Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tingkat Pengetahuan Peternak Tentang Manajemen Reproduksi Kambing Lakor di Desa Lolotuara Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya

View through CrossRef
The purpose of this service is to increase the knowledge and skills of breeders regarding reproductive management of goats in general and measure the ability of farmers to detect estrus and determine mating time before and after parturition through pre-test and post-test evaluations. The method used is the method of socialization (sexual maturity, lust, marriage, pregnancy, birth and weaning, lust and remarriage after parturition); demonstration method (showing and making your own pictures of the cattle mating calendar); Evaluation method (Pre-test and post-test related to the ability to detect lust and determine the right time to mate after parturition). The delivery of material and questions and answers starts from the understanding of reproductive management in its environment including sexual maturity, estrus detection, marriage, pregnancy, birth and weaning and remarriage after giving birth. After that, it was continued with training/practice in which the breeder made and studied the calendar of cattle mating times. This session received a good response because it was seen from the participation and activity of the participants during the process of this activity, both in the delivery of materials and discussions as well as training/practice. Based on the results of the evaluation of the knowledge of farmers about determining estrus detection and determining the timing of remarriage after giving birth before (pre-test) the delivery of material and practice shows that the average knowledge of farmers is in the less category, namely 100%, can only mention 1 answer point. Meanwhile, after the delivery of the material, there was an increase in knowledge of breeders about lust detection, which was in the medium category (57%), the determination of mating time was also in the medium category (60%) which could mention 2-3 points of answers. From the overall evaluation, there was an increase in the knowledge of farmers before and after the delivery of materials and practices so it can be said that this service was achieved according to the expected results.  Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak tentang manajemen reproduksi ternak kambing secara umum dan mengukur tingkat pengetahuan peternak dalam mendeteksi estrus dan penentuan waktu kawin sebelum dan sesudah partus melalui evaluasi pre test dan post test. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi (dewasa kelamin, birahi, perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan penyapihan, birah dan kawin kembali setela partus) ; metode demonstrasi (menunjukan serta membuat sendiri gambar kalender perkawinan ternak); metode Evaluasi (Pre test dan post test terkait kemampuan deteksi birahi dan penentuan waktu kawain yang tepat setelah partus). Penyampaian materi dan tanya jawab dimulai dari pengertian manajemen reproduksi ruang lingkungnya meliputi umur dewasa kelamin, deteksi estrus, perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan penyapihan serta kawin kembali setelah beranak. Setelah itu,dilanjutkan dengan pelatihan/praktek yakni peternak membuat dan mempelajari kalender waktu perkawinan ternak. Sesi ini mendapatkan respon yang baik karena dilihat dari keikutsertaan dan keaktifan peserta selama proses kegiatan ini berlangsung, baik dalam penyampaian materi dan diskusi maupun pelatihan/praktek. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan peternak tentang penentuan deteksi estrus dan penentuan waktu kawin kembali setelah beranak sebelum (pre test) penyampaian materi dan praktek menunjukan bahwa rata - rata pengetahuan peternak berada pada kategori kurang yakni (100%), hanya bisa menyebutkan 1 poin jawaban. Sedangkan setelah penyampaian materi adanya peningkatan pengetahuan peternak tentang deteksi birahi yakni berada pada kategori sedang (57%), penentuan waktu kawin juga berada pada kategori sedang (60 %) yakni dapat menyebutkan 2-3 poit jawaban. Dari keseluruhan Evaluasi, adanya peningkatan pengetahuan peternak sesudah penyampaian materi dan praktek sehingga dapat dikatakan pengabdian ini tercapai sesuai hasil yang diharapkan.
Title: Tingkat Pengetahuan Peternak Tentang Manajemen Reproduksi Kambing Lakor di Desa Lolotuara Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Description:
The purpose of this service is to increase the knowledge and skills of breeders regarding reproductive management of goats in general and measure the ability of farmers to detect estrus and determine mating time before and after parturition through pre-test and post-test evaluations.
The method used is the method of socialization (sexual maturity, lust, marriage, pregnancy, birth and weaning, lust and remarriage after parturition); demonstration method (showing and making your own pictures of the cattle mating calendar); Evaluation method (Pre-test and post-test related to the ability to detect lust and determine the right time to mate after parturition).
The delivery of material and questions and answers starts from the understanding of reproductive management in its environment including sexual maturity, estrus detection, marriage, pregnancy, birth and weaning and remarriage after giving birth.
After that, it was continued with training/practice in which the breeder made and studied the calendar of cattle mating times.
This session received a good response because it was seen from the participation and activity of the participants during the process of this activity, both in the delivery of materials and discussions as well as training/practice.
Based on the results of the evaluation of the knowledge of farmers about determining estrus detection and determining the timing of remarriage after giving birth before (pre-test) the delivery of material and practice shows that the average knowledge of farmers is in the less category, namely 100%, can only mention 1 answer point.
Meanwhile, after the delivery of the material, there was an increase in knowledge of breeders about lust detection, which was in the medium category (57%), the determination of mating time was also in the medium category (60%) which could mention 2-3 points of answers.
From the overall evaluation, there was an increase in the knowledge of farmers before and after the delivery of materials and practices so it can be said that this service was achieved according to the expected results.
  Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak tentang manajemen reproduksi ternak kambing secara umum dan mengukur tingkat pengetahuan peternak dalam mendeteksi estrus dan penentuan waktu kawin sebelum dan sesudah partus melalui evaluasi pre test dan post test.
Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi (dewasa kelamin, birahi, perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan penyapihan, birah dan kawin kembali setela partus) ; metode demonstrasi (menunjukan serta membuat sendiri gambar kalender perkawinan ternak); metode Evaluasi (Pre test dan post test terkait kemampuan deteksi birahi dan penentuan waktu kawain yang tepat setelah partus).
Penyampaian materi dan tanya jawab dimulai dari pengertian manajemen reproduksi ruang lingkungnya meliputi umur dewasa kelamin, deteksi estrus, perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan penyapihan serta kawin kembali setelah beranak.
Setelah itu,dilanjutkan dengan pelatihan/praktek yakni peternak membuat dan mempelajari kalender waktu perkawinan ternak.
Sesi ini mendapatkan respon yang baik karena dilihat dari keikutsertaan dan keaktifan peserta selama proses kegiatan ini berlangsung, baik dalam penyampaian materi dan diskusi maupun pelatihan/praktek.
Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan peternak tentang penentuan deteksi estrus dan penentuan waktu kawin kembali setelah beranak sebelum (pre test) penyampaian materi dan praktek menunjukan bahwa rata - rata pengetahuan peternak berada pada kategori kurang yakni (100%), hanya bisa menyebutkan 1 poin jawaban.
Sedangkan setelah penyampaian materi adanya peningkatan pengetahuan peternak tentang deteksi birahi yakni berada pada kategori sedang (57%), penentuan waktu kawin juga berada pada kategori sedang (60 %) yakni dapat menyebutkan 2-3 poit jawaban.
Dari keseluruhan Evaluasi, adanya peningkatan pengetahuan peternak sesudah penyampaian materi dan praktek sehingga dapat dikatakan pengabdian ini tercapai sesuai hasil yang diharapkan.

