Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAKNA HIDUP PERSPEKTIF VICTOR FRANKL: KAJIAN DIMENSI SPIRITUAL DALAM LOGOTERAPI

View through CrossRef
This article aims to reveal the concept of logotherapy of Victor Frankl. This study uses descriptive analysis. First, the concept of logotherapy has three pillars in its philosophical foundation, the freedom of will, in this context every human being free to make choices to determine his own choice and destiny. The will to meaning, which every human being has the desire to have meaning in life. The meaning of life is an awareness of the possibility to realize what is being done at that time which then if successfully fulfilled will produce happiness. Second, in logotherapy, there is a noetic dimension which equivalent to the spiritual dimension, which tends toward the anthropological dimension rather than the theological dimension and does not contain religion. Third, the spiritual logotherapy dimension is different from Sufism. If Sufism spiritual affirms the sharia, then logotherapy departs from human existence. The implications of these differences give to a variety of happiness, both spiritual and physical.   Artikel ini bertujuan mengungkap konsep logoterapi yang diformulasikan oleh Victor Frankl. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis kajian ini menghasilkan beberapa kesimpulan: pertama, konsep logoterapi memiliki tiga landasan filosofis yaitu, kebebasan berkeinginan (the freedom of will). Dalam konteks ini setiap manusia bebas menentukan pilihan dan nasibnya sendiri. Keinginan akan makna (the will to meaning), yaitu manusia memiliki hasrat untuk memiliki makna hidup. Makna hidup adalah sebuah kesadaran untuk mengetahui apa yang dilakukan saat itu hingga menghasilkan kebahagiaan. Kedua, di dalam logoterapi terdapat dimensi spiritual yang cenderung ke arah antropologis daripada kearah teologis serta tidak mengandung konotasi agama. Ketiga, dimensi spiritual logoterapi berbeda dengan dimenssi dalam tasawuf. Jika para sufi mengafirmasi spiritual pada syariat maka logoterapi berangkat dari human exsistence. Implikasi dari kedua perbedaan tersebut melahirkan ragam kebahagiaan baik kebahagiaan ruhani dan ragawi.
Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi
Title: MAKNA HIDUP PERSPEKTIF VICTOR FRANKL: KAJIAN DIMENSI SPIRITUAL DALAM LOGOTERAPI
Description:
This article aims to reveal the concept of logotherapy of Victor Frankl.
This study uses descriptive analysis.
First, the concept of logotherapy has three pillars in its philosophical foundation, the freedom of will, in this context every human being free to make choices to determine his own choice and destiny.
The will to meaning, which every human being has the desire to have meaning in life.
The meaning of life is an awareness of the possibility to realize what is being done at that time which then if successfully fulfilled will produce happiness.
Second, in logotherapy, there is a noetic dimension which equivalent to the spiritual dimension, which tends toward the anthropological dimension rather than the theological dimension and does not contain religion.
Third, the spiritual logotherapy dimension is different from Sufism.
If Sufism spiritual affirms the sharia, then logotherapy departs from human existence.
The implications of these differences give to a variety of happiness, both spiritual and physical.
  Artikel ini bertujuan mengungkap konsep logoterapi yang diformulasikan oleh Victor Frankl.
Dengan menggunakan metode deskriptif analitis kajian ini menghasilkan beberapa kesimpulan: pertama, konsep logoterapi memiliki tiga landasan filosofis yaitu, kebebasan berkeinginan (the freedom of will).
Dalam konteks ini setiap manusia bebas menentukan pilihan dan nasibnya sendiri.
Keinginan akan makna (the will to meaning), yaitu manusia memiliki hasrat untuk memiliki makna hidup.
Makna hidup adalah sebuah kesadaran untuk mengetahui apa yang dilakukan saat itu hingga menghasilkan kebahagiaan.
Kedua, di dalam logoterapi terdapat dimensi spiritual yang cenderung ke arah antropologis daripada kearah teologis serta tidak mengandung konotasi agama.
Ketiga, dimensi spiritual logoterapi berbeda dengan dimenssi dalam tasawuf.
Jika para sufi mengafirmasi spiritual pada syariat maka logoterapi berangkat dari human exsistence.
Implikasi dari kedua perbedaan tersebut melahirkan ragam kebahagiaan baik kebahagiaan ruhani dan ragawi.

Related Results

Implementasi Konseling Eksistensial Teknik Logoterapi untuk Meningkatkan Konsep Diri Akademis Mahasiswa
Implementasi Konseling Eksistensial Teknik Logoterapi untuk Meningkatkan Konsep Diri Akademis Mahasiswa
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penerapan pendekatan konseling eksistensial dengan teknik logoterapi terhadap konsep diri akademis mahasiswa STKIP Andi Matappa, ...
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berba...
APLIKASI DAWRAH RUHIYYAH DALAM MENINGKATKAN NILAI KUALITI SPIRITUAL PELAJAR DI UNIVERSITI MALAYSIA PAHANG
APLIKASI DAWRAH RUHIYYAH DALAM MENINGKATKAN NILAI KUALITI SPIRITUAL PELAJAR DI UNIVERSITI MALAYSIA PAHANG
The development of spiritual quality values is seen as an urgent need today in an effort to meet employability skills. However, through a review of past literature review, it is fo...
A Strategy To Increase Spiritual Maturity by Practicing Spiritual Disciplines at Berean Seventh-day Adventist Church in Houston, Texas
A Strategy To Increase Spiritual Maturity by Practicing Spiritual Disciplines at Berean Seventh-day Adventist Church in Houston, Texas
Problem Berean Seventh-day Adventist Church has been a pillar in the Third Ward community of Houston since the 1900s. Berean has two distinctions. It is the only Seventh-day Adven...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
Kepelbagaian makna Leksikal dalam Pantun Sekalung Budi Seuntai Bahasa
Kepelbagaian makna Leksikal dalam Pantun Sekalung Budi Seuntai Bahasa
Pantun merupakan salah satu khazanah Melayu berbentuk puisi asli dan unik yang melambangkan kehidupan masyarakat di Alam Melayu. Bukan itu sahaja, pantun juga mempunyai akar yang m...
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Kajian tentang konsep dasar makna dalam ranah semantik ini merupakan kajian tentang keutuhan bahasa terletak pada hadirnya kedua lapisan itu, yakni lapisan bentuk dan lapisan makna...

Back to Top