Javascript must be enabled to continue!
Analisa Peran Penilai Agunan dalam Pembiayaan di BPRS Saka Dana Mulia
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran penilai agunan di BPRS Saka Dana Mulia dan
perbedaan peran penilai agunan dengan ketentuan PBI Nomor 13/14/PBI/2011 dan dalam penilaian agunan
pembiayaan dan di BPRS Saka Dana Mulia. Metodologi penelitian yang digunakan bersifat kualitatif.
Wawancara dan catatan tertulis digunakan sebagai alat pengumpulan data. Triangulasi digunakan untuk memeriksa keabsahan data dalam penyelidikan ini. Tahapan analisis data meliputi proses mereduksi data,
menyajikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, terdapat
perbedaan struktural antara peran penilai agunan pada pembiayaan BPRS Saka Dana Mulia dengan Peraturan
Bank Indonesia Nomor 13/14/PBI/2011 tentang Penilaian Kualitas Aktiva bagi BPRS, dimana pembiayaan
pada BPRS ditangani oleh Penilai Agunan SDM Kudus yang bukan merupakan penilai independen.
Sebaliknya, Account Officer diberi tanggung jawab untuk menentukan nilai agunan. Kedua, penilaian agunan BPRS telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.13/14/PBI/2011. Dalam penyaluran pembiayaan, BPRS juga mempertimbangkan 5C (biaya, kondisi, pasar, pajak, dan likuidasi) ketika memperkirakan nilai agunan.
Centre for Research and Community Development - Islamic University of Nahdlatul Ulama Jepara
Title: Analisa Peran Penilai Agunan dalam Pembiayaan di BPRS Saka Dana Mulia
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran penilai agunan di BPRS Saka Dana Mulia dan
perbedaan peran penilai agunan dengan ketentuan PBI Nomor 13/14/PBI/2011 dan dalam penilaian agunan
pembiayaan dan di BPRS Saka Dana Mulia.
Metodologi penelitian yang digunakan bersifat kualitatif.
Wawancara dan catatan tertulis digunakan sebagai alat pengumpulan data.
Triangulasi digunakan untuk memeriksa keabsahan data dalam penyelidikan ini.
Tahapan analisis data meliputi proses mereduksi data,
menyajikan data, dan membuat kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, terdapat
perbedaan struktural antara peran penilai agunan pada pembiayaan BPRS Saka Dana Mulia dengan Peraturan
Bank Indonesia Nomor 13/14/PBI/2011 tentang Penilaian Kualitas Aktiva bagi BPRS, dimana pembiayaan
pada BPRS ditangani oleh Penilai Agunan SDM Kudus yang bukan merupakan penilai independen.
Sebaliknya, Account Officer diberi tanggung jawab untuk menentukan nilai agunan.
Kedua, penilaian agunan BPRS telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.
13/14/PBI/2011.
Dalam penyaluran pembiayaan, BPRS juga mempertimbangkan 5C (biaya, kondisi, pasar, pajak, dan likuidasi) ketika memperkirakan nilai agunan.
Related Results
Studi Penerapan PSAK 102 dalam Pembiayaan Murabahah di BPRS Metro Madani Kota Metro
Studi Penerapan PSAK 102 dalam Pembiayaan Murabahah di BPRS Metro Madani Kota Metro
BPRS Metro Madani merupakan salah satu perbankan syariah yang menyediakan fasilitas pembiayaan murabahah kepada nasabah. Fasilitas pembiayaan murabahah yang disediakan oleh BPRS Me...
Efektivitas Grebeg Pasar dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pembiayaan Mutabarok di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Perseroda) Magetan
Efektivitas Grebeg Pasar dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pembiayaan Mutabarok di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Perseroda) Magetan
Abstract: BPRS Magetan has an excellent product, namely mutabarok financing. It can be seen that the targets of mutabarok financing are MSME actors, and many of these traders are f...
Faktor Internal dan Eksternal yang Menentukan Non Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Mudharabah
Faktor Internal dan Eksternal yang Menentukan Non Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Mudharabah
Abstract. In recent years, the world of Islamic banking in Indonesia has shown very rapid development, both in terms of the number of new office openings, types of bank businesses ...
The Efficiency of BPR/S Industry in Sumatra, Indonesia
The Efficiency of BPR/S Industry in Sumatra, Indonesia
Financial institutions are one of the sectors that play a vital role in national and regional economic growth. BPR and BPRS are one of the banking financial industries that play a ...
Non-parametric Efficiency of Islamic Rural Banks in Indonesia
Non-parametric Efficiency of Islamic Rural Banks in Indonesia
In the midst of economic challenges and uncertainty due to the pandemic, BPRS as part of the banking industry has a specific goal, namely to provide financial services and products...
Fungsi Lembaga Apraissal (Penilai Agunan) Dalam Pengikatan Sempurna Di Sektor Perbankan
Fungsi Lembaga Apraissal (Penilai Agunan) Dalam Pengikatan Sempurna Di Sektor Perbankan
Copyright as an intangible movable object can become collateral for banks in fiduciary collateral. Copyright arrangements can be used as a fiduciary guarantee contained in the prov...
Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Pada Produk Bank Syariah
Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Pada Produk Bank Syariah
This study discusses the strategy for handling problematic financing at Islamic banks, based on field reviews, many problems occur to consumers in terms of financing, especially ce...
ASPEK HUKUM PEMBIAYAAN BACK TO BACK ASSET DENGAN AGUNAN DEPOSITO PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) ATTAQWA TANGERANG
ASPEK HUKUM PEMBIAYAAN BACK TO BACK ASSET DENGAN AGUNAN DEPOSITO PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) ATTAQWA TANGERANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme dan aspek hukum pada pembiayaan back to back asset dengan menggunakan agunan deposito di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah...

