Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Motivasi dengan Ketepatan Waktu Suntik Ulang Akseptor Kb Suntik 1 Bulan

View through CrossRef
Kontrasepsi suntik 1 bulan merupakan kontrasepsi yang harus diberikan setiap bulan agar tingkat efektivitasnya terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan dukungan motivasi dari akseptor untuk melaksanakan suntik ulang secara tepat waktu. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi dengan ketepatan waktu suntik ulang pada akseptor KB suntik 1 bulan di PMB Ny. Endang Sumaningdyah Bandar Lor Kota Kediri. Desain pada penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan  cross sectional. Populasinya seluruh akseptor suntik 1 bulan  di PMB Ny Endang Sumaningdyah Bandar Lor Kota Kediri dengan teknik sampling accidental  sampling di dapatkan sampel 30 responden. Pengumpulan data tentang motivasi suntik menggunakan kuesioner sedangkan ketepatan suntik ulang dengan kartu akseptor KB. Data diolah dan dianalisis dengan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki motivasi suntik ulang kategori rendah  yaitu 17 responden (56,7%), sebagian besar responden melakukan suntik ulang tepat waktu yaitu 23 responden (76,6%) dan ada hubungan motivasi dengan ketepatan waktu suntik ulang KB suntik 1 bulan (p=0,007 < 0,05 maka H0 diterima) dengan koefisien korelasi 0,482). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ada hubungan motivasi dengan ketepatan waktu suntik ulang, motivasi merupakan daya dorong bagi akseptor untuk melaksanakan suntik ulang tepat waktu. Dibutuhkan peran serta tenaga kesehatan khususnya bidan tempat dimana ibu mendapatkan suntikan untuk menekankan dan mengingatkan pentingnya datang sesuai dengan jadual yang ada dalam Kartu akseptor KB.
Akademi Kebidanan Dharma Husada Kediri
Title: Hubungan Motivasi dengan Ketepatan Waktu Suntik Ulang Akseptor Kb Suntik 1 Bulan
Description:
Kontrasepsi suntik 1 bulan merupakan kontrasepsi yang harus diberikan setiap bulan agar tingkat efektivitasnya terpenuhi.
Oleh karena itu diperlukan dukungan motivasi dari akseptor untuk melaksanakan suntik ulang secara tepat waktu.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi dengan ketepatan waktu suntik ulang pada akseptor KB suntik 1 bulan di PMB Ny.
Endang Sumaningdyah Bandar Lor Kota Kediri.
Desain pada penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan  cross sectional.
Populasinya seluruh akseptor suntik 1 bulan  di PMB Ny Endang Sumaningdyah Bandar Lor Kota Kediri dengan teknik sampling accidental  sampling di dapatkan sampel 30 responden.
Pengumpulan data tentang motivasi suntik menggunakan kuesioner sedangkan ketepatan suntik ulang dengan kartu akseptor KB.
Data diolah dan dianalisis dengan uji Regresi Logistik.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki motivasi suntik ulang kategori rendah  yaitu 17 responden (56,7%), sebagian besar responden melakukan suntik ulang tepat waktu yaitu 23 responden (76,6%) dan ada hubungan motivasi dengan ketepatan waktu suntik ulang KB suntik 1 bulan (p=0,007 < 0,05 maka H0 diterima) dengan koefisien korelasi 0,482).
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ada hubungan motivasi dengan ketepatan waktu suntik ulang, motivasi merupakan daya dorong bagi akseptor untuk melaksanakan suntik ulang tepat waktu.
Dibutuhkan peran serta tenaga kesehatan khususnya bidan tempat dimana ibu mendapatkan suntikan untuk menekankan dan mengingatkan pentingnya datang sesuai dengan jadual yang ada dalam Kartu akseptor KB.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
1035325 Hubungan Antara KB Suntik 3 bulan Pada Akseptor KB ≥ 3 Kali Suntik dan Metroragia Terhadap Peningkatan Berat Badan
1035325 Hubungan Antara KB Suntik 3 bulan Pada Akseptor KB ≥ 3 Kali Suntik dan Metroragia Terhadap Peningkatan Berat Badan
ABSTRAK Di Indonesia, Kontrasepsi hormonal jenis KB Suntik semakin banyak dipakai hal ini dikarenakan metode KB yang paling banyak diketahui masyarakat, cara kerja yang efekt...
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Progestin Dengan Siklus Menstruasi
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Progestin Dengan Siklus Menstruasi
Pendahuluan : Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh WUS di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi suntik progestin meningkat beberapa waktu belakang...
Hubungan Pemakaian Kb Suntik 3 Bulan dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor : Studi Literatur
Hubungan Pemakaian Kb Suntik 3 Bulan dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor : Studi Literatur
KB suntik dan pil merupakan alat kontrasepsi yang banyak digunakan memiliki efek samping utama kenaikan berat badan sebanyak 2,6% pada akseptor suntik, dengan yang paling banyak di...
Description Of The Characteristic Of Family Planning Service Users Regarding Continued Use Modern Contraceptive In Riau Province
Description Of The Characteristic Of Family Planning Service Users Regarding Continued Use Modern Contraceptive In Riau Province
Menurut BKKBN, KB aktif di antara PUS tahun 2019 sebesar 62,5%, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 63,27%. Sementara target RPJMN yang ingin dicapai tahun 2019...
RATA-RATA KENAIKAN BERAT BADAN ANTARA PEMAKAIAN KB SUNTIK KOMBINASI DENGAN DMPA DI RUMAH BERSALIN AMANDA SLEMAN TAHUN 2014-2015
RATA-RATA KENAIKAN BERAT BADAN ANTARA PEMAKAIAN KB SUNTIK KOMBINASI DENGAN DMPA DI RUMAH BERSALIN AMANDA SLEMAN TAHUN 2014-2015
Abstrak : Efek samping kontrasepsi suntik yang paling tinggi frekuensinya adalah kenaikan berat badan. Efek berlanjut dari kenaikan berat badan adalah obesitas yaitu dapat menimbul...
Gambaran Kadar Kolesterol pada Akseptor Kontrasepsi Suntik
Gambaran Kadar Kolesterol pada Akseptor Kontrasepsi Suntik
Berdasarkan data hasil sensus penduduk yang tercatat 2016 lebih dari 258 juta jiwa dan diproyeksikan bahwa jumlah ini akan terus bertambah. Program keluarga berencana untuk perenca...

Back to Top