Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MESOFAUNA TANAH DI LAHAN BEKAS TAMBANG GAMPING KECAMATAN PADALARANG, BANDUNG BARAT

View through CrossRef
Soil fauna is one of the ecosystem components that play a role in the process of organic matter decomposition and soil improvement. Soil mesofauna are sensitive to environmental changes due to human activities, including land conversion for mining activities. The diversity and abundance of soil fauna depend on environmental conditions and food availability. Soil mesofauna can be used as bioindicators of habitat degradation and soil quality. This study aims to identify and assess soil mesofauna diversity index and abundance on open access land (LAT) formerly used for limestone mining in the Padalarang area, West Bandung Regency. Soil samples were collected from natural soil (844 masl), LAT 1 (837 masl), LAT 2 (834 masl), and LAT 3 (809 masl). Soil fauna were extracted using a Berlese Funnel Extractor. Soil fauna diversity was calculated based on Shannon’s Diversity Index, while soil fauna abundance was calculated based on Meyer's (1966) equation. The highest soil fauna diversity value was found in natural soil at 1.87 (moderate), while the lowest soil fauna diversity value was found in LAT 2 at 1.38 (low). The highest soil fauna abundance was found in LAT 2 (6295 individuals/m2) with a slope gradient of 8-15%, while the lowest abundance was found in natural soil (594 individuals/m2) with a slope gradient of 15-25%. Variation in abundance, taxon count, and soil fauna diversity is influenced by environmental factors such as soil pH, slope gradient, vegetation, and moisture content.
Title: KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MESOFAUNA TANAH DI LAHAN BEKAS TAMBANG GAMPING KECAMATAN PADALARANG, BANDUNG BARAT
Description:
Soil fauna is one of the ecosystem components that play a role in the process of organic matter decomposition and soil improvement.
Soil mesofauna are sensitive to environmental changes due to human activities, including land conversion for mining activities.
The diversity and abundance of soil fauna depend on environmental conditions and food availability.
Soil mesofauna can be used as bioindicators of habitat degradation and soil quality.
This study aims to identify and assess soil mesofauna diversity index and abundance on open access land (LAT) formerly used for limestone mining in the Padalarang area, West Bandung Regency.
Soil samples were collected from natural soil (844 masl), LAT 1 (837 masl), LAT 2 (834 masl), and LAT 3 (809 masl).
Soil fauna were extracted using a Berlese Funnel Extractor.
Soil fauna diversity was calculated based on Shannon’s Diversity Index, while soil fauna abundance was calculated based on Meyer's (1966) equation.
The highest soil fauna diversity value was found in natural soil at 1.
87 (moderate), while the lowest soil fauna diversity value was found in LAT 2 at 1.
38 (low).
The highest soil fauna abundance was found in LAT 2 (6295 individuals/m2) with a slope gradient of 8-15%, while the lowest abundance was found in natural soil (594 individuals/m2) with a slope gradient of 15-25%.
Variation in abundance, taxon count, and soil fauna diversity is influenced by environmental factors such as soil pH, slope gradient, vegetation, and moisture content.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengelolaan Lansekap Lahan Bekas Tambang: Pemulihan Lahan Dengan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (In-Situ)
Pengelolaan Lansekap Lahan Bekas Tambang: Pemulihan Lahan Dengan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (In-Situ)
<p><strong>Abstrak. </strong>Salah satu pemanfaatan lahan yang memiliki dampak negative terhadap kualitas lahan adalah kegiatan penambangan. Dengan ekploitasi lah...
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Tambang batubara di Indonesia umumnya melakukan kegiatannya dengan teknik penambangan terbuka. Permasalahan utama yang timbul di wilayah bekas tambang batubara adalah perubahan lin...
Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Bekas Tambang Timah
Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Bekas Tambang Timah
<p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p>Kegiatan penambangan timah telah secara nyata mengakibatkan kerusakan lingkungan biofisik lahan dan s...
Identifikasi dan Toleransi Kemasaman Mesofauna Indigenous Tanaman Lada untuk Pertumbuhan Bibit Lada (Piper nigrum L.)
Identifikasi dan Toleransi Kemasaman Mesofauna Indigenous Tanaman Lada untuk Pertumbuhan Bibit Lada (Piper nigrum L.)
Rendahnya kesuburan tanah di Bangka menjadi permasalahan utama dalam pola budidaya lada secara menetap. Pemanfaatan mikro dan mesofauna berperan dalam dekomposisi bahan organik, me...
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MIKROARTHROPODA PADA MIKROHABITAT KELAPA SAWIT
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MIKROARTHROPODA PADA MIKROHABITAT KELAPA SAWIT
Acari dan Collembola merupakan mikroarthropoda yang hidup di tanah dan lapisan serasah. Dalam ekosistem mikroarthropoda berperan aktif dalam proses dekomposisi yaitu dalam fragment...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...

Back to Top