Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pipa Baja Multi Item dengan Pendekatan Model Probabilistik

View through CrossRef
Abstact. Inventory management is a crucial aspect of company operations, aiming to ensure optimal availability of goods at the lowest possible cost. With effective management, companies can reduce storage costs, avoid stockouts, and improve supply chain efficiency. This study discusses inventory management strategies using a probabilistic inventory approach with a lost sales model, which aligns with the fluctuating consumer demand pattern. This final project case study was conducted at CV Jafa Mandiri, a manufacturing company that produces PDAM pipe connectors made from steel pipes. One of the main issues in the company is the lack of a raw material inventory planning system for steel pipes, resulting in unavailability of raw materials when needed. Additionally, the absence of a designated warehouse causes raw materials to be scattered across the production area. A more suitable method to propose is the probabilistic inventory approach using the P multi-item model, as it allows order timing to align with the demand pattern and inventory quantity to match maximum storage capacity levels. This proposed method can also address stock shortages from a production standpoint, considering the order lead time of 6 working days, so that inventory replenishment does not disrupt production schedules. The results obtained from the probabilistic inventory calculation in this study show that the P multi-item model yields the lowest total inventory cost, amounting to Rp 29,102,866.48, compared to the company’s current inventory cost of Rp 54,254,403.72. Abstrak. Pengelolaan persediaan merupakan aspek krusial pada aktifitas di perusahaan yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang secara optimal dengan biaya seminimal mungkin. Dengan pengelolaan yang efektif, perusahaan dapat mengurangi biaya penyimpanan, menghindari kekurangan stok, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok. Penelitian ini membahas strategi pengelolaan persediaan dengan pendekatan inventori robabilistic lost sales yang sesuai dengan pola permintaan konsumen yang tidak konstan. Studi kasus Tugas Akhir ini dilakukan di CV Jafa Mandiri yang merupakan perusahaan manufaktur pembuatan sambungan pipa PDAM berbahan dasar pipa baja. Salah satu masalah utama yang ada di perusahaan yaitu pengelolaan bahan baku utama pipa baja yang tidak ada robab perencanaan persediaan, sehingga bahan baku pada suatu waktu tidak tersedia robab ingin digunakan, juga gudang yang tidak tersedia yang mengakibatkan bahan baku diletakan tersebar di area produksi. Pendekatan metode yang lebih cocok digunakan sebagai usulan yaitu inventori robabilistic dengan model P multi item karena waktu pemesanan dapat diatur sesuai dengan jangka waktu pola permintaan konsumen dan jumlah persediaan disesuaikan dengan tingkat kapasitas maksimal penyimpanan. Metode usulan ini juga dapat menangani kekurangan persediaan dari segi kekosongan produksi karena lead time pemesanan selama 6 hari kerja, sehingga pemesanan persediaan diatur agar persediaan tidak mengganggu waktu produksi. Hasil yang diperoleh dari perhitungan inventori robabilistic pada penelitian ini, didapat model P multi item mengeluarkan total biaya persediaan paling rendah yaitu Rp 29.102.866,48 dibandingkan dengan perhitungan total biaya persediaan menurut data perusahaan yaitu Rp 54.254.403,72.
Title: Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pipa Baja Multi Item dengan Pendekatan Model Probabilistik
Description:
Abstact.
Inventory management is a crucial aspect of company operations, aiming to ensure optimal availability of goods at the lowest possible cost.
With effective management, companies can reduce storage costs, avoid stockouts, and improve supply chain efficiency.
This study discusses inventory management strategies using a probabilistic inventory approach with a lost sales model, which aligns with the fluctuating consumer demand pattern.
This final project case study was conducted at CV Jafa Mandiri, a manufacturing company that produces PDAM pipe connectors made from steel pipes.
One of the main issues in the company is the lack of a raw material inventory planning system for steel pipes, resulting in unavailability of raw materials when needed.
Additionally, the absence of a designated warehouse causes raw materials to be scattered across the production area.
A more suitable method to propose is the probabilistic inventory approach using the P multi-item model, as it allows order timing to align with the demand pattern and inventory quantity to match maximum storage capacity levels.
This proposed method can also address stock shortages from a production standpoint, considering the order lead time of 6 working days, so that inventory replenishment does not disrupt production schedules.
The results obtained from the probabilistic inventory calculation in this study show that the P multi-item model yields the lowest total inventory cost, amounting to Rp 29,102,866.
48, compared to the company’s current inventory cost of Rp 54,254,403.
72.
Abstrak.
Pengelolaan persediaan merupakan aspek krusial pada aktifitas di perusahaan yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang secara optimal dengan biaya seminimal mungkin.
Dengan pengelolaan yang efektif, perusahaan dapat mengurangi biaya penyimpanan, menghindari kekurangan stok, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Penelitian ini membahas strategi pengelolaan persediaan dengan pendekatan inventori robabilistic lost sales yang sesuai dengan pola permintaan konsumen yang tidak konstan.
Studi kasus Tugas Akhir ini dilakukan di CV Jafa Mandiri yang merupakan perusahaan manufaktur pembuatan sambungan pipa PDAM berbahan dasar pipa baja.
Salah satu masalah utama yang ada di perusahaan yaitu pengelolaan bahan baku utama pipa baja yang tidak ada robab perencanaan persediaan, sehingga bahan baku pada suatu waktu tidak tersedia robab ingin digunakan, juga gudang yang tidak tersedia yang mengakibatkan bahan baku diletakan tersebar di area produksi.
Pendekatan metode yang lebih cocok digunakan sebagai usulan yaitu inventori robabilistic dengan model P multi item karena waktu pemesanan dapat diatur sesuai dengan jangka waktu pola permintaan konsumen dan jumlah persediaan disesuaikan dengan tingkat kapasitas maksimal penyimpanan.
Metode usulan ini juga dapat menangani kekurangan persediaan dari segi kekosongan produksi karena lead time pemesanan selama 6 hari kerja, sehingga pemesanan persediaan diatur agar persediaan tidak mengganggu waktu produksi.
Hasil yang diperoleh dari perhitungan inventori robabilistic pada penelitian ini, didapat model P multi item mengeluarkan total biaya persediaan paling rendah yaitu Rp 29.
102.
866,48 dibandingkan dengan perhitungan total biaya persediaan menurut data perusahaan yaitu Rp 54.
254.
403,72.

