Javascript must be enabled to continue!
Komparasi Beberapa Metode Estimasi Erosivitas Curah Hujan Menggunakan Data Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations
View through CrossRef
Erosivitas merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam analisis erosi menggunakan model Universal Soil Loss Equation (USLE). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan 3 (tiga) metode analisis erosivitas, yaitu metode Wischmeier-Smith, metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi, dan metode Lenvain dalam menganalisis erosivitas di Kabupaten Manokwari menggunakan data Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations (CHIRPS). Penelitian ini terdiri atas 3 (tiga) tahapan utama, yaitu inventarisasi data, analisis erosivitas, dan komparasi nilai erosivitas menggunakan beberapa parameter statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai erosivitas yang diperoleh dari hasil analisis menggunakan metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi lebih tinggi dibandingkan metode Wischmeier-Smith dan metode Lenvian. Sedangkan metode Wischmeier-Smith memberikan nilai erosivitas lebih rendah dibandingkan metode Lenvian dan metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi. Berdasarkan hasil analisis korelasi, metode Wischmeier-Smith memiliki korelasi sedang terhadap metode Lenvian, dan memiliki korelasi yang kuat terhadap metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi. Sedangkan metode Lenvian memiliki korelasi sedang terhadap metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi. Disamping itu berdasarkan hasil uji T, nilai erosivitas metode Wischmeier-Smith tidak berbeda signifakan terhadap nilai erosivitas hasil analisis metode Lenvian, namun berbeda signifikan jika dibandingkan metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi. Sedangkan hasil analisis erosivitas metode Lenvian berbeda signifikan terhadap hasil analisis erosivitas metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Komparasi Beberapa Metode Estimasi Erosivitas Curah Hujan Menggunakan Data Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations
Description:
Erosivitas merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam analisis erosi menggunakan model Universal Soil Loss Equation (USLE).
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan 3 (tiga) metode analisis erosivitas, yaitu metode Wischmeier-Smith, metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi, dan metode Lenvain dalam menganalisis erosivitas di Kabupaten Manokwari menggunakan data Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations (CHIRPS).
Penelitian ini terdiri atas 3 (tiga) tahapan utama, yaitu inventarisasi data, analisis erosivitas, dan komparasi nilai erosivitas menggunakan beberapa parameter statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai erosivitas yang diperoleh dari hasil analisis menggunakan metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi lebih tinggi dibandingkan metode Wischmeier-Smith dan metode Lenvian.
Sedangkan metode Wischmeier-Smith memberikan nilai erosivitas lebih rendah dibandingkan metode Lenvian dan metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi.
Berdasarkan hasil analisis korelasi, metode Wischmeier-Smith memiliki korelasi sedang terhadap metode Lenvian, dan memiliki korelasi yang kuat terhadap metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi.
Sedangkan metode Lenvian memiliki korelasi sedang terhadap metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi.
Disamping itu berdasarkan hasil uji T, nilai erosivitas metode Wischmeier-Smith tidak berbeda signifakan terhadap nilai erosivitas hasil analisis metode Lenvian, namun berbeda signifikan jika dibandingkan metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi.
Sedangkan hasil analisis erosivitas metode Lenvian berbeda signifikan terhadap hasil analisis erosivitas metode Indeks Fournier yang telah dimodifikasi.
Related Results
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...
Evaluasi data curah hujan terukur dan satelit PERSIANN-CCS dalam analisis debit banjir rancangan terhadap debit banjir terukur di DAS Tukad Petanu
Evaluasi data curah hujan terukur dan satelit PERSIANN-CCS dalam analisis debit banjir rancangan terhadap debit banjir terukur di DAS Tukad Petanu
Analisis debit banjir rancangan diperlukan dalam perencanaan bangunan air, terutama untuk mengetahui besarnya debit banjir rancangan di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Metode hid...
Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Abstract. Rain is a common natural phenomenon that is very difficult to predict. Many factors can affect the occurrence of rain, ranging from temperature, humidity, sunlight intens...
Pengaruh Central Pacific dan eastern Pacific El Nino terhadap variabilitas curah hujan di Sulawesi
Pengaruh Central Pacific dan eastern Pacific El Nino terhadap variabilitas curah hujan di Sulawesi
Pulau Sulawesi dipengaruhi oleh fenomena Central Pacific (CP) dan Eastern Pacific (EP) El Niño. Curah hujan Sulawesi mencakup ketiga pola hujan yang ada di Indonesia yaitu Monsunal...
Dampak La Nina 2020 – 2021 Terhadap Curah Hujan di Sulawesi Tenggara
Dampak La Nina 2020 – 2021 Terhadap Curah Hujan di Sulawesi Tenggara
Untuk mengetahui pengaruh La Nina tahun 2020/2021 terhadap curah hujan di Sulawesi Tenggara maka analisis terkait dampaknya dilakukan. Tahun 2020 merupakan tahun La Nina Moderat ya...
Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan Terhadap Produksi Tembakau Na-Oogst di Kabupaten Jember
Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan Terhadap Produksi Tembakau Na-Oogst di Kabupaten Jember
Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang cukup penting di Indonesia. Salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Timur adalah ...
Kajian Curah Hujan Akibat Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Kecepatan Angin (Studi Kasus Stasiun Klimatologi Bonto Bili Kab. Gowa)
Kajian Curah Hujan Akibat Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Kecepatan Angin (Studi Kasus Stasiun Klimatologi Bonto Bili Kab. Gowa)
Hujan adalah suatu proses fisis yang dihasilkan dari fenomena cuaca. Pengaruh faktor fisiografis wilayah Indonesia dan sekitarnya terhadap unsur-unsur iklim/cuaca telah menghasilka...
ANALISIS PERIODE ULANG CURAH HUJAN DI SULAWESI TENGGARA MENGGUNAKAN METODE IWAI KADOYA
ANALISIS PERIODE ULANG CURAH HUJAN DI SULAWESI TENGGARA MENGGUNAKAN METODE IWAI KADOYA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik curah hujan maksimum dan periode ulang curah hujan maksimum di wilayah Sulawesi Tenggara guna mengantisipasi kemungkinan t...

