Javascript must be enabled to continue!
Analisis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Dengan Metode Defined Daily Dose
View through CrossRef
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang kurang tepat dapat memicu resistensi antibiotik yang merupakan masalah terbesar bagi kesehatan manusia. Resistensi antibiotik dapat meningkatkan length of stay (LOS), meningkatkan biaya pengobatan, dan meningkatkan angka mortalitas. Salah satu cara untuk menanggulangi resistensi antibiotik adalah dengan penggunaan antibiotik secara bijak. Metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) digunakan untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai DDD dan Drug Utilization (DU) 90% dari antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif yang dilakukan pada Januari 2021-Desember 2021 di Rumah Sakit dr. Soedarso Pontianak. Data dianalisis menggunakan metode DDD dan DU 90%. Kriteria inklusi yaitu pasien rawat inap penyakit dalam dengan diagnosa infeksi yang menggunakan antibiotika. Jumlah sampel didapatkan 37 pasien yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD pemakaian antibiotika adalah 83,3/100 pasien-hari dengan total length of stay (LOS) pasien adalah 215 hari. Antibiotika dengan nilai DDD paling tinggi adalah seftriakson yaitu 42,3/100 pasien-hari. Antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU 90% yaitu seftriakson, levofloksasin, dan metronidazol, sehingga harus dipantau penggunaannya karena berpotensi pada risiko resistensi bakteri terhadap antibiotika.
Antibiotics are drugs used to prevent and treat bacterial infections. Improper use of antibiotics can trigger antibiotic resistance, which is the biggest problem for human health. Antibiotic resistance can increase the length of stay (LOS), increase treatment costs, and increase mortality rates. One way to overcome antibiotic resistance is to use antibiotics wisely. The Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) method is used to assess the quantity of antibiotic use. The purpose of this study was determining the value of DDD and drug utilization (DU) 90% of antibiotics. This study was a cross-sectional study with retrospective data collection conducted in internal January – December 2021 at Dr. Soedarso Pontianak Hospital, and the data was analyzed using the DDD and DU 90% methods. The inclusion criteria were internal medicine inpatients with a diagnosis of infection treated with antibiotics. The number of samples obtained were 37, which were then analyzed using the ATC/DDD method. The results showed that the total value of DDD for antibiotic use was 83.3/100 patients/day and the total length of stay (LOS) of patients was 215 days. Ceftriaxone, with a DDD of 42.3/100 patient-day, had the highest DDD value. Meanwhile, antibiotics that fall into the 90% DU segment were ceftriaxone, ciprofloxacin, and levofloxacin, so their use must be monitored because of the potential risk of bacterial resistance to antibiotics.
University of Surabaya
Title: Analisis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Dengan Metode Defined Daily Dose
Description:
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri.
Penggunaan antibiotik yang kurang tepat dapat memicu resistensi antibiotik yang merupakan masalah terbesar bagi kesehatan manusia.
Resistensi antibiotik dapat meningkatkan length of stay (LOS), meningkatkan biaya pengobatan, dan meningkatkan angka mortalitas.
Salah satu cara untuk menanggulangi resistensi antibiotik adalah dengan penggunaan antibiotik secara bijak.
Metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) digunakan untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotika.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai DDD dan Drug Utilization (DU) 90% dari antibiotik.
Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif yang dilakukan pada Januari 2021-Desember 2021 di Rumah Sakit dr.
Soedarso Pontianak.
Data dianalisis menggunakan metode DDD dan DU 90%.
Kriteria inklusi yaitu pasien rawat inap penyakit dalam dengan diagnosa infeksi yang menggunakan antibiotika.
Jumlah sampel didapatkan 37 pasien yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC/DDD.
Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD pemakaian antibiotika adalah 83,3/100 pasien-hari dengan total length of stay (LOS) pasien adalah 215 hari.
Antibiotika dengan nilai DDD paling tinggi adalah seftriakson yaitu 42,3/100 pasien-hari.
Antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU 90% yaitu seftriakson, levofloksasin, dan metronidazol, sehingga harus dipantau penggunaannya karena berpotensi pada risiko resistensi bakteri terhadap antibiotika.
Antibiotics are drugs used to prevent and treat bacterial infections.
Improper use of antibiotics can trigger antibiotic resistance, which is the biggest problem for human health.
Antibiotic resistance can increase the length of stay (LOS), increase treatment costs, and increase mortality rates.
One way to overcome antibiotic resistance is to use antibiotics wisely.
The Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) method is used to assess the quantity of antibiotic use.
The purpose of this study was determining the value of DDD and drug utilization (DU) 90% of antibiotics.
This study was a cross-sectional study with retrospective data collection conducted in internal January – December 2021 at Dr.
Soedarso Pontianak Hospital, and the data was analyzed using the DDD and DU 90% methods.
The inclusion criteria were internal medicine inpatients with a diagnosis of infection treated with antibiotics.
The number of samples obtained were 37, which were then analyzed using the ATC/DDD method.
The results showed that the total value of DDD for antibiotic use was 83.
3/100 patients/day and the total length of stay (LOS) of patients was 215 days.
Ceftriaxone, with a DDD of 42.
3/100 patient-day, had the highest DDD value.
Meanwhile, antibiotics that fall into the 90% DU segment were ceftriaxone, ciprofloxacin, and levofloxacin, so their use must be monitored because of the potential risk of bacterial resistance to antibiotics.
.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022
Penyebab kematian nomor dua pada balita adalah diare. Pemberian antibiotik pada diare harus sesuai dengan indikasi. Resistensi antibiotik dapat terjadi jika penggunaan antibiotik ...
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Abstract. Bacterial pneumonia is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries. Appropriate antibiotic selection and length of hospital stay are impo...
Analisis hubungan Ketepatan Penggunaan Antibiotik Terhadap Lama Rawat Pada Pasien Community Acquired Pneumonia (CAP) Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Anna Medika Periode 2020
Analisis hubungan Ketepatan Penggunaan Antibiotik Terhadap Lama Rawat Pada Pasien Community Acquired Pneumonia (CAP) Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Anna Medika Periode 2020
CAP Community-acquired pneumonia merupakan pneumonia yang menginfeksi pasien di luar rumah sakit atau pada komunitas. Pneumonia adalah adanya inflamasi, pembengkakan atau peradanga...
Surveilans Retrospektif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Luka Bakar
Surveilans Retrospektif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Luka Bakar
Luka bakar merupakan salah satu bentuk trauma dengan tingkat risiko infeksi yang tinggi. Modalitas utama pada infeksi akibat luka bakar ialah pemberian antibiotik. Tujuan penelitia...
Cost Effectiveness Analysis Antibiotik Profilaksis pada Pasien Apendisitis di RSUD Anutapura Palu Tahun 2018
Cost Effectiveness Analysis Antibiotik Profilaksis pada Pasien Apendisitis di RSUD Anutapura Palu Tahun 2018
Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada apendiks yang mana memerlukan penanganan berupa pembedahan untuk mencegah komplikasi perlu dilakukannya apendiktomi atau pengangka...
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
Penggunaan antibiotik profilaksis dalam tindakan bedah dilakukan untuk mengurangi kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO), diperlukan evaluasi berkala untuk dapat membuat pedoman pen...

