Javascript must be enabled to continue!
MAKNA TRADISI TUMPENG DALAM BUDAYA JAWA DAN RELEVANSINYA BAGI PENGHAYATAN PERAYAAN EKARISTI DI PAROKI MARIA RATU DAMAI PURWOREJO MALANG
View through CrossRef
Tumpeng banyak dipakai dalam kegiatan orang Jawa baik Katolik maupun non Katolik. Akan tetapi, makna simbolis tradisi Tumpeng sering kurang dipahami dan kabur. Umat Katolik non Jawa yang memakai tradisi ini juga kurang memahami, tidak terkecuali umat Katolik Jawa kurang memahami makna dan tujuan tradisi tumpeng, terutama relevansinya dengan perayaan Ekaristi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tradisi tumpeng dan relevansi tradisi tumpeng bagi penghayatan perayaan Ekaristi bagi umat di Paroki Maria Ratu Damai Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Narasumber dalam penelitian ini adalah umat dan pastor paroki. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Peneliti melakukan pengujian keabsahan data dengan menggunakan triangulasi Teknik pengumpulan data. Upacara tumpengan di Paroki Maria Ratu Damai Purworejo menunjukkan adanya keselarasan dengan perayaan Ekaristi. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya syukur, namun dengan fokus yang berbeda. Tumpengan lebih pada syukur atas berkat duniawi, sedangkan Ekaristi berpusat pada syukur atas karya penyelamatan Kristus.
Universitas Hindu Indonesia
Title: MAKNA TRADISI TUMPENG DALAM BUDAYA JAWA DAN RELEVANSINYA BAGI PENGHAYATAN PERAYAAN EKARISTI DI PAROKI MARIA RATU DAMAI PURWOREJO MALANG
Description:
Tumpeng banyak dipakai dalam kegiatan orang Jawa baik Katolik maupun non Katolik.
Akan tetapi, makna simbolis tradisi Tumpeng sering kurang dipahami dan kabur.
Umat Katolik non Jawa yang memakai tradisi ini juga kurang memahami, tidak terkecuali umat Katolik Jawa kurang memahami makna dan tujuan tradisi tumpeng, terutama relevansinya dengan perayaan Ekaristi.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tradisi tumpeng dan relevansi tradisi tumpeng bagi penghayatan perayaan Ekaristi bagi umat di Paroki Maria Ratu Damai Purworejo.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Narasumber dalam penelitian ini adalah umat dan pastor paroki.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Peneliti melakukan pengujian keabsahan data dengan menggunakan triangulasi Teknik pengumpulan data.
Upacara tumpengan di Paroki Maria Ratu Damai Purworejo menunjukkan adanya keselarasan dengan perayaan Ekaristi.
Keduanya sama-sama menekankan pentingnya syukur, namun dengan fokus yang berbeda.
Tumpengan lebih pada syukur atas berkat duniawi, sedangkan Ekaristi berpusat pada syukur atas karya penyelamatan Kristus.
Related Results
DAMPAK PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN UMAT PAROKI POHON BAO DALAM PANCA TUGAS GEREJA
DAMPAK PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN UMAT PAROKI POHON BAO DALAM PANCA TUGAS GEREJA
Penelitian ini berbicara tentang keterlibatan umat paroki dalam panca tugas Gereja. Masalahnya adalah bagaimana keterlibatan umat paroki Pohon Bao dalam panca tugas Gereja. Tujuann...
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa sampai saat ini masih memegang dan nguri-uri budaya leluhur. Salah satu budaya leluhur yang masih dilestarikan adalah penggunaan tump...
Konstruksi Realitas Simbolik Makna Islam Damai Dalam Program Damai Indonesiaku Tvone
Konstruksi Realitas Simbolik Makna Islam Damai Dalam Program Damai Indonesiaku Tvone
Tujuan dari penelitian yang berjudul Konstruksi Realitas Simbolik Makna “Islam Damai” dalam Program Damai Indonesiaku TVOne yakni: Pertama, menganalisis teori Konstruksi Sosial Rea...
Makna Tari Tor-tor dalam Perayaan Ekaristi di Paroki St. Gregorius Agung Jambi
Makna Tari Tor-tor dalam Perayaan Ekaristi di Paroki St. Gregorius Agung Jambi
Tor-tor merupakan salah satu tarian yang berasal dari suku Batak. Penggunaan Tor-tor sering dijumpai pada acara pernikahan, kematian, dan pesta Batak. Selain itu tari Tor-tor menja...
FAKTOR PENGHAMBAT KAUM BAPAK TIDAK MERAYAKAN EKARISTI PADA HARI MINGGU
FAKTOR PENGHAMBAT KAUM BAPAK TIDAK MERAYAKAN EKARISTI PADA HARI MINGGU
Perayaan Ekaristi merupakan perayaan iman, tetapi pada kenyataannya banyak umat yang tidak merayakan Ekaristi pada hari Minggu terlebih khusus kaum bapak. Masalah dalam penelitian ...
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
Abstrak: Setiap Negara memiliki bermacam-macam kebudayaan, diantaranya Jepang dan Indonesia. Di Jepang memiliki perayaan yang bernama Aomori Nebuta Matsuri, dan perayaan tersebut ...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
MAKNA SIMBOLIK TRADISI TEDHAK SITEN PADA MASYARAKAT DUSUN SUKA DAMAI DESA BAGAN JAYA KECAMATAN ENOK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
MAKNA SIMBOLIK TRADISI TEDHAK SITEN PADA MASYARAKAT DUSUN SUKA DAMAI DESA BAGAN JAYA KECAMATAN ENOK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Penelitian ini membahas tentang Makna Simbolik Tradisi Tedhak Siten Pada Masyarakat Suka Damai Desa Bagan Jaya Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Tradisi dan kepercayaan te...

