Javascript must be enabled to continue!
Crowding In dan Crowding Out Dampak Keragaman Penerimaan Bantuan Sosial (BPNT, BST dan BLTDD ) terhadap Pengeluaran Rumah Tangga di Tengah Pandemi Covid-19
View through CrossRef
Beragam bantuan sosial yang didistribusikan oleh pemerintah pada masa pandemi covid-19 menjadi bagian komponen pendapatan rumah tangga yang kemudian dialokasikan untuk pengeluaran konsumsi, bantuan sosial yang didistribusikan oleh pemerintah kepada rumah tangga di Indonesia di antaranya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek crowding in dan crowding out dari keragaman bantuan sosial BPNT,BST, dan BLTDD yang diterima 63.924 rumah tangga di Indonesia pada saat krisis ekonomi terhadap pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan. Dengan menggunakan data sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional 2020 pada modul ketahanan sosial (Hansos) dan Susenas KOR, kemudian dianalisis menggunakan model Seemingly Unrelated Regression (SUR), penelitian ini menemukan bahwa BPNT, BST dan BLTDD signifikan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga. Jika pengaruh bantuan sosial BPNT, BST, dan BLTDD positif (Crowding in) untuk belanja makanan maka dalam penelitian ini menemukan hubungan yang negatif (Crowding out) untuk pengeluaran bukan makanan. Namun ketika bantuan sosial disimulasikan dalam bentuk uang tunai maka konsumsi rumah tangga cenderung negatif untuk makanan (Crowding out) dan positif (Crowding in) untuk konsumsi konsumsi bukan makanan.
Kata kunci: Bantuan sosial, BPNT, BST,BLTDD;Covid-19.
Abstract
The Covid-19 pandemic has resulted in a significant increase in social assistance distributed by the government, which has become a crucial component of household income. This has enabled households to allocate a greater proportion of income to consumption expenditure. This study aims to analyze the effects of crowding in and out of the various social assistance BPNT, BST, and BLTDD received by 63,924 households in Indonesia during the economic crisis on food and non-food expenditures. Using secondary data from the 2020 National Socioeconomic Survey on the social security module (Hansos) and Susenas KOR, then analyzed using the Seemingly Unrelated Regression (SUR) model, this study found that BPNT, BST, and BLTDD significantly affect household spending. This study finds that while the influence of BPNT, BST, and BLTDD social assistance may be positive towards food spending (crowding in), it has a negative relationship towards non-food expenditure (crowding out). However, when social service simulates as cash, household consumption tends to be harmful to food (crowding out) and positive (crowding in) for non-food consumption.
Key words: Social Assiatance; BPNT; BST; BLTDD; Covid-19.
Title: Crowding In dan Crowding Out Dampak Keragaman Penerimaan Bantuan Sosial (BPNT, BST dan BLTDD ) terhadap Pengeluaran Rumah Tangga di Tengah Pandemi Covid-19
Description:
Beragam bantuan sosial yang didistribusikan oleh pemerintah pada masa pandemi covid-19 menjadi bagian komponen pendapatan rumah tangga yang kemudian dialokasikan untuk pengeluaran konsumsi, bantuan sosial yang didistribusikan oleh pemerintah kepada rumah tangga di Indonesia di antaranya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek crowding in dan crowding out dari keragaman bantuan sosial BPNT,BST, dan BLTDD yang diterima 63.
924 rumah tangga di Indonesia pada saat krisis ekonomi terhadap pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan.
Dengan menggunakan data sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional 2020 pada modul ketahanan sosial (Hansos) dan Susenas KOR, kemudian dianalisis menggunakan model Seemingly Unrelated Regression (SUR), penelitian ini menemukan bahwa BPNT, BST dan BLTDD signifikan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Jika pengaruh bantuan sosial BPNT, BST, dan BLTDD positif (Crowding in) untuk belanja makanan maka dalam penelitian ini menemukan hubungan yang negatif (Crowding out) untuk pengeluaran bukan makanan.
Namun ketika bantuan sosial disimulasikan dalam bentuk uang tunai maka konsumsi rumah tangga cenderung negatif untuk makanan (Crowding out) dan positif (Crowding in) untuk konsumsi konsumsi bukan makanan.
Kata kunci: Bantuan sosial, BPNT, BST,BLTDD;Covid-19.
Abstract
The Covid-19 pandemic has resulted in a significant increase in social assistance distributed by the government, which has become a crucial component of household income.
This has enabled households to allocate a greater proportion of income to consumption expenditure.
This study aims to analyze the effects of crowding in and out of the various social assistance BPNT, BST, and BLTDD received by 63,924 households in Indonesia during the economic crisis on food and non-food expenditures.
Using secondary data from the 2020 National Socioeconomic Survey on the social security module (Hansos) and Susenas KOR, then analyzed using the Seemingly Unrelated Regression (SUR) model, this study found that BPNT, BST, and BLTDD significantly affect household spending.
This study finds that while the influence of BPNT, BST, and BLTDD social assistance may be positive towards food spending (crowding in), it has a negative relationship towards non-food expenditure (crowding out).
However, when social service simulates as cash, household consumption tends to be harmful to food (crowding out) and positive (crowding in) for non-food consumption.
Key words: Social Assiatance; BPNT; BST; BLTDD; Covid-19.
Related Results
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Analisis Pengeluaran Rumah Tangga Selama Pandemi Covid –19 di Bandung
Analisis Pengeluaran Rumah Tangga Selama Pandemi Covid –19 di Bandung
Kota Bandung merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesejahteraan yang baik jika dilihat dari pengeluaran rumah tangganya. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2018...
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, dig...
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK MENGELOMPOKKAN PENERIMA BANTUAN SOSIAL TUNAI (BST) DI JAWA BARAT
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK MENGELOMPOKKAN PENERIMA BANTUAN SOSIAL TUNAI (BST) DI JAWA BARAT
Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah program bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dengan tujuan untuk membantu meringankan beban keluarga peneri...
Utopia Bantuan Pangan Non Tunai dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat
Utopia Bantuan Pangan Non Tunai dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat
Salah satu upaya pemerintah mengatasi kemiskinan melalui program pemberian bantuan sosial. Pemerintah telah berulang kali menyalurkan program bantuan sosial dengan penamaan yang se...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...

