Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh lama maturasi pada sintesis komposit hydroxyapatite-polyethylene glycol terhadap kristalinitas dan kekerasan
View through CrossRef
Hydroxyapatite (Ca10(PO4)6(OH)2) merupakan salah satu jenis biokeramik yang banyak digunakan dalam aplikasi medis karena sifat-sifatnya yang unggul. Keunggulan dari hidroksiapatit adalah kemiripannya dengan struktur kimia tulang dan jaringan keras pada tulang manusia. Material ini dapat mendorong pertumbuhan tulang baru, serta mempercepat proses penyatuan tulang. Batuan Calcite Puger berpeluang sebagai bahan dasar pembuatan HA, karena calcite Puger mengandung kalsium sebesar 98,36 persen yang berpotensi untuk digunakan pada produksi HA. Untuk memenuhi syarat sebagai material substitusi tulang, HA harus didesain dalam bentuk komposit dengan polimer, karena tulang merupakan komposit alami yang terdiri dari bahan organik dan inorganik. Polyethylene Glycol merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan sebagai komposit HA-PEG karena memilki sifat spesifik, yaitu tidak beracun, osteokonduktif, biocompatible, biodegradable, dan hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis HA dengan menggunakan bahan dasar Ca(OH)2 dari calcite Puger, H3PO4, dan NH4OH sebagai pengontrol pH. Metode kopresipitasi digunakan untuk mempreparasi komposit HA-PEG dengan perbandingan 80:20 persen berat. Ukuran kristal, fasa dan kristalinitas dikarakterisasi menggunakan XRD, Fotografi mikrostruktur diamati dengan SEM, perbandingan Ca/P dengan menggunakan EDX, dan kekerasan menggunakan vickers hardness. Lama Maturasi komposit HA-PEG adalah 12, 24 dan 36 jam. Dengan metode kopresipitasi, HA yang diperoleh memiliki nilai perbandingan Ca/P sebesar 1,68 dan ukuran kristal sebesar 22,87 nm. Hasil yang diperoleh dari karakterisasi XRD menunjukkan bahwa bertambahnya lama maturasi mempengaruhi ukuran kristal dan kekerasan, namun tidak mempengaruhi kristalinitas komposit HA-PEG. Kekerasan komposit HA-PEG hasil sintesis untuk lama maturasi 12, 24 dan 36 jam adalah 43,1, 71,2 dan 64,1 kg/mm2.
State University of Malang (UM)
Title: Pengaruh lama maturasi pada sintesis komposit hydroxyapatite-polyethylene glycol terhadap kristalinitas dan kekerasan
Description:
Hydroxyapatite (Ca10(PO4)6(OH)2) merupakan salah satu jenis biokeramik yang banyak digunakan dalam aplikasi medis karena sifat-sifatnya yang unggul.
Keunggulan dari hidroksiapatit adalah kemiripannya dengan struktur kimia tulang dan jaringan keras pada tulang manusia.
Material ini dapat mendorong pertumbuhan tulang baru, serta mempercepat proses penyatuan tulang.
Batuan Calcite Puger berpeluang sebagai bahan dasar pembuatan HA, karena calcite Puger mengandung kalsium sebesar 98,36 persen yang berpotensi untuk digunakan pada produksi HA.
Untuk memenuhi syarat sebagai material substitusi tulang, HA harus didesain dalam bentuk komposit dengan polimer, karena tulang merupakan komposit alami yang terdiri dari bahan organik dan inorganik.
Polyethylene Glycol merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan sebagai komposit HA-PEG karena memilki sifat spesifik, yaitu tidak beracun, osteokonduktif, biocompatible, biodegradable, dan hidrofilik.
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis HA dengan menggunakan bahan dasar Ca(OH)2 dari calcite Puger, H3PO4, dan NH4OH sebagai pengontrol pH.
Metode kopresipitasi digunakan untuk mempreparasi komposit HA-PEG dengan perbandingan 80:20 persen berat.
Ukuran kristal, fasa dan kristalinitas dikarakterisasi menggunakan XRD, Fotografi mikrostruktur diamati dengan SEM, perbandingan Ca/P dengan menggunakan EDX, dan kekerasan menggunakan vickers hardness.
Lama Maturasi komposit HA-PEG adalah 12, 24 dan 36 jam.
Dengan metode kopresipitasi, HA yang diperoleh memiliki nilai perbandingan Ca/P sebesar 1,68 dan ukuran kristal sebesar 22,87 nm.
Hasil yang diperoleh dari karakterisasi XRD menunjukkan bahwa bertambahnya lama maturasi mempengaruhi ukuran kristal dan kekerasan, namun tidak mempengaruhi kristalinitas komposit HA-PEG.
Kekerasan komposit HA-PEG hasil sintesis untuk lama maturasi 12, 24 dan 36 jam adalah 43,1, 71,2 dan 64,1 kg/mm2.
Related Results
Pengaruh lama maturasi pada sintesis biokeramik komposit CaO-TiO2 terhadap ukuran kristal, mikrostruktur dan kekerasan
Pengaruh lama maturasi pada sintesis biokeramik komposit CaO-TiO2 terhadap ukuran kristal, mikrostruktur dan kekerasan
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) akhir-akhir ini mendorong banyaknya inovasi dalam dunia medis terutama penggunaan biomaterial sebagai implan pengganti tulang da...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Final Report on the Safety Assessment of Propylene Glycol (PG) Dicaprylate, PG Dicaprylate/Dicaprate, PG Dicocoate, PG Dipelargonate, PG Isostearate, PG Laurate, PG Myristate, PG Oleate, PG Oleate SE, PG Dioleate, PG Dicaprate, PG Diisostearate, and PG Di
Final Report on the Safety Assessment of Propylene Glycol (PG) Dicaprylate, PG Dicaprylate/Dicaprate, PG Dicocoate, PG Dipelargonate, PG Isostearate, PG Laurate, PG Myristate, PG Oleate, PG Oleate SE, PG Dioleate, PG Dicaprate, PG Diisostearate, and PG Di
The Propylene Glycol Dicaprylate family of ingredients includes several esters and diesters of Propylene Glycol and fatty acids. These ingredients are used in cosmetic formulations...
Enhanced osteoconductivity of sodium‐substituted hydroxyapatite by system instability
Enhanced osteoconductivity of sodium‐substituted hydroxyapatite by system instability
AbstractThe effect of substituting sodium for calcium on enhanced osteoconductivity of hydroxyapatite was newly investigated. Sodium‐substituted hydroxyapatite was synthesized by r...
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Sejak 2019 di Wuhan, China mewabah virus corona virus desease (Covid-19). Hal ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi masalah lingkungan dengan munculnya timbulan lim...
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
Kemajuan dalam bidang industri sudah sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu bidang yang mengalami perkembangan itu adalah bahan Komposit sebagai bahan material. Ha...

