Javascript must be enabled to continue!
BENTUK GARAPAN TARI PIRING LAMPU TOGOK KREASI SANGGAR LUBUAK NAN TIGO KOTA SOLOK
View through CrossRef
Abstract This study aims to describe and analyze the forms of creation of Tari Piring Lampu Togok at Lubuak Nan Tigo Studio. This type of research was qualitative research with descriptive analytical methods. The main instruments in this study were the researchers themselves and assisted with supporting instruments including stationery, photo cameras and video cameras. The type of data used primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out by means of library studies, observation, interviews and documentation. The steps in analyzing data were collecting the data, analyzing data, describing data and makingconclusions. The results of the study showed that the Tari Piring Lampu Togok was a creative dance by Lubuak Nan Tigo studio, arranged based on the dance movements of the traditional Tari Lampu Togok. The creation of the dance production resulteda quality form of work, including: (1) Motion, consists of: (a) opening motions are anta lampu,puta duduak, tagak itiak, duduak maagah piriang, pitungguang ayun piriang, then (b) core movements are ramo-ramo bagaluik, tupai bagaluik, tusuak muko balakang, usuak bawah ateh, simpia tagak, ayun rang mudo, tusuak mangayun, tupai bagaluik jantan, lenggok basamo, tusuak baganti, piriang manabeh tagak, piriang manabeh duduak, langkah puta ramo-ramo, tusuak sasampiang, simpia duduak, ayun ampek panjuru, next (c) the closing motion isputa habih. (2) Varied floor patterns, namely diagonal, triangle, letter V, letter W, circle and horizontal. (3) Accompanying music uses a musical instrument called tambua, talempong, canang, tasa, bansi, sarunai. (4) male dancers weartaluak balango, galembong pants, deta wrapped in batik cloth andsongket Silungkang and the costumes for female dancers wear baju kurung, pants, songketSilungkang, and tanduak wrapped in songket. (5) Female dancers wear beautiful makeup and male dancers wear foundation and powder only. (6) Dancer consists of 6 people;3 female dancers and 3 male dancers.Dancers are able to express their movements by maintaining balance and compactness swiftly so that Lampu Togok stands firmly on the headduring the performance. (7) Property is Lampu Togokitself which used to be a light for the community. The lights are turned on using kerosene. The balance ofTari Piring Lampu Togoksymbolizes caution in facing opponents and living life. The compactness of the Tari Piring Lampu Togok symbolizes the community and togetherness in living life. Keyword: Solok, Lubuak Nan Tigo Studio, Tari Piring Lampu Togok, Form of Creation.
Title: BENTUK GARAPAN TARI PIRING LAMPU TOGOK KREASI SANGGAR LUBUAK NAN TIGO KOTA SOLOK
Description:
Abstract This study aims to describe and analyze the forms of creation of Tari Piring Lampu Togok at Lubuak Nan Tigo Studio.
This type of research was qualitative research with descriptive analytical methods.
The main instruments in this study were the researchers themselves and assisted with supporting instruments including stationery, photo cameras and video cameras.
The type of data used primary data and secondary data.
Data collection techniques were carried out by means of library studies, observation, interviews and documentation.
The steps in analyzing data were collecting the data, analyzing data, describing data and makingconclusions.
The results of the study showed that the Tari Piring Lampu Togok was a creative dance by Lubuak Nan Tigo studio, arranged based on the dance movements of the traditional Tari Lampu Togok.
The creation of the dance production resulteda quality form of work, including: (1) Motion, consists of: (a) opening motions are anta lampu,puta duduak, tagak itiak, duduak maagah piriang, pitungguang ayun piriang, then (b) core movements are ramo-ramo bagaluik, tupai bagaluik, tusuak muko balakang, usuak bawah ateh, simpia tagak, ayun rang mudo, tusuak mangayun, tupai bagaluik jantan, lenggok basamo, tusuak baganti, piriang manabeh tagak, piriang manabeh duduak, langkah puta ramo-ramo, tusuak sasampiang, simpia duduak, ayun ampek panjuru, next (c) the closing motion isputa habih.
(2) Varied floor patterns, namely diagonal, triangle, letter V, letter W, circle and horizontal.
(3) Accompanying music uses a musical instrument called tambua, talempong, canang, tasa, bansi, sarunai.
(4) male dancers weartaluak balango, galembong pants, deta wrapped in batik cloth andsongket Silungkang and the costumes for female dancers wear baju kurung, pants, songketSilungkang, and tanduak wrapped in songket.
(5) Female dancers wear beautiful makeup and male dancers wear foundation and powder only.
(6) Dancer consists of 6 people;3 female dancers and 3 male dancers.
Dancers are able to express their movements by maintaining balance and compactness swiftly so that Lampu Togok stands firmly on the headduring the performance.
(7) Property is Lampu Togokitself which used to be a light for the community.
The lights are turned on using kerosene.
The balance ofTari Piring Lampu Togoksymbolizes caution in facing opponents and living life.
The compactness of the Tari Piring Lampu Togok symbolizes the community and togetherness in living life.
Keyword: Solok, Lubuak Nan Tigo Studio, Tari Piring Lampu Togok, Form of Creation.
Related Results
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pendidikan seni ialah pendidikan yang memberikan wadah bagi anak untuk mengapresiasi diri sendiri dan lingkungan. Apresiasi akan timbul apabila pembelajaran dilaksanakan dengan bai...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
Analisis Ragam Bentuk Gerak Dalam Karya Seni Tari Orek-Orek Di Sanggar Asriana Budaya Rembang
Analisis Ragam Bentuk Gerak Dalam Karya Seni Tari Orek-Orek Di Sanggar Asriana Budaya Rembang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai bentuk gerak Tari Orek-orek di Sanggar Tari Asriana Budaya Rembang. Penelitian ini b...
Pelatihan Tari Kreasi Bagi Remaja Putri di Sulawesi Barat
Pelatihan Tari Kreasi Bagi Remaja Putri di Sulawesi Barat
Abstrak. Kegiatan Pelatihan Tari Kreasi Bagi Pelajar Remaja Putri di Sulawesi Barat merupakan pelatihan yang dapat membantu anak khususnya remaja putri dalam mencapai perkembangan ...

