabetes Millitus Di Desa Bulokarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2010
Pengaruh Konsumsi Gula Pasir Dan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Dalam Darah Pada Penderita Diabetes Millitus Di Desa Bulokarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2010
Diabetes saat ini menjadi penyakit yang mulai menjangkiti penduduk di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. World Healt Organitation (WHO) memperkirakan pada tahun 2030 nanti...
TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT
TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT
ABSTRAK:Nira merupakan salah satu komoditi yang termasuk dalam kelompok Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)yang banyak dihasilkan di Dusun Sidemen Desa Lembah Sari, Kekait, Lombok Barat....
Identifikasi Karakteristik Ternak Kerbau dan Harga Jualnya di Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya
Identifikasi Karakteristik Ternak Kerbau dan Harga Jualnya di Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik serta menentukan harga jual ternak kerbau di Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian ini dilaksanakan selam...