Related Results

Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Abstract  This study aims at determining the population dynamics of the Lakor goats raised traditionally by the local community in Lakor District, Southwest Maluku Regency. This st...
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KENDALA PRODUKSI DAN PEMASARAN TERNAK KAMBING LAKOR DI PULAU LAKOR PROVINSI MALUKU
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KENDALA PRODUKSI DAN PEMASARAN TERNAK KAMBING LAKOR DI PULAU LAKOR PROVINSI MALUKU
This study aims to identify the socioeconomic characteristics of goat breeders and the constraints that affect the production and marketing of Lakor goat livestock as well as polic...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Produktivitas Induk dalam Usaha Ternak Kambing Lakor pada Kondisi Pedesaan di Pulau Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Produktivitas Induk dalam Usaha Ternak Kambing Lakor pada Kondisi Pedesaan di Pulau Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Parent Productivity in the Lakor Goat Farming Business in Rural Conditions on Lakor Island, Southwest Maluku Regency. This research was carried out in May-June 2023 in three villag...
PRODUCTIVITY GOAT LAKOR FARMING ON LAKOR ISLAND SOUTHWEST MALUKU DISTRICT
PRODUCTIVITY GOAT LAKOR FARMING ON LAKOR ISLAND SOUTHWEST MALUKU DISTRICT
This study aims to determine the productivity of Lakor goats in rural conditions on Lakor Island, Southwest Maluku Regency. This researchwas conducted in October-November 2022 on L...
Peningkatan Kapasitas Peternak dalam Manajemen Pemeliharaan Kambing Lakor di Pulau Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya
Peningkatan Kapasitas Peternak dalam Manajemen Pemeliharaan Kambing Lakor di Pulau Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam manajemen pemeliharaan kambing Lakor sebagai ternak lokal unggul Pulau Lakor. Permas...
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahaternak Kambing Kacang Di Desa Jombangdelik Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahaternak Kambing Kacang Di Desa Jombangdelik Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik
Kambing merupakan hewan ruminansia yang berukuran lebih kecil dibandingkan domba. Peternakan kambing merupakan salah satu jenis peternakan yang menghasilkan daging, susu, kulit, ku...
Prevalensi Penyakit Mastitis pada Ternak Kambing di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat
Prevalensi Penyakit Mastitis pada Ternak Kambing di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat
Kabupaten Majene menjadi penghasil kambing terbesar di Provinsi Sulawesi Barat. Sistem pemeliharaan kambing yang ada di Kabupaten Majene dilakukan secara tradisional dan semi inten...

Back to Top