Javascript must be enabled to continue!
Peran Komunitas Pijar dalam Enkulturasi Tradisi Pandai Besi kepada Generasi Muda
View through CrossRef
Abstract. The tradition of blacksmith which is one of the richness of Indonesian culture, is now less noticed by the public, especially the younger generation. Therefore, it takes the process of inheritance through enculturation. The Pijar community is one of the groups that still preserves the tradition of blacksmiths. Activities in the Pijar community can be said to be unique because of the process of enculturation of blacksmiths with traditional patterns that have rarely been done. They often participate and hold an event with forging activities directly in public. The application is what makes researchers interested to discuss more deeply about enculturation in the Pijar community in bequeathing the tradition of blacksmiths. The purpose of this research is to find out the situations, events, and communicative actions in the Pijar community to bequeath the tradition of blacksmithing to the younger generation. This research uses qualitative method with communicative ethnographic approach. Data collection techniques used include interviews, observations, literature studies, and documentation. The subject of the study was the Pijar community with the key informant of a blacksmith as well as the founder of the community, Ibnu Pratomo. The object of the research is the application of enculturation of blacksmith traditions that exist in the community. Researchers apply source triangulation techniques (data) to test research. In addition, it will be equipped with live observations, and documentation in the form of official or personal notes, photos and images. As a result of the discussion of the data researchers get, the process of communication of the Pijar community can be said to be good, because it can achieve its goal to preserve the tradition of blacksmithing to the younger generation.
Abstrak. Tradisi pandai besi yang merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia, kini kurang diperhatikan keberadaannya oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, dibutuhkan proses pewarisan melalui enkulturasi. Komunitas Pijar merupakan salah satu kelompok yang sampai sekarang masih melestarikan tradisi pandai besi. Kegiatan dalam komunitas Pijar bisa dikatakan unik karena proses enkulturasi pandai besi dengan pola tradisional yang sudah jarang dilakukan. Mereka kerap kali mengikuti dan mengadakan sebuah event dengan kegiatan menempa secara langsung di depan masyarakat umum. Penerapan itulah yang membuat peneliti tertarik untuk membahas lebih dalam tentang enkulturasi di komunitas Pijar dalam mewariskan tradisi pandai besi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui situasi, peristiwa, dan tindak komunikatif dalam komunitas Pijar untuk mewariskan tradisi pandai besi kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Subjek penelitian yang dipilih adalah komunitas Pijar dengan key informan seorang pandai besi sekaligus pendiri komunitas, Ibnu Pratomo. Objek penelitiannya yaitu penerapan enkulturasi tradisi pandai besi yang ada dalam komunitas tersebut. Peneliti menerapkan teknik triangulasi sumber (data) untuk menguji penelitian. Selain itu, akan dilengkapi dengan pengamatan langsung, dan dokumentasi berupa catatan resmi atau pribadi, foto dan gambar. Hasil pembahasan dari data peneliti dapatkan, proses komunikasi komunitas Pijar dapat dikatakan baik, karena bisa mencapai tujuannya untuk melestarikan tradisi pandai besi kepada generasi muda.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Peran Komunitas Pijar dalam Enkulturasi Tradisi Pandai Besi kepada Generasi Muda
Description:
Abstract.
The tradition of blacksmith which is one of the richness of Indonesian culture, is now less noticed by the public, especially the younger generation.
Therefore, it takes the process of inheritance through enculturation.
The Pijar community is one of the groups that still preserves the tradition of blacksmiths.
Activities in the Pijar community can be said to be unique because of the process of enculturation of blacksmiths with traditional patterns that have rarely been done.
They often participate and hold an event with forging activities directly in public.
The application is what makes researchers interested to discuss more deeply about enculturation in the Pijar community in bequeathing the tradition of blacksmiths.
The purpose of this research is to find out the situations, events, and communicative actions in the Pijar community to bequeath the tradition of blacksmithing to the younger generation.
This research uses qualitative method with communicative ethnographic approach.
Data collection techniques used include interviews, observations, literature studies, and documentation.
The subject of the study was the Pijar community with the key informant of a blacksmith as well as the founder of the community, Ibnu Pratomo.
The object of the research is the application of enculturation of blacksmith traditions that exist in the community.
