Javascript must be enabled to continue!
Formulasi Gel dari Fraksi Etil Asetat Batang Jarak Cina (Jatropha multifida L.) Efektivitas Terhadap Luka Bakar
View through CrossRef
Latar Belakang: Luka bakar merupakan kondisi rusak atau hilangnya jaringan kulit akibat paparan suhu tinggi. Terapi oral memiliki keterbatasan dalam penetrasi jaringan kulit yang mengeras, sehingga diperlukan sediaan topikal seperti gel yang memiliki keunggulan dalam hal kenyamanan, kemampuan penyerapan, dan kemudahan penggunaan. Batang jarak cina (Jatropha multifida L.) mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka bakar, khususnya dalam fraksi etil asetat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan fraksi etil asetat batang jarak cina ke dalam sediaan gel serta menguji pengaruh variasi konsentrasinya terhadap efektivitas penyembuhan luka bakar. Metode: Batang jarak cina diekstraksi dengan etanol 96%, kemudian difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Fraksi etil asetat diformulasikan menjadi gel hidrofilik dengan konsentrasi 0,140%, 0,281%, dan 0,421%. Sediaan gel dievaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, iritasi, serta uji efektivitas pada luka bakar kelinci. Hasil: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Semua formula gel memenuhi persyaratan fisik sediaan, dengan pH (5,95–6,37) yang sesuai untuk kulit. Formula F1 (0,140%) menunjukkan efektivitas terbaik dalam penyembuhan luka bakar, setara dengan kontrol positif (p > 0,05), serta aman secara topikal (tidak menimbulkan iritasi). Kesimpulan: Fraksi etil asetat batang jarak cina berhasil diformulasikan menjadi sediaan gel yang stabil dan efektif untuk penyembuhan luka bakar, dengan konsentrasi optimal 0,140%. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji toksisitas dan mekanisme kerja senyawa aktif.
Universitas Tjut Nyak Dhien
Title: Formulasi Gel dari Fraksi Etil Asetat Batang Jarak Cina (Jatropha multifida L.) Efektivitas Terhadap Luka Bakar
Description:
Latar Belakang: Luka bakar merupakan kondisi rusak atau hilangnya jaringan kulit akibat paparan suhu tinggi.
Terapi oral memiliki keterbatasan dalam penetrasi jaringan kulit yang mengeras, sehingga diperlukan sediaan topikal seperti gel yang memiliki keunggulan dalam hal kenyamanan, kemampuan penyerapan, dan kemudahan penggunaan.
Batang jarak cina (Jatropha multifida L.
) mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka bakar, khususnya dalam fraksi etil asetat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan fraksi etil asetat batang jarak cina ke dalam sediaan gel serta menguji pengaruh variasi konsentrasinya terhadap efektivitas penyembuhan luka bakar.
Metode: Batang jarak cina diekstraksi dengan etanol 96%, kemudian difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol.
Fraksi etil asetat diformulasikan menjadi gel hidrofilik dengan konsentrasi 0,140%, 0,281%, dan 0,421%.
Sediaan gel dievaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, iritasi, serta uji efektivitas pada luka bakar kelinci.
Hasil: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.
Semua formula gel memenuhi persyaratan fisik sediaan, dengan pH (5,95–6,37) yang sesuai untuk kulit.
Formula F1 (0,140%) menunjukkan efektivitas terbaik dalam penyembuhan luka bakar, setara dengan kontrol positif (p > 0,05), serta aman secara topikal (tidak menimbulkan iritasi).
Kesimpulan: Fraksi etil asetat batang jarak cina berhasil diformulasikan menjadi sediaan gel yang stabil dan efektif untuk penyembuhan luka bakar, dengan konsentrasi optimal 0,140%.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji toksisitas dan mekanisme kerja senyawa aktif.
Related Results
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Abstract. The plants used were leaves and sap of Jatropha (Jatropha multifida L.). Jatropha contains flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and phenolic acids, the compound conte...
Evaluation du potentiel antimicrobien et de la toxicité des extraits de Jatropha multifida Linn, (Euphorbiaceae)
Evaluation du potentiel antimicrobien et de la toxicité des extraits de Jatropha multifida Linn, (Euphorbiaceae)
Objectif : L’objectif de ce travail était d’évaluer in vitro l’activité antimicrobienne des extraits de feuilles et tige de Jatropha multifida sur la croissance de Candida albicans...
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan obat tradisional dalam pengobatan. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat adalah rumput bambu (Lopatherum gracile Br...
Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenolik dari Fraksi Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.)
Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenolik dari Fraksi Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.)
Kulit buah kopi mengandung senyawa golongan fenolik yang memiliki efek biologis khususnya sebagai antibakteri. Kulit buah kopi diekstraksi dan kemudian difraksinasi menggunakan aku...
Perbandingan Efek Getah Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) dengan Lendir Bekicot (Achantina Fulica) terhadap Lama Penyembuhan Luka pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster
Perbandingan Efek Getah Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) dengan Lendir Bekicot (Achantina Fulica) terhadap Lama Penyembuhan Luka pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster
Abstract. A wound is a break in body tissue from the epithelial layer of the skin to the inner layer, such as subcutaneous tissue, fat, muscle, and bone. Jatropha sap and snail sli...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli
Latar Belakang : Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Banyak yang melaporkan terjadinya resistensi antibiotik terhadap Escherichia coli. Oleh karena itu dibutuhkan a...
Karakteristik Pasien Luka Bakar Rawat Inap
Karakteristik Pasien Luka Bakar Rawat Inap
Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang dapat diakibatkan oleh panas, listrik, atau zat kimia. Ini merupakan salah satu tantangan besar dalam bidang kesehatan glo...
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Tin (Ficus carica L.) terhadap Streptococcus mutans
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Tin (Ficus carica L.) terhadap Streptococcus mutans
Abstract. Streptococcus mutans is a Gram-positive coccus-shaped facultative anaerobic bacterium commonly found in the oral cavity. It is one of the primary bacteria responsible for...

