Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Pepaya terhadap Bakteri Penyebab Karies Gigi

View through CrossRef
Abstract. Dental caries is one of the most common oral health problems, primarily caused by the activity of Streptococcus mutans, which leads to the demineralization of tooth hard tissues. Preventive efforts can be carried out using natural ingredients with antibacterial properties, one of which is papaya seeds (Carica papaya L.). Papaya seeds are known to contain active compounds such as polyphenols, flavonoids, saponins, and alkaloids that exhibit antibacterial effects. This study aims to evaluate the antibacterial activity of ethanol extract of papaya seeds against Streptococcus mutans and to determine its Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Extraction was performed using the maceration method with 96% ethanol solvent. The antibacterial test was conducted using the well diffusion method on Mueller Hinton Agar (MHA). The results showed inhibition zones at different extract concentrations: 1.733 mm (13%), 2.916 mm (14%), 4.200 mm (15%), 4.766 mm (20%), 7.275 mm (25%), and 9.175 mm (30%). The MIC was determined as the lowest concentration that produced a clear inhibition zone. These findings suggest that papaya seed extract has potential as a natural antibacterial agent and may be developed into a preventive formulation for dental caries. Abstrak. Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang umum terjadi, disebabkan oleh aktivitas bakteri Streptococcus mutans yang mengakibatkan demineralisasi jaringan keras gigi. Upaya pencegahan karies dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri, salah satunya biji pepaya (Carica papaya L.). Biji pepaya diketahui mengandung senyawa aktif seperti polifenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pepaya terhadap Streptococcus mutans serta menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil menunjukkan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 1,733 mm (13%), 2,916 mm (14%), 4,200 mm (15%), 4,766 mm (20%), 7,275 mm (25%), dan 9,175 mm (30%). KHM ditetapkan pada konsentrasi terendah yang menunjukkan zona hambat yang jelas. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami dan dapat dikembangkan menjadi sediaan preventif untuk mencegah karies gigi.
Title: Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Pepaya terhadap Bakteri Penyebab Karies Gigi
Description:
Abstract.
Dental caries is one of the most common oral health problems, primarily caused by the activity of Streptococcus mutans, which leads to the demineralization of tooth hard tissues.
Preventive efforts can be carried out using natural ingredients with antibacterial properties, one of which is papaya seeds (Carica papaya L.
).
Papaya seeds are known to contain active compounds such as polyphenols, flavonoids, saponins, and alkaloids that exhibit antibacterial effects.
This study aims to evaluate the antibacterial activity of ethanol extract of papaya seeds against Streptococcus mutans and to determine its Minimum Inhibitory Concentration (MIC).
Extraction was performed using the maceration method with 96% ethanol solvent.
The antibacterial test was conducted using the well diffusion method on Mueller Hinton Agar (MHA).
The results showed inhibition zones at different extract concentrations: 1.
733 mm (13%), 2.
916 mm (14%), 4.
200 mm (15%), 4.
766 mm (20%), 7.
275 mm (25%), and 9.
175 mm (30%).
The MIC was determined as the lowest concentration that produced a clear inhibition zone.
These findings suggest that papaya seed extract has potential as a natural antibacterial agent and may be developed into a preventive formulation for dental caries.
Abstrak.
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang umum terjadi, disebabkan oleh aktivitas bakteri Streptococcus mutans yang mengakibatkan demineralisasi jaringan keras gigi.
Upaya pencegahan karies dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri, salah satunya biji pepaya (Carica papaya L.
).
Biji pepaya diketahui mengandung senyawa aktif seperti polifenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang bersifat antibakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pepaya terhadap Streptococcus mutans serta menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM).
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.
Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar (MHA).
Hasil menunjukkan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 1,733 mm (13%), 2,916 mm (14%), 4,200 mm (15%), 4,766 mm (20%), 7,275 mm (25%), dan 9,175 mm (30%).
KHM ditetapkan pada konsentrasi terendah yang menunjukkan zona hambat yang jelas.
Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami dan dapat dikembangkan menjadi sediaan preventif untuk mencegah karies gigi.

Related Results

PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
Riset kesehatan dasar tahun 2007 menyebutkan 72,1% penduduk Indonesia terkena karies gigi. Karies gigi adalah suatu proses patologis jaringan keras gigi (email dan dentin) yang ter...
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Penduduk Desa Umbulsari terkenal sebagai petani pepaya. Pepaya merupakan salah satu buah yang bisa dibeli dengan harga murah. Karena melimpahnya buah pepaya di Umbulsari maka diben...
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai Sediaan Pasta Gigi
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai Sediaan Pasta Gigi
Karies gigi adalah penyakit yang dapat merusak struktur gigi akibat erosi dan degradasi enamel gigi. Karies gigi terjadi ketika sisa makanan dan bakteri dalam mulut berinteraksi da...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Kopi merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat umumnya. Kopi merupakan tanaman yang memiliki kandungan kafein dengan salah satu manfaatnya untuk mening...
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah
Karies adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras gigi. Kalimantan Selatan sebagian besar wilayahnya adalah area lahan basah. Kandungan air lahan basah me...
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...

Back to Top