Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Curah Hujan Akibat Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Kecepatan Angin (Studi Kasus Stasiun Klimatologi Bonto Bili Kab. Gowa)

View through CrossRef
Hujan adalah suatu proses fisis yang dihasilkan dari fenomena cuaca. Pengaruh faktor fisiografis wilayah Indonesia dan sekitarnya terhadap unsur-unsur iklim/cuaca telah menghasilkan 3 (tiga) tipe curah hujan, yakni: tipe ekuatorial, tipe monsun dan tipe lokal (Tukidi, 2010). wilayah tropis, curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang paling tinggi keragamannya. Karakteristik curah hujan di berbagai daerah tentunya tidak sama. Kondisi ini diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu: letak daerah, keadaan muka bumi daerah, adanya gunung dan lembah di suatu daerah, bahkan struktur dan orientasi kepulauan. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui model pola curah hujan akibat pengaruh temperatur, kelembaban dan kecepatan angin dan.menganalisis koefisien korelasi antara curah hujan dengan temperature, kelembaban dan kecepatan angin. Metode analisis curah hujan dengan menggunakan software SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa model pola curah hujan akibat pengaruh temperature, kelembaban dan kecepatan angin yang dihasilkan dengan menggunakan software SPSS adalah tipe Monsun dan korelasi yang terbentuk antara temperatur, kelembaban dan kecepatan angin terhadap tingkat curah hujan pada daerah Bonto Bili Kabupaten Gowa adalah 0.72 dengan tingkat hubungan yang kuat.
Title: Kajian Curah Hujan Akibat Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Kecepatan Angin (Studi Kasus Stasiun Klimatologi Bonto Bili Kab. Gowa)
Description:
Hujan adalah suatu proses fisis yang dihasilkan dari fenomena cuaca.
Pengaruh faktor fisiografis wilayah Indonesia dan sekitarnya terhadap unsur-unsur iklim/cuaca telah menghasilkan 3 (tiga) tipe curah hujan, yakni: tipe ekuatorial, tipe monsun dan tipe lokal (Tukidi, 2010).
wilayah tropis, curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang paling tinggi keragamannya.
Karakteristik curah hujan di berbagai daerah tentunya tidak sama.
Kondisi ini diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu: letak daerah, keadaan muka bumi daerah, adanya gunung dan lembah di suatu daerah, bahkan struktur dan orientasi kepulauan.
Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui model pola curah hujan akibat pengaruh temperatur, kelembaban dan kecepatan angin dan.
menganalisis koefisien korelasi antara curah hujan dengan temperature, kelembaban dan kecepatan angin.
Metode analisis curah hujan dengan menggunakan software SPSS.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa model pola curah hujan akibat pengaruh temperature, kelembaban dan kecepatan angin yang dihasilkan dengan menggunakan software SPSS adalah tipe Monsun dan korelasi yang terbentuk antara temperatur, kelembaban dan kecepatan angin terhadap tingkat curah hujan pada daerah Bonto Bili Kabupaten Gowa adalah 0.
72 dengan tingkat hubungan yang kuat.

Related Results

Kinerja Pola Operasi Waduk Bili-Bili
Kinerja Pola Operasi Waduk Bili-Bili
Abstrak            Waduk Bili-Bili merupakan waduk multiguna terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan yang diresmikan penggunaannya pada tahun 1999 berfungsi sebagai pengendalian risi...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...
Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Curah hujan merupakan data penting dalam pemodelan hidrologi, pengendalian daya air, perencanaan alokasi air dan pemanfaatan sumber daya air lainnya. Namun, dalam operasionalnya, s...
RASIONALISASI PENEMPATAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN-RODDA DI WILAYAH KOTA METRO
RASIONALISASI PENEMPATAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN-RODDA DI WILAYAH KOTA METRO
Hasil analisa hidrologi bergantung pada ketersediaan data hidrologinya yaitu berupa data hujan dari stasiun hujan sebagai input dalam analisa. Keakuratan data hidrologi dipengaruhi...
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG, ANGIN PERMUKAAN DAN CURAH HUJAN DI TIGA WILAYAH PEMBAGIAN ZONA HUJAN TAHUN 2021-2022
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG, ANGIN PERMUKAAN DAN CURAH HUJAN DI TIGA WILAYAH PEMBAGIAN ZONA HUJAN TAHUN 2021-2022
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gelombang laut, angin permukaan, dan curah hujan di tiga wilayah zona hujan Indonesia: Sumatera Barat, Maluku Selatan dan Jaw...
Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Abstract. Rain is a common natural phenomenon that is very difficult to predict. Many factors can affect the occurrence of rain, ranging from temperature, humidity, sunlight intens...

Back to Top