Researchers apply source triangulation techniques (data) to test research.
In addition, it will be equipped with live observations, and documentation in the form of official or personal notes, photos and images.
As a result of the discussion of the data researchers get, the process of communication of the Pijar community can be said to be good, because it can achieve its goal to preserve the tradition of blacksmithing to the younger generation.
Abstrak.
Tradisi pandai besi yang merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia, kini kurang diperhatikan keberadaannya oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Oleh karena itu, dibutuhkan proses pewarisan melalui enkulturasi.
Komunitas Pijar merupakan salah satu kelompok yang sampai sekarang masih melestarikan tradisi pandai besi.
Kegiatan dalam komunitas Pijar bisa dikatakan unik karena proses enkulturasi pandai besi dengan pola tradisional yang sudah jarang dilakukan.
Mereka kerap kali mengikuti dan mengadakan sebuah event dengan kegiatan menempa secara langsung di depan masyarakat umum.
Penerapan itulah yang membuat peneliti tertarik untuk membahas lebih dalam tentang enkulturasi di komunitas Pijar dalam mewariskan tradisi pandai besi.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui situasi, peristiwa, dan tindak komunikatif dalam komunitas Pijar untuk mewariskan tradisi pandai besi kepada generasi muda.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi.
Subjek penelitian yang dipilih adalah komunitas Pijar dengan key informan seorang pandai besi sekaligus pendiri komunitas, Ibnu Pratomo.
Objek penelitiannya yaitu penerapan enkulturasi tradisi pandai besi yang ada dalam komunitas tersebut.
Peneliti menerapkan teknik triangulasi sumber (data) untuk menguji penelitian.
Selain itu, akan dilengkapi dengan pengamatan langsung, dan dokumentasi berupa catatan resmi atau pribadi, foto dan gambar.
Hasil pembahasan dari data peneliti dapatkan, proses komunikasi komunitas Pijar dapat dikatakan baik, karena bisa mencapai tujuannya untuk melestarikan tradisi pandai besi kepada generasi muda.
Related Results
PENGEMBANGAN USAHA PANDAI BESI TRADISIONAL DI DESA MANGUNREJO
PENGEMBANGAN USAHA PANDAI BESI TRADISIONAL DI DESA MANGUNREJO
Usaha pandai besi merupakan salah satu bentuk industri rumahan yang memiliki nilai tradisional tinggi serta menjadi bagian dari warisan budaya. Usaha ini telah diwariskan turun-tem...
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...
Saat Terbaik Pemberian Suplementasi Zat Besi pada Bayi 0 Bulan sampai 6 Bulan
Saat Terbaik Pemberian Suplementasi Zat Besi pada Bayi 0 Bulan sampai 6 Bulan
Latar belakang. Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan salah satu masalah kesehatan gizi di Indonesia. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan prevalensi ADB pa...
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK GENERASI MUDA DI KOTA JAMBI
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK GENERASI MUDA DI KOTA JAMBI
Pendampingan Pendidikan Politik untuk Generasi Muda di Kota Jambi bertujuan untuk memberi pendidikan politik melalui sosialisasi terhadap generasi muda, dengan memberikan...
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari normal. Kekurangan oksigen dalam jaringan otak dan otot menyebabkan gejala anemia, seperti lemah...
Etnografi Etnografi Komunikasi Komunitas Walagri Dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Karinding
Etnografi Etnografi Komunikasi Komunitas Walagri Dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Karinding
Studi Pada Komunitas Walagri Desa Lame Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka
Penelitian ini mengenai kesenian tradisional pada komunitas Walagri yang merupakan salah satu ke...
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
Tradisi perkawinan adat bugis atau yang dikenal dengan tradisi Mappabotting khususnya masyarakat Hindu Bugis memiliki beberapa tahap atau proses komunikasi. Tentunya untuk ...
Eksploitasi Ladies CB Oleh Komunitas CB
Eksploitasi Ladies CB Oleh Komunitas CB
Komunitas CB merupakan salah satu komunitas motor yang memiliki kegemaran terhadap motor klasik. Kontes menjadi salah satu bentuk eksploitasi perempuan (ladies CB) dalam acara komu...

