Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemodelan Celluler Automata untuk Prediksi Wilayah Hinterlnad Kota Semarang

View through CrossRef
Abstract. Semarang City, as a regional growth center in Central Java, has experienced intensive spatial expansion into its hinterland areas, particularly Semarang Regency, Demak, and Kendal, resulting in land-use changes, infrastructure pressure, environmental degradation, and regional service disparities. Spatial control that remains reactive and relies on static evaluations of the Regional Spatial Plan (RTRW) is considered insufficient to anticipate dynamic urban growth. Limited land availability and population growth have driven land-use conversion toward hinterland areas, particularly Ungaran, which has undergone significant changes as Semarang City shifts toward a trade and service-oriented center. This study is based on urban expansion theory, which views urban development as a process of spatial diffusion of built-up areas from the urban core to surrounding hinterland regions. A quantitative approach using a Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA-ANN) model with multitemporal Landsat imagery was applied. Land-use modeling and prediction were conducted up to 2029 using GIS software. The results indicate a significant increase in built-up areas, particularly along major road corridors and toll road access, accompanied by a decline in agricultural land. This study contributes to the development of land-use change prediction models to support sustainable metropolitan spatial planning policies. Abstrak. Kota Semarang sebagai pusat pertumbuhan regional Jawa Tengah mengalami ekspansi spasial intensif ke wilayah hinterland khususnya Kabupaten Semarang, Demak, dan Kendal, yang memicu perubahan penggunaan lahan, tekanan infrastruktur, degradasi lingkungan, dan ketimpangan pelayanan wilayah. Pengendalian pemanfaatan ruang yang masih bersifat reaktif dan berbasis evaluasi statis RTRW dinilai belum mampu mengantisipasi dinamika pertumbuhan kota. Keterbatasan lahan dan pertumbuhan penduduk mendorong alih fungsi lahan ke kawasan hinterland, khususnya Ungaran, yang mengalami perubahan signifikan seiring pergeseran fungsi Kota Semarang menuju pusat perdagangan dan jasa. Penelitian ini didasarkan pada teori urban expansion yang memandang perkembangan wilayah perkotaan sebagai proses perluasan spasial kawasan terbangun dari kota inti ke wilayah hinterland melalui mekanisme difusi dan efek ketetanggaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis Cellular Automata Artificial Neural Network (CA-ANN) dengan data citra Landsat multitemporal. Pemodelan dilakukan hingga tahun 2029 menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kawasan terbangun, terutama di sepanjang koridor jalan utama dan akses tol, disertai penurunan lahan pertanian. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model prediksi perubahan penggunaan lahan sebagai dasar pendukung kebijakan penataan ruang metropolitan berkelanjutan.
Title: Pemodelan Celluler Automata untuk Prediksi Wilayah Hinterlnad Kota Semarang
Description:
Abstract.
 Semarang City, as a regional growth center in Central Java, has experienced intensive spatial expansion into its hinterland areas, particularly Semarang Regency, Demak, and Kendal, resulting in land-use changes, infrastructure pressure, environmental degradation, and regional service disparities.
Spatial control that remains reactive and relies on static evaluations of the Regional Spatial Plan (RTRW) is considered insufficient to anticipate dynamic urban growth.
Limited land availability and population growth have driven land-use conversion toward hinterland areas, particularly Ungaran, which has undergone significant changes as Semarang City shifts toward a trade and service-oriented center.
This study is based on urban expansion theory, which views urban development as a process of spatial diffusion of built-up areas from the urban core to surrounding hinterland regions.
A quantitative approach using a Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA-ANN) model with multitemporal Landsat imagery was applied.
Land-use modeling and prediction were conducted up to 2029 using GIS software.
The results indicate a significant increase in built-up areas, particularly along major road corridors and toll road access, accompanied by a decline in agricultural land.
This study contributes to the development of land-use change prediction models to support sustainable metropolitan spatial planning policies.
Abstrak.
 Kota Semarang sebagai pusat pertumbuhan regional Jawa Tengah mengalami ekspansi spasial intensif ke wilayah hinterland khususnya Kabupaten Semarang, Demak, dan Kendal, yang memicu perubahan penggunaan lahan, tekanan infrastruktur, degradasi lingkungan, dan ketimpangan pelayanan wilayah.
Pengendalian pemanfaatan ruang yang masih bersifat reaktif dan berbasis evaluasi statis RTRW dinilai belum mampu mengantisipasi dinamika pertumbuhan kota.
Keterbatasan lahan dan pertumbuhan penduduk mendorong alih fungsi lahan ke kawasan hinterland, khususnya Ungaran, yang mengalami perubahan signifikan seiring pergeseran fungsi Kota Semarang menuju pusat perdagangan dan jasa.
Penelitian ini didasarkan pada teori urban expansion yang memandang perkembangan wilayah perkotaan sebagai proses perluasan spasial kawasan terbangun dari kota inti ke wilayah hinterland melalui mekanisme difusi dan efek ketetanggaan.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis Cellular Automata Artificial Neural Network (CA-ANN) dengan data citra Landsat multitemporal.
Pemodelan dilakukan hingga tahun 2029 menggunakan perangkat lunak SIG.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kawasan terbangun, terutama di sepanjang koridor jalan utama dan akses tol, disertai penurunan lahan pertanian.
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model prediksi perubahan penggunaan lahan sebagai dasar pendukung kebijakan penataan ruang metropolitan berkelanjutan.

