Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANEMIA PADA GAGAL JANTUNG

View through CrossRef
Abstract: Anemia, a frequently occuring comorbid in patients with heart failure, is increasingly recognized as an independent predictor of morbidity and mortality. The etiology of anemia associated with heart failure is not entirely understood. It is assumed as a multifactorial anemia, most likely caused by chronic kidney diseases and other chronic diseases. Besides that, iron deficiency due to lack of iron intake and absorption, and chronic blood loss due to anti-platelet agents play some important roles, too. Other factors related to risks of anemia in heart failure are old age, female gender, decrease of body mass index, usage of angiotensin converting enzyme inhibitors (ACE-inhibitors) and angiotensin receptor blockers (ARBs), and advanced heart failure.  Based on its documented impact on clinical outcomes, anemia has emerged as a possible target for treatment in patients with heart failure. Further studies are needed to determine the optimal threshold for initiation of treatment, target hemoglobin, optimum dosing regimen, choices of erythropoietic agents, roles of iron suplementation, and long-term safety of erythropoietic agents in anemic patients with heart failures. Key words: anemia, heart failure, management, therapy.     Abstrak: Anemia merupakan komorbid yang sering ditemukan pada penderita gagal jantung dan telah dikenal sebagai prediktor independen dari morbiditas dan mortalitas. Penyebab anemia yang menyertai gagal jantung tidak sepenuhnya diketahui, diduga sebagai anemia multifaktor yang umumnya diakibatkan oleh gagal ginjal kronis dan penyakit kronis lainnya. Selain itu defisiensi besi akibat kurangnya asupan maupun absorbsi besi, serta kehilangan darah kronik akibat konsumsi obat-obatan anti platelet turut berperan. Faktor lainnya yang berhubungan dengan resiko terjadinya anemia pada gagal jantung adalah: usia tua, jenis kelamin perempuan, adanya  penurunan indeks massa tubuh, penggunaan obat-obat angiotensin converting enzyme inhibitors (ACE-inhibitors) dan angiotensin receptor blockers (ARBs), serta gagal jantung tingkat lanjut. Berdasarkan dampaknya terhadap hasil klinis, anemia perlu dipikirkan sebagai target pengobatan pada penderita gagal jantung. Studi lanjut diperlukan untuk menentukan ambang optimal untuk memulai pengobatan anemia, hemoglobin target, regimen dosis yang optimum, pemilihan preparat eritropoietik, peran suplementasi besi, dan keamanan pemberian jangka panjang preparat eritropoietik pada penderita anemia dengan gagal jantung. Kata kunci: anemia, gagal jantung, penanganan, pengobatan.
Title: ANEMIA PADA GAGAL JANTUNG
Description:
Abstract: Anemia, a frequently occuring comorbid in patients with heart failure, is increasingly recognized as an independent predictor of morbidity and mortality.
The etiology of anemia associated with heart failure is not entirely understood.
It is assumed as a multifactorial anemia, most likely caused by chronic kidney diseases and other chronic diseases.
Besides that, iron deficiency due to lack of iron intake and absorption, and chronic blood loss due to anti-platelet agents play some important roles, too.
Other factors related to risks of anemia in heart failure are old age, female gender, decrease of body mass index, usage of angiotensin converting enzyme inhibitors (ACE-inhibitors) and angiotensin receptor blockers (ARBs), and advanced heart failure.
 Based on its documented impact on clinical outcomes, anemia has emerged as a possible target for treatment in patients with heart failure.
Further studies are needed to determine the optimal threshold for initiation of treatment, target hemoglobin, optimum dosing regimen, choices of erythropoietic agents, roles of iron suplementation, and long-term safety of erythropoietic agents in anemic patients with heart failures.
Key words: anemia, heart failure, management, therapy.
    Abstrak: Anemia merupakan komorbid yang sering ditemukan pada penderita gagal jantung dan telah dikenal sebagai prediktor independen dari morbiditas dan mortalitas.
Penyebab anemia yang menyertai gagal jantung tidak sepenuhnya diketahui, diduga sebagai anemia multifaktor yang umumnya diakibatkan oleh gagal ginjal kronis dan penyakit kronis lainnya.
Selain itu defisiensi besi akibat kurangnya asupan maupun absorbsi besi, serta kehilangan darah kronik akibat konsumsi obat-obatan anti platelet turut berperan.
Faktor lainnya yang berhubungan dengan resiko terjadinya anemia pada gagal jantung adalah: usia tua, jenis kelamin perempuan, adanya  penurunan indeks massa tubuh, penggunaan obat-obat angiotensin converting enzyme inhibitors (ACE-inhibitors) dan angiotensin receptor blockers (ARBs), serta gagal jantung tingkat lanjut.
Berdasarkan dampaknya terhadap hasil klinis, anemia perlu dipikirkan sebagai target pengobatan pada penderita gagal jantung.
Studi lanjut diperlukan untuk menentukan ambang optimal untuk memulai pengobatan anemia, hemoglobin target, regimen dosis yang optimum, pemilihan preparat eritropoietik, peran suplementasi besi, dan keamanan pemberian jangka panjang preparat eritropoietik pada penderita anemia dengan gagal jantung.
Kata kunci: anemia, gagal jantung, penanganan, pengobatan.

Related Results

Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Abstract Introduction Given pregnancy's significant impact on hematological parameters, monitoring these changes across trimesters is crucial. This study aims to evaluate hematolog...
Correlation between Sever Anemia and Pregnancy Complications
Correlation between Sever Anemia and Pregnancy Complications
This prospective observational study aimed to assess the impact of anemia severity on maternal and perinatal outcomes in 200 pregnant women. The participants were categorized into ...
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Objective: To determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population idiopathic determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population...
Edukasi pencegahan anemia dan pemberdayaan konselor sebaya berbasis sekolah pada remaja putri
Edukasi pencegahan anemia dan pemberdayaan konselor sebaya berbasis sekolah pada remaja putri
Background: Adolescent girls are a group vulnerable to anemia, with a global prevalence rate reaching 29.9%. Low adherence to iron supplementation is a major contributing factor, d...
Edukasi Gaya Hidup, Pola Jajan Sehat dan Pemberian Jus Abc (Apple Bit Carrot) untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri
Edukasi Gaya Hidup, Pola Jajan Sehat dan Pemberian Jus Abc (Apple Bit Carrot) untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri
ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi di dunia, terutama di Negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO prevalensi anemia pada wanita di Indonesia yaitu sebesar 23,9%, yang t...
Gambaran karakteristik gagal jantung pada anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Gambaran karakteristik gagal jantung pada anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Abstract: Heart failure is the inability of the heart to pump adequate blood that fulfils the metabolic demands of the body, including growth. In Indonesia, it is still difficult t...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri
Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri
Background: Adolescence is when physically and psychologically they are still growing and developing. Physical activity and nutritional intake are supporting factors in creating a ...

Back to Top