Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Internal Walking Training (IWT) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Imogiri 2

View through CrossRef
Penuaan sering kali memicu penurunan fungsi fisiologis pada lansia, dengan hipertensi sebagai penyakit tidak menular utama yang semakin memperburuk risiko masalah kardiovaskular. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% (Riskesdas 2018), dengan angka tertinggi pada lansia di Bantul yang mencatat 83.932 kasus pada tahun 2020. Penelitian ini dirancang untuk menilai efektivitas Internal Walking Training (IWT) dalam menekan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia penderita hipertensi di Kelurahan Sriharjo, Bantul. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan desain one-group pre-test post-test, melibatkan 43 responden lansia yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi IWT dilakukan satu kali selama 30 menit, terdiri dari 5 siklus (3 menit jalan lambat diikuti 3 menit jalan cepat), dengan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital sebelum dan sesudah intervensi; analisis data dilakukan melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah penerapan IWT. Dengan demikian, IWT terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana untuk mengendalikan hipertensi pada lansia.
Title: Efektivitas Internal Walking Training (IWT) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Imogiri 2
Description:
Penuaan sering kali memicu penurunan fungsi fisiologis pada lansia, dengan hipertensi sebagai penyakit tidak menular utama yang semakin memperburuk risiko masalah kardiovaskular.
Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% (Riskesdas 2018), dengan angka tertinggi pada lansia di Bantul yang mencatat 83.
932 kasus pada tahun 2020.
Penelitian ini dirancang untuk menilai efektivitas Internal Walking Training (IWT) dalam menekan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia penderita hipertensi di Kelurahan Sriharjo, Bantul.
Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan desain one-group pre-test post-test, melibatkan 43 responden lansia yang dipilih melalui purposive sampling.
Intervensi IWT dilakukan satu kali selama 30 menit, terdiri dari 5 siklus (3 menit jalan lambat diikuti 3 menit jalan cepat), dengan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital sebelum dan sesudah intervensi; analisis data dilakukan melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah penerapan IWT.
Dengan demikian, IWT terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana untuk mengendalikan hipertensi pada lansia.

Related Results

Implementasi Program Prolanis Pada Masa Pandemi Covid-19
Implementasi Program Prolanis Pada Masa Pandemi Covid-19
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS  (PROLANIS)   Aida Minropa1*, Nova Fridalni2,  Guslinda3, Dilla Anggun Pratama4, Fitria Ramadhani5 1...
Hubungan Gula Darah Puasa dengan Kepatuhan Prolanis
Hubungan Gula Darah Puasa dengan Kepatuhan Prolanis
Abstract. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by increased glucose levels in the blood. The Indonesian government created a Chronic Disease Management P...
GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PEMAIN MUSIK DI SEKOLAH MUSIK TOMS YAMAHA MUSIC SCHOOL MANADO
GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PEMAIN MUSIK DI SEKOLAH MUSIK TOMS YAMAHA MUSIC SCHOOL MANADO
Abstract: Blood pressureand pulse rateis very important in the health sectorin general, and particularly in the field of medicine, since the blood pressure and pulse rateis a facto...
Pengaruh senam Prolanis terhadap penyandang hipertensi
Pengaruh senam Prolanis terhadap penyandang hipertensi
Abstract: Hypertension is one of the degenerative diseases commonly found in Indoensia. It is characterized by an increase of blood pressure above its normal level and is caused by...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dan Hipertensi
Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dan Hipertensi
Diabetes Mellitus - Hipertensi (DM-HT) adalah intoleransi karbohidrat yang ditandai dengan resistensi insulin, defisiensi insulin relatif, produksi glukosa berlebih oleh hati dan h...
Analisis Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Merdeka Tahun 2024
Analisis Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Merdeka Tahun 2024
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah suatu program yang dikhususkan untuk penanganan penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi, Program ini bertujuan agar peserta d...

Back to Top