Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI TEATER: PERTUNJUKAN TEATER LARI KE BULAN DAN DONGENG ANAK KARYA/SUTRADARA SYUHENDRI

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan pertunjukan teater Lari ke Bulan dan Dongeng  Anak  karya/sutradara Syuhendri merubah karakter anak yang tergabung dalam komunitas Tanah Ombak di Kampung Purus Padang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif bercorak reflektif yang terbagi ke dalam tiga bentuk yaitu (1) pendidikan seni, (2) fenomenologi refleksi, dan (3) penelitian heuristik. Hasil penelitian ini karya teater Lari ke Bulan dan Dongeng Anak mengandung suatu elemen atau paradoksal atau dialektika teater yang juga dinamakan sebagai dialektika ambiguitas. Pertunjukan Lari ke Bulan dan Dongeng Anak dapat dikatakan pertunjukan yang melihat dirinya sendiri (cermin). Cerita-cerita yang tercermin di dalamnya membuat orang-orang memberikan perhatian, membuat penonton menangis, tertawa atau mencapai suatu keputusan revolusi yang meningkat. Karya teater Lari ke Bulan dan Dongeng Anak memberikan transendensi dan relaksasi  sedemikian rupa sehingga pertunjukan tersebut merupakan integral dari anak-anak tersebut. Pertunjukan Lari ke Bulan dan Dongeng Anak merupakan suatu ekspresi dari anak-anak yang mampu membangun karakter.
Faculty of Education and Teacher Training, Jambi University
Title: MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI TEATER: PERTUNJUKAN TEATER LARI KE BULAN DAN DONGENG ANAK KARYA/SUTRADARA SYUHENDRI
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan pertunjukan teater Lari ke Bulan dan Dongeng  Anak  karya/sutradara Syuhendri merubah karakter anak yang tergabung dalam komunitas Tanah Ombak di Kampung Purus Padang.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif bercorak reflektif yang terbagi ke dalam tiga bentuk yaitu (1) pendidikan seni, (2) fenomenologi refleksi, dan (3) penelitian heuristik.
Hasil penelitian ini karya teater Lari ke Bulan dan Dongeng Anak mengandung suatu elemen atau paradoksal atau dialektika teater yang juga dinamakan sebagai dialektika ambiguitas.
Pertunjukan Lari ke Bulan dan Dongeng Anak dapat dikatakan pertunjukan yang melihat dirinya sendiri (cermin).
Cerita-cerita yang tercermin di dalamnya membuat orang-orang memberikan perhatian, membuat penonton menangis, tertawa atau mencapai suatu keputusan revolusi yang meningkat.
Karya teater Lari ke Bulan dan Dongeng Anak memberikan transendensi dan relaksasi  sedemikian rupa sehingga pertunjukan tersebut merupakan integral dari anak-anak tersebut.
Pertunjukan Lari ke Bulan dan Dongeng Anak merupakan suatu ekspresi dari anak-anak yang mampu membangun karakter.

Related Results

STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK   Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
Membangun Karakter Anak Melalui Teater
Membangun Karakter Anak Melalui Teater
<p align="center"><strong><em>Abstract</em></strong></p><p><em>Research title</em><em> is</em><em>"Building ...
DONGENG-DONGENG SASAKALA DALAM MANGLÉ TAHUN 2014 (Kajian Struktural dan Etnopedagogik)
DONGENG-DONGENG SASAKALA DALAM MANGLÉ TAHUN 2014 (Kajian Struktural dan Etnopedagogik)
Penelitian ini menganalisis dongeng-dongeng sasakala dalam Manglé terbitan tahun 2014 dari aspek struktural dan etnopedagogik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsika...
KONVENSI TATA ARTISTIK TEATER PANGGUNG DALAM PEMENTASAN TEATER VIRTUAL SITI SEROJA OLEH TEATER KOMA
KONVENSI TATA ARTISTIK TEATER PANGGUNG DALAM PEMENTASAN TEATER VIRTUAL SITI SEROJA OLEH TEATER KOMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa tata artistik dari pertunjukan virtual Siti Seroja oleh Teater Koma mengacu pada hukum pementasan teater di atas panggung....
“Wayang Kreatif” Performance of Teater Koma and Its Audience
“Wayang Kreatif” Performance of Teater Koma and Its Audience
ABSTRAK Teater Koma merupakan teater modern yang berhasil bertahan selama 40 tahun, dari tahun 1977 sampai sekarang. Perjalanan yang cukup panjang, mendudukkan Teater Koma sebagai ...
Tugas Pembelajaran Berbasis TI ( Menyimak Dongeng) Inggit Shivani K1217033
Tugas Pembelajaran Berbasis TI ( Menyimak Dongeng) Inggit Shivani K1217033
Keterampilan berbahasa salah satunya yaitu menyimak, menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang ada, berdasarkan kegiatan yang harus dikuasai terlebih dahulu karena setiap akti...
“ARKANTI”: KONVENSI TEATER PANGGUNG DALAM PERTUNJUKAN VIRTUAL TEATER KOMA
“ARKANTI”: KONVENSI TEATER PANGGUNG DALAM PERTUNJUKAN VIRTUAL TEATER KOMA
ABSTRACT The current study aims to prove the conventions of stage theater in the virtual performance of “Arkanti” by Teater Koma. Virtual performances were conducted by Teater Koma...
Hubungan Pemahaman Teknik Lari Dengan Kecepatan Lari 100 Meter Atlet Lari Putri
Hubungan Pemahaman Teknik Lari Dengan Kecepatan Lari 100 Meter Atlet Lari Putri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman teknik lari dan kecepatan lari 100 meter pada atlet lari putri Kota Padang. Lari 100 meter merupakan nomor spr...

Back to Top