Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh lama maturasi pada sintesis biokeramik komposit CaO-TiO2 terhadap ukuran kristal, mikrostruktur dan kekerasan

View through CrossRef
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) akhir-akhir ini mendorong banyaknya inovasi dalam dunia medis terutama penggunaan biomaterial sebagai implan pengganti tulang dan gigi, salah satunya bahan tersebut adalah biokeramik komposit CaO-TiO2. Bahan biokeramik komposit CaO-TiO2 dapat digunakan untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak terutama sebagai implan gigi, penyambung tulang, struktur penahan katup jantung, dan pengganti tulang tengkorak. Paduan antara CaO-TiO2 memiliki beberapa keuntungan diantaranya memiliki biokompatibilitas yang baik, dapat tumbuh serta berkembang bersama-sama dengan tulang asli serta memiliki ketahanan mekanik yang baik. Berdasarkan paparan di atas, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama maturasi pada biokeramik komposit CaO-TiO2 dengan metode kopresipitasi terhadap kristalinitas, mikrostruktur, dan kekerasan. Pada penelitian ini bahan dasar yang digunakan adalah CaO yang berasal dari batuan kapur alam yang diambil dari pantai Balekambang Kabupaten Malang dan TiO2 dengan kemurnian 99 persen. Sampel dilarutkan dalam aquades dan distirer selama 15 jam pada suhu 70 derajat celcius. Lama maturasi divariasi mulai dari 12, 24, 36, 48, dan 60 jam, dianneling pada suhu 100 derajat celcius selama 24 jam dan disintering selama 4 jam pada suhu 1100 derajat celcius. Sampel dikarakterisasi ukuran kristal, mikrostruktur, dan kekerasan, dengan menggunakan XRD, SEM, dan Micro Vickers Hardness. Hasil analisis CaO-TiO2 menunjukkan kecocokan dan keberhasilan sintesis dengan model pembanding CaO-TiO2 dari Inorganic Crystal Structure Database (ICSD) dengan nilai score diatas 50. Berdasarkan perhitungan teoritik yang dilakukan dengan menentukan nilai FWHM (Full Widht at Half Maximum) dari pola difraksi sampel yang kemudian digunakan pada formula scherrer, diperoleh hasil peningkatan ukuran kristal yang bervariasi terhadap lama maturasi komposit CaO-TiO2 dengan besar antara 45,06 nm-70,85 nm. Dengan meningkatnya ukuran kristal terhadap lama maturasi maka akan disertai oleh peningkatan ukuran butir, sehingga semakin sedikit jumlah pori-pori yang terbentuk pada bahan yang ditunjukan oleh menurunnya nilai luas fraksi pori sebesar 4,97 persen pada lama maturasi 12 jam menjadi 4,79 persen pada lama maturasi 60 jam. Dengan semakin kecilnya nilai fraksi total pori maka semakin besar kekerasan dari bahan tersebut, hal ini ditunjukan dengan nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada lama maturasi 60 jam sebesar 497,2 MPa.
Title: Pengaruh lama maturasi pada sintesis biokeramik komposit CaO-TiO2 terhadap ukuran kristal, mikrostruktur dan kekerasan
Description:
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) akhir-akhir ini mendorong banyaknya inovasi dalam dunia medis terutama penggunaan biomaterial sebagai implan pengganti tulang dan gigi, salah satunya bahan tersebut adalah biokeramik komposit CaO-TiO2.
Bahan biokeramik komposit CaO-TiO2 dapat digunakan untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak terutama sebagai implan gigi, penyambung tulang, struktur penahan katup jantung, dan pengganti tulang tengkorak.
Paduan antara CaO-TiO2 memiliki beberapa keuntungan diantaranya memiliki biokompatibilitas yang baik, dapat tumbuh serta berkembang bersama-sama dengan tulang asli serta memiliki ketahanan mekanik yang baik.
Berdasarkan paparan di atas, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama maturasi pada biokeramik komposit CaO-TiO2 dengan metode kopresipitasi terhadap kristalinitas, mikrostruktur, dan kekerasan.
Pada penelitian ini bahan dasar yang digunakan adalah CaO yang berasal dari batuan kapur alam yang diambil dari pantai Balekambang Kabupaten Malang dan TiO2 dengan kemurnian 99 persen.
Sampel dilarutkan dalam aquades dan distirer selama 15 jam pada suhu 70 derajat celcius.
Lama maturasi divariasi mulai dari 12, 24, 36, 48, dan 60 jam, dianneling pada suhu 100 derajat celcius selama 24 jam dan disintering selama 4 jam pada suhu 1100 derajat celcius.
Sampel dikarakterisasi ukuran kristal, mikrostruktur, dan kekerasan, dengan menggunakan XRD, SEM, dan Micro Vickers Hardness.
Hasil analisis CaO-TiO2 menunjukkan kecocokan dan keberhasilan sintesis dengan model pembanding CaO-TiO2 dari Inorganic Crystal Structure Database (ICSD) dengan nilai score diatas 50.
Berdasarkan perhitungan teoritik yang dilakukan dengan menentukan nilai FWHM (Full Widht at Half Maximum) dari pola difraksi sampel yang kemudian digunakan pada formula scherrer, diperoleh hasil peningkatan ukuran kristal yang bervariasi terhadap lama maturasi komposit CaO-TiO2 dengan besar antara 45,06 nm-70,85 nm.
Dengan meningkatnya ukuran kristal terhadap lama maturasi maka akan disertai oleh peningkatan ukuran butir, sehingga semakin sedikit jumlah pori-pori yang terbentuk pada bahan yang ditunjukan oleh menurunnya nilai luas fraksi pori sebesar 4,97 persen pada lama maturasi 12 jam menjadi 4,79 persen pada lama maturasi 60 jam.
Dengan semakin kecilnya nilai fraksi total pori maka semakin besar kekerasan dari bahan tersebut, hal ini ditunjukan dengan nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada lama maturasi 60 jam sebesar 497,2 MPa.

