Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Pengetahuan Menstrual Hygiene Management pada Santriwati di Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang
View through CrossRef
Abstract. Menstrual hygiene management (MHM) is an effort of hygiene and health in adolescent girls during menstruation. Menstrual hygiene management has three aspects; aspects of menstrual knowledge, aspects of menstrual product and supporting facilities needed to manage menstruation effectively. MHM knowledge is important for adolescent girls to prevent reproductive health problems such as reproductive tract infections, cervical cancer, sexually transmitted infections, and has a negative impact on pregnancy outcomes. This study aims to describe the level of knowledge about Menstrual Hygiene Management among female students of Madrasah Tsanawiyah at Darussalam Kasomalang Islamic Boarding School. The study used descriptive method with a total of 185 respondents selected by total sampling. Data was collected through questionnaires regarding the characteristics of respondents and knowledge of menstrual hygiene management. The results showed that the majority of respondents were in early adolescence (91.4%) with a good knowledge level of 64.9%. However, there was still a lack of knowledge in several aspects, such as knowledge of the smell of menstrual blood (35.7%), the origin of menstrual blood (20.5%) and how to clean genital organs (67.6%). Based on the results of this study, it shows the importance of education about menstrual hygiene management from an early age and the provision of adequate facilities in the pesantren environment to support adolescent girls during their menstrual period.
Abstrak. Menstrual hygiene management (MHM) merupakan upaya kebersihan dan kesehatan pada remaja perempuan selama menstruasi. Menstrual hygiene management memiliki tiga aspek yaitu aspek pengetahuan menstruasi, aspek pengetahuan produk menstruasi dan fasilitas pendukung yang diperlukan untuk mengelola menstruasi secara efektif. Pengetahuan MHM penting bagi remaja perempuan untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran reproduksi, kanker serviks, infeksi menular seksual, dan berdampak negatif pada hasil kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan mengenai Menstrual Hygiene Management pada santriwati Madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan total 185 responden yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai karakteristik responden dan pengetahuan mengenai menstrual hygiene management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia remaja awal (91,4%) dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 64,9%. Namun masih terdapat pengetahuan yang kurang pada beberapa aspek, seperti pengetahuan bau darah menstruasi (35,7%), asal darah menstruasi (20,5%) dan cara membersihkan organ genital (67,6%). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan pentingnya edukasi mengenai menstrual hygiene management sejak dini serta penyediaan fasilitas yang memadai di lingkungan pesantren untuk mendukung remaja perempuan selama periode menstruasi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Gambaran Pengetahuan Menstrual Hygiene Management pada Santriwati di Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang
Description:
Abstract.
Menstrual hygiene management (MHM) is an effort of hygiene and health in adolescent girls during menstruation.
Menstrual hygiene management has three aspects; aspects of menstrual knowledge, aspects of menstrual product and supporting facilities needed to manage menstruation effectively.
MHM knowledge is important for adolescent girls to prevent reproductive health problems such as reproductive tract infections, cervical cancer, sexually transmitted infections, and has a negative impact on pregnancy outcomes.
This study aims to describe the level of knowledge about Menstrual Hygiene Management among female students of Madrasah Tsanawiyah at Darussalam Kasomalang Islamic Boarding School.
The study used descriptive method with a total of 185 respondents selected by total sampling.
Data was collected through questionnaires regarding the characteristics of respondents and knowledge of menstrual hygiene management.
The results showed that the majority of respondents were in early adolescence (91.
4%) with a good knowledge level of 64.
9%.
However, there was still a lack of knowledge in several aspects, such as knowledge of the smell of menstrual blood (35.
7%), the origin of menstrual blood (20.
5%) and how to clean genital organs (67.
6%).
Based on the results of this study, it shows the importance of education about menstrual hygiene management from an early age and the provision of adequate facilities in the pesantren environment to support adolescent girls during their menstrual period.
Abstrak.