Related Results

[RETRACTED] Keanu Reeves CBD Gummies v1
[RETRACTED] Keanu Reeves CBD Gummies v1
[RETRACTED]Keanu Reeves CBD Gummies ==❱❱ Huge Discounts:[HURRY UP ] Absolute Keanu Reeves CBD Gummies (Available)Order Online Only!! ❰❰= https://www.facebook.com/Keanu-Reeves-CBD-G...
Penerapan Model EOQ pada Persediaan Barang untuk Banyak Produk (Multi-Item)
Penerapan Model EOQ pada Persediaan Barang untuk Banyak Produk (Multi-Item)
Abstract. Control of the inventory of a raw material can assist a company's activities in regulating and ensuring the smoothness and sustainability of a production process that cou...
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Untuk meraih keuntungan dalam bisnis, perlu menetapkan keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan perencanaan. Persediaan adalah kegiatan untuk memenuhi...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
Perencanaan persediaan bahan baku merupakan salah satu peranan yang sangat penting dalam dunia industri untuk meningkatkan permintaan pasar. Sebuah perencanaan produksi akan berjal...
OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS DI AGRONAS GIZI FOOD)
OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS DI AGRONAS GIZI FOOD)
Optimalisasi persediaan bahan baku dimaksudkan guna memenuhi kebutuhan bahan baku untuk proses produksi pada waktu yang akan datang, kegiatan pengendalian persediaan bahan baku men...
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
Abstract: The purpose of this study was to determine the analysis of production cost collection at the SKM Tofu Factory in Banjarbaru and to apply the Economic Order Quantity (EOQ)...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...

Back to Top