Related Results

ANALISA PERBANDINGAN METODE CELLULAR AUTOMATA ANN DAN MARKOV UNTUK PREDIKSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA BLITAR
ANALISA PERBANDINGAN METODE CELLULAR AUTOMATA ANN DAN MARKOV UNTUK PREDIKSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA BLITAR
ABSTRACT The development of urban areas in Blitar City, which is triggered by population growth and mobility, has caused changes in land cover, especially the reduction in rice fie...
PREDIKSI SPASIAL DINAMIKA AREAL TERBANGUN KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LOGISTIK
PREDIKSI SPASIAL DINAMIKA AREAL TERBANGUN KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LOGISTIK
<p class="JudulABSInd"><strong>ABSTRAK</strong></p><p class="abstrak">Salah satu indikator perkembangan fisik wilayah kota dapat diidentifikasi melalu...
Simulations for Event-Clock Automata
Simulations for Event-Clock Automata
Event-clock automata (ECA) are a well-known semantic subclass of timed automata (TA) which enjoy admirable theoretical properties, e.g., determinizability, and are practically usef...
A Unified Model for Real-Time Systems: Symbolic Techniques and Implementation
A Unified Model for Real-Time Systems: Symbolic Techniques and Implementation
AbstractIn this paper, we consider a model of generalized timed automata (GTA) with two kinds of clocks, history and future, that can express many timed features succinctly, includ...
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahangambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untukmemprediksi muka air tanah gambut tropis da...
Permutation Groups in Automata Diagrams
Permutation Groups in Automata Diagrams
Automata act as classical models for recognition devices. From the previous researches, the classical models of automata have been used to scan strings and to determine the types o...
PERKEMBANGANKAWASAN PECINAN SEMARANG
PERKEMBANGANKAWASAN PECINAN SEMARANG
Abstract:Semarang Chinatown  is a special  district in Semarang City  known with its chineese culture, where chineese citizen of Semarang have been living  for centuries. The susta...
Pemodelan Evakuasi Pejalan Kaki di Ruang Koridor dengan Cellular Automata Studi Kasus Gempa Bumi
Pemodelan Evakuasi Pejalan Kaki di Ruang Koridor dengan Cellular Automata Studi Kasus Gempa Bumi
Pemodelan Sistem Evakuasi Pejalan Kaki adalah sebuah sistem pemodelan untuk memodelkan pergerakan objek manusia untuk memberikan analisis pada kejadian evakuasi dalam studi kasus b...

Back to Top