Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAJIAN DEKONSTRUKSI DALAM NOVEL THE NAME SAKE KARYA JHUMPA LAHIRI

View through CrossRef
Pada awalnya dekonstruksi merupakan teknik atau metode dalam membaca dan memahami teks. Dalam pembacaan secara dekonstruktif pembaca perlu menghadirkan unsur-unsur yang memungkinkan teks tersebut berbeda dari yang lain. Dalam dekonstruksi unsur-unsur yang semula terlupakan dan termarjinalkan seperti kelompok-kelompok minoritas, kelompok yang terpinggirkan, kawasan kumuh diberikan perhatian secara seimbang dan proporsional. Dalam tulisan ini dibahas tentang dekonstruksi dalam karya sastra. Karya sastra yang didekonstuksi adalah The Name Sake. Novel ini berupakan novel terjemahan karya Jhumpa Lahiri, pengarang dari India. Teori yang digunakan untuk membedah novel ini adalah teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Ada dua hal yang dibahas dalam tulisan ini yakni upaya pengarang dalam menghadirkan oposisi-oposisi dan kelompok-kelompok termarjinalkan dalam teks. Oposisi-oposisi yang dihadirkan oleh pengarang dalam teks antara lain: (1) oposisi antara laki-laki dan perempuan, antara suami dan istri yang diwakili oleh kehadiran tokoh Ashoka dan Ashima. Ashoka digambarkan sebagai pusat dan Ashima sebagai pinggiran; (2) oposisi antara dunia Barat dan Timur. Dunia Timur diwakili oleh India yang tecermin dalam kehidupan keluarga Ashoka dan Ashima. Dunia Barat yang diwakili oleh Amerika menghadirkan tokoh-tokoh dari keluarga Amerika; (3) Oposisi ketiga adalah antara kesetiaan dan ketidaksetiaan. Kelompok-kelompok termarjinalkan yang diangkat oleh pengarang dalam teks antara lain kaum perempuan dan masyarakat India.
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Title: KAJIAN DEKONSTRUKSI DALAM NOVEL THE NAME SAKE KARYA JHUMPA LAHIRI
Description:
Pada awalnya dekonstruksi merupakan teknik atau metode dalam membaca dan memahami teks.
Dalam pembacaan secara dekonstruktif pembaca perlu menghadirkan unsur-unsur yang memungkinkan teks tersebut berbeda dari yang lain.
Dalam dekonstruksi unsur-unsur yang semula terlupakan dan termarjinalkan seperti kelompok-kelompok minoritas, kelompok yang terpinggirkan, kawasan kumuh diberikan perhatian secara seimbang dan proporsional.
Dalam tulisan ini dibahas tentang dekonstruksi dalam karya sastra.
Karya sastra yang didekonstuksi adalah The Name Sake.
Novel ini berupakan novel terjemahan karya Jhumpa Lahiri, pengarang dari India.
Teori yang digunakan untuk membedah novel ini adalah teori Dekonstruksi Jacques Derrida.
Ada dua hal yang dibahas dalam tulisan ini yakni upaya pengarang dalam menghadirkan oposisi-oposisi dan kelompok-kelompok termarjinalkan dalam teks.
Oposisi-oposisi yang dihadirkan oleh pengarang dalam teks antara lain: (1) oposisi antara laki-laki dan perempuan, antara suami dan istri yang diwakili oleh kehadiran tokoh Ashoka dan Ashima.
Ashoka digambarkan sebagai pusat dan Ashima sebagai pinggiran; (2) oposisi antara dunia Barat dan Timur.
Dunia Timur diwakili oleh India yang tecermin dalam kehidupan keluarga Ashoka dan Ashima.
Dunia Barat yang diwakili oleh Amerika menghadirkan tokoh-tokoh dari keluarga Amerika; (3) Oposisi ketiga adalah antara kesetiaan dan ketidaksetiaan.
Kelompok-kelompok termarjinalkan yang diangkat oleh pengarang dalam teks antara lain kaum perempuan dan masyarakat India.

Related Results

Dekonstruksi Sikap Hidup Tokoh Masyarakat Madura dalam Cerpen Tandak Karya Royyan Julian
Dekonstruksi Sikap Hidup Tokoh Masyarakat Madura dalam Cerpen Tandak Karya Royyan Julian
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud dekonstruksi sikap hidup tokoh masyarakat Madura dalam cerpen Tandak karya Royyan Julian. Penelitian ini menggunakan metode dekonstru...
Exploring Diasporic Identity and Cross-Cultural Conflict in Jhumpa Lahiri's The Namesake and The Lowland: A Comparative Study
Exploring Diasporic Identity and Cross-Cultural Conflict in Jhumpa Lahiri's The Namesake and The Lowland: A Comparative Study
In Jhumpa Lahiri's novels The Namesake (2003) and The Lowland (2013), the author delves into the complexities of diasporic identity and cross-cultural conflict through the lives of...
Sebuah Pengantar kepada Dekonstruksi
Sebuah Pengantar kepada Dekonstruksi
Artikel ini adalah sebuah pengantar kepada dekonstruksi. Harus diakui bahwa kita tidak dapat memahami apa itu dekonstruksi secara utuh. Tepatnya, kita hanya dapat menggambarkannya ...
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dekonstruksi dalam cerpen “Mandi Bungas” karya Rahmiyati. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengg...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
Bahasa merupakan sekumpulan tanda-tanda yang menggiring pada suatu makna tertentu. Strukturalisme Ferdinand de Saussure beranggapan penanda (signifier) berkaitan erat dengan petand...
The Self-Actualization of Indian Diaspora in the Select Novels of Bharati Mukherjee and Jhumpa Lahiri
The Self-Actualization of Indian Diaspora in the Select Novels of Bharati Mukherjee and Jhumpa Lahiri
The migration of human beings into the various countries of the world, has been in the search of betterment of chances for their literary as well as the social contributions in the...

Back to Top