Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Semantik dan Makna Konotasi dalam Slanga Pelacur

View through CrossRef
AbstrakPerspektif negatif dalam kalangan masyarakat terhadap komuniti pelacur di mana-mana di dunia ini membuatkan kajian terhadap dunia pelacuran agak terhad, misalnya kajian mengenai slanga bahasa yang dituturkan dalam kalangan mereka. Hal ini disebabkan oleh, dunia pelacuran dianggap sebagai taboo dan suatu pekerjaan yang tidak bermoral. Setiap kata yang dituturkan oleh mereka mempunyai makna yang konotatif dan memerlukan terjemahan bagi merungkai setiap makna slanga mereka ini. Kajian ini menganalisis makna slanga dalam domain bahasa pelacur. Data telah diperoleh dan dianalisis menggunakan kaedah semantik. Dengan tumpuan analisis terhadap makna konotasi dalam ujaran pelacur, analisis ini dapat menjelaskan makna konotatif dalam slanga domain bahasa pelacur dengan lebih jelas. Slanga bahasa dalam domain ini masih mampu difahami namun, masih berselindung di sebalik makna eksplisitnya kerana slanga ini dianggap lucah dan kesat jika dituturkan di tempat awam. Oleh itu, tutur kata golongan pelacur ini dapat dikemukakan secara terperinci daripada hanya membuat perspektif umum sahaja.Kata Kunci: slanga, pelacur, semantik, makna konotatifSemantics and connotative meanings in prostitutes’ slangsAbstractNegative perspectives towards prostitutes in various parts of the world result in limited studies on prostitution, for example, the usage of prostitution slang. This is because the nature of prostitution itself is a taboo and an immoral job. Every single word uttered by prostitutes depict connotative meanings and need in depth understanding to reveal the hidden meanings of their slang. Hence this research aims to analyse the meanings of the slang in the prostitutions’ language domain. Data were analysed via the semantic approach. Findings showed the explicit meanings of the slang in this domain can still be understood but the meanings are hidden because prostitution slang is believed to be obscene and vulgar and thus considered improper to be used at public places. In this study, details of prostitutes’ utterances are brought forward rather than merely offering a general perspective of language use in this domain.Keywords: slang, prostitutes, semantics, connotative meanings
Title: Semantik dan Makna Konotasi dalam Slanga Pelacur
Description:
AbstrakPerspektif negatif dalam kalangan masyarakat terhadap komuniti pelacur di mana-mana di dunia ini membuatkan kajian terhadap dunia pelacuran agak terhad, misalnya kajian mengenai slanga bahasa yang dituturkan dalam kalangan mereka.
Hal ini disebabkan oleh, dunia pelacuran dianggap sebagai taboo dan suatu pekerjaan yang tidak bermoral.
Setiap kata yang dituturkan oleh mereka mempunyai makna yang konotatif dan memerlukan terjemahan bagi merungkai setiap makna slanga mereka ini.
Kajian ini menganalisis makna slanga dalam domain bahasa pelacur.
Data telah diperoleh dan dianalisis menggunakan kaedah semantik.
Dengan tumpuan analisis terhadap makna konotasi dalam ujaran pelacur, analisis ini dapat menjelaskan makna konotatif dalam slanga domain bahasa pelacur dengan lebih jelas.
Slanga bahasa dalam domain ini masih mampu difahami namun, masih berselindung di sebalik makna eksplisitnya kerana slanga ini dianggap lucah dan kesat jika dituturkan di tempat awam.
Oleh itu, tutur kata golongan pelacur ini dapat dikemukakan secara terperinci daripada hanya membuat perspektif umum sahaja.
Kata Kunci: slanga, pelacur, semantik, makna konotatifSemantics and connotative meanings in prostitutes’ slangsAbstractNegative perspectives towards prostitutes in various parts of the world result in limited studies on prostitution, for example, the usage of prostitution slang.
This is because the nature of prostitution itself is a taboo and an immoral job.
Every single word uttered by prostitutes depict connotative meanings and need in depth understanding to reveal the hidden meanings of their slang.
Hence this research aims to analyse the meanings of the slang in the prostitutions’ language domain.
Data were analysed via the semantic approach.
Findings showed the explicit meanings of the slang in this domain can still be understood but the meanings are hidden because prostitution slang is believed to be obscene and vulgar and thus considered improper to be used at public places.
In this study, details of prostitutes’ utterances are brought forward rather than merely offering a general perspective of language use in this domain.
Keywords: slang, prostitutes, semantics, connotative meanings.

Related Results

Makna Denotatif dan Konotatif dalam Slanga Pelacur
Makna Denotatif dan Konotatif dalam Slanga Pelacur
Abstrak. Persepsi negatif dalam kalangan masyarakat terhadap komuniti pelacur di mana-mana di dunia ini membuatkan kajian terhadap dunia pelacuran agak terhad, misalnya kajian baha...
Semantik dan Makna Konotasi dalam Slanga Pelacur
Semantik dan Makna Konotasi dalam Slanga Pelacur
AbstrakPerspektif negatif dalam kalangan masyarakat terhadap komuniti pelacur di mana- mana di dunia ini membuatkan kajian terhadap dunia pelacuran agak terhad, misalnya kajian men...
Makna Denotatif dan Konotatif dalam Slanga Pelacur
Makna Denotatif dan Konotatif dalam Slanga Pelacur
Negative perception towards prostitutes globally disabling the study on prostitution goes nowhere further, for example when it comes to the usage of prostitutes’ slangs. This is be...
SLANGA DALAM MEDIA SOSIAL: SATU PENDEKATAN MINIMALIS
SLANGA DALAM MEDIA SOSIAL: SATU PENDEKATAN MINIMALIS
Slanga ialah penggunaan bahasa yang tidak rasmi dan tidak dianggap sebagai bahasa standard dalam bahasa. Slanga juga mempunyai perbendaharaan kosa kata yang tersendiri dan dikatego...
Kajian Struktur dan Makna Lagu Gemu Fa Mi Re Karya Nyong Franco
Kajian Struktur dan Makna Lagu Gemu Fa Mi Re Karya Nyong Franco
Lagu Gemu Fa Mi Re merupakan lagu yang berasal dari kota Maumere Nusa Tenggara Timur, yang diciptakan oleh Nyong Franco.           Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, dan Unmarked
Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, dan Unmarked
AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan serta contoh tentang teori semantik de Sausure, unsur makna, relasi makna, marked dan unmarked. Semantik adalah ilmu ...

Back to Top