Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kinerja Campuran Asphalt Concrete Wearing Course Mengunakan Aspal Modifikasi Dengan Limbah Plastik

View through CrossRef
 Abstrak  Perkerasan jalan terutama pada perkerasan lentur sering mengalami kerusakan yang lebih cepat akibat beban muatan kendaraan. Penggunaan bahan tambah (additive) menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dan mendapatkan kinerja VIM, VMA dan VFA campuran lapisan AC-WC dengan penambahan limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE). Metode yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada Spesifikasi Teknis Bina Marga 2018 Revisi 2 Divisi 6. nilai KAO dengan metode marshall sebesar 6,45% pada variasi 0% penambahan limbah plastik, 6,3% pada variasi 1% penambahan limbah plastik, 6,25% pada variasi 1,5% penambahan limbah plastik dan 6,2% pada variasi 2% penambahan limbah plastik. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium nilai KAO Marshall yang didapatkan semakin menurun dengan penambahan limbah plastik dan penambahan limbah plastik 2% merupakan kadar terbaik yang dapat digunakan dalam campuran beraspal karena memiliki nilai VIM dan VMA yang rendah dan nilai VFA yang tinggi. Kata kunci: 1, Aspal 2, AC-WC 3, Limbah Plastik 4, HDPE 5 Marshall     Abstract   Road pavements, especially flexible pavements, often experience faster damage due to vehicle loads. The use of additives is one of the alternatives used to get a good quality pavement layer. This study aims to obtain the value of Optimum Asphalt Content (KAO) and to obtain the performance of VIM, VMA and VFA of a mixture of AC-WC layers with the addition of High Density Polyethylene (HDPE) plastic waste. The method used in this study refers to the Technical Specifications of Bina Marga 2018 Revision 2 Division 6. the KAO value with the Marshall method is 6.45% at 0% variation of addition of plastic waste, 6.3% to variation of 1% addition of plastic waste, 6, 25% in the 1.5% variation of the addition of plastic waste and 6.2% in the 2% variation of the addition of plastic waste. Based on the results of laboratory testing, the value of KAO Marshall obtained decreases with the addition of plastic waste and the addition of 2% plastic waste is the best level that can be used in asphalt mixtures because it has low VIM and VMA values and high VFA values.   Keywords: 1, Asphalt 2, AC-WC 3, Plastic Waste 4, HDPE 5 Marshall
Title: Kinerja Campuran Asphalt Concrete Wearing Course Mengunakan Aspal Modifikasi Dengan Limbah Plastik
Description:
 Abstrak  Perkerasan jalan terutama pada perkerasan lentur sering mengalami kerusakan yang lebih cepat akibat beban muatan kendaraan.
Penggunaan bahan tambah (additive) menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dan mendapatkan kinerja VIM, VMA dan VFA campuran lapisan AC-WC dengan penambahan limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE).
Metode yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada Spesifikasi Teknis Bina Marga 2018 Revisi 2 Divisi 6.
nilai KAO dengan metode marshall sebesar 6,45% pada variasi 0% penambahan limbah plastik, 6,3% pada variasi 1% penambahan limbah plastik, 6,25% pada variasi 1,5% penambahan limbah plastik dan 6,2% pada variasi 2% penambahan limbah plastik.
Berdasarkan hasil pengujian laboratorium nilai KAO Marshall yang didapatkan semakin menurun dengan penambahan limbah plastik dan penambahan limbah plastik 2% merupakan kadar terbaik yang dapat digunakan dalam campuran beraspal karena memiliki nilai VIM dan VMA yang rendah dan nilai VFA yang tinggi.
 Kata kunci: 1, Aspal 2, AC-WC 3, Limbah Plastik 4, HDPE 5 Marshall     Abstract   Road pavements, especially flexible pavements, often experience faster damage due to vehicle loads.
The use of additives is one of the alternatives used to get a good quality pavement layer.
This study aims to obtain the value of Optimum Asphalt Content (KAO) and to obtain the performance of VIM, VMA and VFA of a mixture of AC-WC layers with the addition of High Density Polyethylene (HDPE) plastic waste.
The method used in this study refers to the Technical Specifications of Bina Marga 2018 Revision 2 Division 6.
the KAO value with the Marshall method is 6.
45% at 0% variation of addition of plastic waste, 6.
3% to variation of 1% addition of plastic waste, 6, 25% in the 1.
5% variation of the addition of plastic waste and 6.
2% in the 2% variation of the addition of plastic waste.
Based on the results of laboratory testing, the value of KAO Marshall obtained decreases with the addition of plastic waste and the addition of 2% plastic waste is the best level that can be used in asphalt mixtures because it has low VIM and VMA values and high VFA values.
   Keywords: 1, Asphalt 2, AC-WC 3, Plastic Waste 4, HDPE 5 Marshall.

Related Results

PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract   Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal. Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...
UJI TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR SEMARBUT ASPAL TIPE 4 BERDASARKAN SNI 2433:2011
UJI TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR SEMARBUT ASPAL TIPE 4 BERDASARKAN SNI 2433:2011
ABSTRACTAsphalt is a filtering material of crude oil used as a pavement material. Asphalt quality becomes a very important and must be considered for pavement material, especially ...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
Aspal  porus  adalah  campuran  aspal  yang memiliki  nilai  porositas  yang  lebih  tinggi  dibandingkan dengan campuran aspal lainnya. Fungsi dari tingginya nilai porositas adala...
FLY ASH AS FILLER USED FOR CHARACTERISTICS OF MARSHALL ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC)
FLY ASH AS FILLER USED FOR CHARACTERISTICS OF MARSHALL ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC)
In an effort to increase the strength of mixed asphalt concrete structure ( AC-WC ) in addition to the use of hot asphalt mixture with new specification, the selection of material ...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
Studi Penggunaan Aspal Modifikasi pada Campuran Aspal Porus
Studi Penggunaan Aspal Modifikasi pada Campuran Aspal Porus
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh campuran aspalporus yang menggunakan aspal Modifikasi dengan gradasi IowaStormwater Managemen (2009).Untuk mengetahui campuran as...

Back to Top