Related Results

Pengaruh lama maturasi pada sintesis komposit hydroxyapatite-polyethylene glycol terhadap kristalinitas dan kekerasan
Pengaruh lama maturasi pada sintesis komposit hydroxyapatite-polyethylene glycol terhadap kristalinitas dan kekerasan
Hydroxyapatite (Ca10(PO4)6(OH)2) merupakan salah satu jenis biokeramik yang banyak digunakan dalam aplikasi medis karena sifat-sifatnya yang unggul. Keunggulan dari hidroksiapatit...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA. Baja dan paduannya digunakan sebagai bahan struktur komponen reaktor nukli...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Fotodegradasi Zat Warna Methanyl Yellow Menggunakan Komposit Zeolit-TiO2
Fotodegradasi Zat Warna Methanyl Yellow Menggunakan Komposit Zeolit-TiO2
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kristalinitas dan morfologi permukaan zeolit-TiO2, serta mengetahui kondisi optimum degradasi zat warna methanyl yellow menggunak...
Decolorization of textile wastewater by electrooxidation process using different anode materials: Statistical optimization
Decolorization of textile wastewater by electrooxidation process using different anode materials: Statistical optimization
AbstractThe presence of reactive dyes in textile wastewater is a serious environmental concern due to their associated mutagenic and carcinogenic effects. The present study aims to...
Photocatalytic Syntheis of L-Pipecolinic Acid from L-Lysine by Hollow Core-Shell Titania Particles
Photocatalytic Syntheis of L-Pipecolinic Acid from L-Lysine by Hollow Core-Shell Titania Particles
A possible approach for photocatalytic selective organic synthesis is utilization of photocatalysts of or in defined microstructures. We have reported [1,2] fabrication of a novel...

Back to Top