Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Literasi Pajak Tidak Langsung, Perilaku Berbelanja, dan Persepsi Risiko Ekonomi Terhadap Respon Konsumen Atas Kenaikan PPN
View through CrossRef
Kebijakan peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah alat fiskal yang langsung memengaruhi harga barang dan layanan serta dapat memengaruhi cara dan reaksi konsumen. Perbedaan dalam pemahaman pajak, tindakan belanja, dan pandangan terhadap risiko ekonomi menciptakan berbagai respons konsumen terhadap kenaikan PPN, sehingga penting untuk melakukan penelitian secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak literasi pajak tidak langsung, perilaku belanja, dan pandangan terhadap risiko ekonomi terhadap reaksi konsumen terhadap kenaikan PPN. Riset ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui distribusi kuesioner kepada 78 responden, yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi pajak dan pandangan mengenai risiko ekonomi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap respon konsumen terhadap peningkatan PPN, sedangkan perilaku belanja tidak menunjukkan pengaruh parsial yang berarti. Secara keseluruhan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap respon konsumen. Hasil ini menambah wawasan tentang perilaku konsumen dan kebijakan perpajakan serta menggarisbawahi pentingnya meningkatkan literasi pajak dan memperhatikan situasi ekonomi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar studi berikutnya memperluas jumlah responden dan mempertimbangkan variabel terkait lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh.
Title: Pengaruh Literasi Pajak Tidak Langsung, Perilaku Berbelanja, dan Persepsi Risiko Ekonomi Terhadap Respon Konsumen Atas Kenaikan PPN
Description:
Kebijakan peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah alat fiskal yang langsung memengaruhi harga barang dan layanan serta dapat memengaruhi cara dan reaksi konsumen.
Perbedaan dalam pemahaman pajak, tindakan belanja, dan pandangan terhadap risiko ekonomi menciptakan berbagai respons konsumen terhadap kenaikan PPN, sehingga penting untuk melakukan penelitian secara empiris.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak literasi pajak tidak langsung, perilaku belanja, dan pandangan terhadap risiko ekonomi terhadap reaksi konsumen terhadap kenaikan PPN.
Riset ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui distribusi kuesioner kepada 78 responden, yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi pajak dan pandangan mengenai risiko ekonomi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap respon konsumen terhadap peningkatan PPN, sedangkan perilaku belanja tidak menunjukkan pengaruh parsial yang berarti.
Secara keseluruhan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap respon konsumen.
Hasil ini menambah wawasan tentang perilaku konsumen dan kebijakan perpajakan serta menggarisbawahi pentingnya meningkatkan literasi pajak dan memperhatikan situasi ekonomi masyarakat.
Penelitian ini merekomendasikan agar studi berikutnya memperluas jumlah responden dan mempertimbangkan variabel terkait lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pajak Pertambahan Nilai Pembebanan Pajak Kepada Konsumen Akhir dalam Ekosistem Pajak Indonesia
Pajak Pertambahan Nilai Pembebanan Pajak Kepada Konsumen Akhir dalam Ekosistem Pajak Indonesia
Pajak, sebagai penyumbang terbesar pendapatan negara diluar sektor minyak dan gas bumi, terus didalami dan digali oleh pemerintah untuk dapat meningkatkan dan memperkuat ruang fisk...
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Latar belakang: Pajak adalah kewajiban seseorang atau badan usaha untuk menyerahkan iuran yang bersifat memaksa kepada pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku.
Tujuan penelit...
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Latar belakang: Pajak adalah kewajiban seseorang atau badan usaha untuk menyerahkan iuran yang bersifat memaksa kepada pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku.
Tujuan penelit...
Respon Konsumen dan Pelaku Usaha Terhadap Kenaikan Tarif PPN 11% di Pontianak.
Respon Konsumen dan Pelaku Usaha Terhadap Kenaikan Tarif PPN 11% di Pontianak.
This research aims to uncover: (a) consumers and business actors respond to the 11% VAT increase in Pontianak, and (b) the impact of the 11% VAT increase on consumers and business ...
OPTIMALISASI KEPATUHAN PELAPORAN PPN MELALUI CORETAX DAN EFISIENSI PAJAK
OPTIMALISASI KEPATUHAN PELAPORAN PPN MELALUI CORETAX DAN EFISIENSI PAJAK
Coretax terbilang baru bagi wajib pajak dikarenakan coretax mulai diperlakukan mulai Januari 2025 untuk pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan) masa PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Untu...
PROBLEMATIKA PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL PASCA PANDEMI DENGAN PEMBERLAKUAN KENAIKAN TARIF PPN
PROBLEMATIKA PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL PASCA PANDEMI DENGAN PEMBERLAKUAN KENAIKAN TARIF PPN
ABSTRAK
Sesuai dengan penerapan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) ini, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berubah menjadi 11% yan...