Menstrual hygiene management (MHM) merupakan upaya kebersihan dan kesehatan pada remaja perempuan selama menstruasi.
Menstrual hygiene management memiliki tiga aspek yaitu aspek pengetahuan menstruasi, aspek pengetahuan produk menstruasi dan fasilitas pendukung yang diperlukan untuk mengelola menstruasi secara efektif.
Pengetahuan MHM penting bagi remaja perempuan untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran reproduksi, kanker serviks, infeksi menular seksual, dan berdampak negatif pada hasil kehamilan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan mengenai Menstrual Hygiene Management pada santriwati Madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang.
Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan total 185 responden yang dipilih secara total sampling.
Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai karakteristik responden dan pengetahuan mengenai menstrual hygiene management.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia remaja awal (91,4%) dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 64,9%.
Namun masih terdapat pengetahuan yang kurang pada beberapa aspek, seperti pengetahuan bau darah menstruasi (35,7%), asal darah menstruasi (20,5%) dan cara membersihkan organ genital (67,6%).
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan pentingnya edukasi mengenai menstrual hygiene management sejak dini serta penyediaan fasilitas yang memadai di lingkungan pesantren untuk mendukung remaja perempuan selama periode menstruasi.
Related Results
WOMEN'S WORLD IN SHORT STORIES ON DUNIASANTRI.CO: A READING OF SANTRIWATI'S WORKS
WOMEN'S WORLD IN SHORT STORIES ON DUNIASANTRI.CO: A READING OF SANTRIWATI'S WORKS
ABSTRACT
This paper aims to examine the world of women in short stories written by santriwati (female students) on duniasantri.co website, which was the first pioneer of student ...
Integrasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Salaf Dan Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Irsyadul Anam Yogyakarta)
Integrasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Salaf Dan Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Irsyadul Anam Yogyakarta)
Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan pendekatan Ilmu Pendidikan Islam dan Fenomenologi dalam mengkaji integrasi model pendidikan pondok pesantren salaf dan khalaf di Pond...
Manajemen Strategik Pembelajaran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Generasi yang Berakhlaqul Karimah
Manajemen Strategik Pembelajaran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Generasi yang Berakhlaqul Karimah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pondok pesantren dalam mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manajemen strategi...
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang banyak menapung santri-santri dari berbagai daerah. Berlatar belakang daerah, budaya, bahasa serta kepr...
Menstrual Health Literacy Among Young Female Adults in Northern Mindanao: A Descriptive Cross-sectional Study
Menstrual Health Literacy Among Young Female Adults in Northern Mindanao: A Descriptive Cross-sectional Study
Background and Purpose: Menstrual health literacy (MHL) refers to an individual’s ability to access, understand and apply accurate information about menstruation, including biologi...
Penerapan PHBS dalam Perawatan Kebersihan Diri Santriwati
Penerapan PHBS dalam Perawatan Kebersihan Diri Santriwati
Pada tahun 2020 di Ponpes NU Siti Aisyah ditemukan 21 orang (25,3%) dari total 83 santriwati mengalami gejala gatal terutama pada malam hari. Hasil pemeriksaan mikroskopis 8 (9,63...
Kepercayaan Gen X terhadap Informasi di Media Sosial
Kepercayaan Gen X terhadap Informasi di Media Sosial
Abstract. The phenomenon of Indonesian people's media consumption patterns, especially generation X, who are mostly still technologically illiterate, raises questions to analyze th...
Profil Kadar Hemoglobin Pada Santriwati Kelas 1, 2, Dan 3 MTS di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kota Mataram
Profil Kadar Hemoglobin Pada Santriwati Kelas 1, 2, Dan 3 MTS di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kota Mataram
Latar belakang: Aktivitas fisik dan pola hidup santriwati di pondok pesantren berbeda dengan aktivitas fisik atau pola hidup yang dilakukan oleh siswa yang tidak berada di pondok p...

