Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan SOP Manajemen Insiden TI Berdasarkan Framework ITIL V3 pada BPS Provinsi Jawa Timur
View through CrossRef
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengelola data statistik. Saat ini, BPS Jawa Timur menghadapi tantangan dalam hal penanganan inisden layanan Teknologi Informasi (TI) akibat kurangnya prosedur yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini menyebabkan proses penanganan yang kurang konsisten, keterlambatan penanganan insiden serta kurangnya pencatatan setiap kejadian insiden. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prosedur manajemen insiden yang sesuai dengan kebutuhan organisasi berdasarkan framework ITIL V3. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara terhadap narasumber yang telah ditentukan melalui model pemetaan RACI. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis kesenjangan (gap analysis) antara kondisi terkini dengan kondisi ideal ITIL V3 dalam penanganan insiden untuk mengidentifikasi bagian yang memerlukan perbaikan serta mencapai kondisi ideal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dihasilkan tiga dokumen Standard Operating Procedure (SOP) untuk penanganan insiden terkait jaringan, perangkat keras, dan perangkat lunak yang dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti catatan insiden, catatan investigasi, dan formulir kepuasan pengguna untuk memastikan proses penanganan insiden terdokumentasi dengan baik. Dengan adanya usulan prosedur tersebut diharapkan tidak hanya mampu menstandarisasi penanganan insiden TI dalam operasional organisasi, tetapi juga memberikan pemahaman dan penerapan kerangka kerja ITIL V3 dalam pengembangan prosedur operasional di lingkungan lembaga pemerintahan.
Universitas Teknokrat Indonesia
Title: Pengembangan SOP Manajemen Insiden TI Berdasarkan Framework ITIL V3 pada BPS Provinsi Jawa Timur
Description:
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengelola data statistik.
Saat ini, BPS Jawa Timur menghadapi tantangan dalam hal penanganan inisden layanan Teknologi Informasi (TI) akibat kurangnya prosedur yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.
Hal ini menyebabkan proses penanganan yang kurang konsisten, keterlambatan penanganan insiden serta kurangnya pencatatan setiap kejadian insiden.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang prosedur manajemen insiden yang sesuai dengan kebutuhan organisasi berdasarkan framework ITIL V3.
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara terhadap narasumber yang telah ditentukan melalui model pemetaan RACI.
Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis kesenjangan (gap analysis) antara kondisi terkini dengan kondisi ideal ITIL V3 dalam penanganan insiden untuk mengidentifikasi bagian yang memerlukan perbaikan serta mencapai kondisi ideal.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dihasilkan tiga dokumen Standard Operating Procedure (SOP) untuk penanganan insiden terkait jaringan, perangkat keras, dan perangkat lunak yang dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti catatan insiden, catatan investigasi, dan formulir kepuasan pengguna untuk memastikan proses penanganan insiden terdokumentasi dengan baik.
Dengan adanya usulan prosedur tersebut diharapkan tidak hanya mampu menstandarisasi penanganan insiden TI dalam operasional organisasi, tetapi juga memberikan pemahaman dan penerapan kerangka kerja ITIL V3 dalam pengembangan prosedur operasional di lingkungan lembaga pemerintahan.
Related Results
Pemanfaatan Metode ITIL V3 Domain Service Design Dalam Menganalisis Manajemen Layanan E-Learning Universitas Semarang
Pemanfaatan Metode ITIL V3 Domain Service Design Dalam Menganalisis Manajemen Layanan E-Learning Universitas Semarang
Abstrak
Metode untuk menganalisis manajemen layanan dari E-Learning salah satunya dengan menerapkan framework information technology infrastructure library (ITIL). ITIL V3 bertujua...
Technology adoption model and a road map to successful implementation of ITIL
Technology adoption model and a road map to successful implementation of ITIL
Purpose
– The purpose of this paper is to propose the use of technology adoption model UTAUT as an adoption model of IT governance frameworks, specifically Informat...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Asfiksia Terhadap Kejadian Kematian Neonatal Di Provinsi Jawa Timur
Pengaruh Asfiksia Terhadap Kejadian Kematian Neonatal Di Provinsi Jawa Timur
ABSTRAK
Kejadian kematian neonatal masih menjadi salah satu permasalahan utama di Provinsi Jawa Timur. Angka kematian neonatal di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 5,2...
Risk Management Model in ITIL
Risk Management Model in ITIL
ITIL is considered a framework of Best Practice guidance for IT Service Management, and it is widely used in the business world. In spite of this, ITIL has some gaps in Risk Manage...
Pembuatan Bahan Cyber Exercise sebagai Sarana Latihan Penanganan Insiden Malware (Studi Kasus: Instansi XYZ)
Pembuatan Bahan Cyber Exercise sebagai Sarana Latihan Penanganan Insiden Malware (Studi Kasus: Instansi XYZ)
Serangan malware semakin berkembang di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu sektor yang menjadi target serangan malware adalah sektor pendidikan. Contoh nyata insiden malware p...
The Multiple Bedding Planes (BPs) Effect on Fracture Height Propagation: Experimental Study and Field Data Analysis
The Multiple Bedding Planes (BPs) Effect on Fracture Height Propagation: Experimental Study and Field Data Analysis
Abstract
Geological structures such as pre-existence of multiple bedding planes (BPs) significantly influence the hydraulic fracture height propagation in shale gas ...
Pertanggungjawaban Franchisor Terhadap Perlindungan Hukum Karyawan Franchisee yang Melakukan Pelanggaran SOP Atas Dasar Itikad Tidak Baik Konsumen
Pertanggungjawaban Franchisor Terhadap Perlindungan Hukum Karyawan Franchisee yang Melakukan Pelanggaran SOP Atas Dasar Itikad Tidak Baik Konsumen
Abstrak
Dalam franchise menjadi penting untuk menjaga mutu, termasuk pengelolaan sumber daya manusia (SDM), sehingga penting bagi franchisor untuk menanamkan budaya perusahaan (Co...

