Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Daun Kelampan Sebagai Biopestisida Dalam Penanggulangan Hama Pada Tanaman Cabai

View through CrossRef
Kelampan (Cerbera odollam) adalah tanaman yang banyak dijumpai disekitar kita sebagai tanaman penghijauan atau tanaman peneduh.  Tanaman Kelampan mengandung senyawa golongan alkaloid yang bersifat racun,yaitu cerberin. Cerberin merupakan racun yang sangat berpengaruh terhadap mortalitas pada serangga.  Tanaman cabai termasuk dalam tanaman favorit para petani yang menjanjikan keuntungan dengan harganya yang sering melambung tinggi.  Namun serangan hama ulat sering menggangu para petani untuk dapat menghasilkan cabai yang diinginkan.  Oleh karena itulah dilakukan penelitian untuk memanfaatkan daun Kelampan sebagai biopestisida dalam penanggulangan hama ulat pada tanaman cabai. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di  kebun sayur milik salah satu warga di Kec.Kota Besi.  Bagian  tanaman  Kelampan   yang  digunakan  sebagai biopestisida adalah daunnya baik daun kering dan daun basah. Penelitian dilakukan dengan menyemprotkan ekstrak daun kelampan dengan beberapa varian konsentrasi 100mL/L(v/v),200mL/L (v/v),300 mL/L (v/v) dan 400 mL/L (v/v) pada tanaman cabai yang berumur 15 hari. Pembuatan ekstrak daun kelampan menggunakan bahan yang sederhana sehingga para petani bisa mengaplikasikannya dengan mudah.  Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa pemberian  ekstrak  daun kelampan   berpengaruh secara  signifikan terhadap  mortalitas ulat grayak yang dilihat dari jumlah daun berlubang pada tanaman cabai. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan hasil penelitian ini.
Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Palangka Raya
Title: Pemanfaatan Daun Kelampan Sebagai Biopestisida Dalam Penanggulangan Hama Pada Tanaman Cabai
Description:
Kelampan (Cerbera odollam) adalah tanaman yang banyak dijumpai disekitar kita sebagai tanaman penghijauan atau tanaman peneduh.
  Tanaman Kelampan mengandung senyawa golongan alkaloid yang bersifat racun,yaitu cerberin.
Cerberin merupakan racun yang sangat berpengaruh terhadap mortalitas pada serangga.
  Tanaman cabai termasuk dalam tanaman favorit para petani yang menjanjikan keuntungan dengan harganya yang sering melambung tinggi.
  Namun serangan hama ulat sering menggangu para petani untuk dapat menghasilkan cabai yang diinginkan.
  Oleh karena itulah dilakukan penelitian untuk memanfaatkan daun Kelampan sebagai biopestisida dalam penanggulangan hama ulat pada tanaman cabai.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di  kebun sayur milik salah satu warga di Kec.
Kota Besi.
  Bagian  tanaman  Kelampan   yang  digunakan  sebagai biopestisida adalah daunnya baik daun kering dan daun basah.
Penelitian dilakukan dengan menyemprotkan ekstrak daun kelampan dengan beberapa varian konsentrasi 100mL/L(v/v),200mL/L (v/v),300 mL/L (v/v) dan 400 mL/L (v/v) pada tanaman cabai yang berumur 15 hari.
Pembuatan ekstrak daun kelampan menggunakan bahan yang sederhana sehingga para petani bisa mengaplikasikannya dengan mudah.
  Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa pemberian  ekstrak  daun kelampan   berpengaruh secara  signifikan terhadap  mortalitas ulat grayak yang dilihat dari jumlah daun berlubang pada tanaman cabai.
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan hasil penelitian ini.

Related Results

Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili solanaceae yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khususnya di Sulaw...
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
<p>ABSTRACT<br />Effort has been made to improve sugarcane productivity, but it often confronted by pests. Pests in sugarcane caused a loss of about 10% sugar productio...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Serangan Hama Kelapa Promecotheca cumingii Baly
Serangan Hama Kelapa Promecotheca cumingii Baly
<p><span style="font-size: medium;">ABSTRAK </span></p><p>Ledakan populasi hama Promecotheca cumingii Baly (= nucifera Maul.) (Coleoptera : Chrysomeli...
Efesiensi Pestisida Nabati Daun Sirsak Sebagai Pengendalian Hama Thrips Tanaman Cabai Keriting
Efesiensi Pestisida Nabati Daun Sirsak Sebagai Pengendalian Hama Thrips Tanaman Cabai Keriting
Pestisida nabati adalah zat kimia yang yang terbuat dari bahan alami,seperti tumbuhan.Salah satunya adalah tanaman sirsak bagian daun.Pestisida nabati daun sirsak dapat dipercaya s...
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Para petani masih sering mengalami kendala pada proses pemeliharaan tanaman cabai, petani masih sering menemui kendala penyakit sehingga sangat merugikan petani karena hasil panen ...
PEMANFAATAN APLIKASI QGIS UNTUK PEMETAAN TOKO OBAT HAMA
PEMANFAATAN APLIKASI QGIS UNTUK PEMETAAN TOKO OBAT HAMA
Bogor adalah sebuah wilayah di Indonesia yang memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, tanaman pertanian dapat diserang oleh hama dan penyakit dengan mudah, oleh karena itu pe...

Back to Top