Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konsep Harta Dalam Al-Qur’an: Analisis Konteks Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah

View through CrossRef
Artikel ini bertujuan mengulas konsep harta dalam al-Qur’an dengan analisis berdasarkan konteks Makkiyah-Madaniyah. Dengan menggunakan metode kualitatif secara deskriptif-analitis, dapat disimpulkan bahwa konteks sejarah kenabian di Makkah maupun di Madinah sangat berbeda. Pada ayat-ayat Makkiyah tentang harta dijelaskan sebagai bentuk pengajaran kepada Nabi agar lebih dekat dan peduli kepada masyarakat lemah yang tertindas dan miskin. Nabi selama di Mekah belum diperintahkan untuk membebaskan para pemeluk Islam dari penindasan dan gangguan kaum kafir dengan cara pengerahan kekuatan fisik. Sebab kondisi objektif Nabi dan para pengikutnya belum memungkinkan untuk melakukan perlawanan bersenjata. Sedangkan pada konteks ayat-ayat Madinah, Nabi berupaya membangun masyarakat yang ideal dengan salah satunya kuat dalam perekonomian. Ayat-ayat Madaniyah tentang harta telah membahas mengenai pengelolahan harta dan fungsi harta yang sesuai syariat. Pada fase Madinah ini juga kekuatan Nabi dan kaum muslimin sudah dapat diandalkan untuk melakukan perlawanan, maka Allah memerintahkan untuk melakukan agresi militer kepada kaum kafir. Upaya yang dilakukan Nabi dalam melawan penindasan dan keangkuhan kaum kafir bukan lagi bersabar atau menghindar seperti pada konteks Makkah, melainkan sudah dapat melawan dengan mengerahkan kekuatan bersenjata.
Title: Konsep Harta Dalam Al-Qur’an: Analisis Konteks Ayat-Ayat Makkiyah dan Madaniyah
Description:
Artikel ini bertujuan mengulas konsep harta dalam al-Qur’an dengan analisis berdasarkan konteks Makkiyah-Madaniyah.
Dengan menggunakan metode kualitatif secara deskriptif-analitis, dapat disimpulkan bahwa konteks sejarah kenabian di Makkah maupun di Madinah sangat berbeda.
Pada ayat-ayat Makkiyah tentang harta dijelaskan sebagai bentuk pengajaran kepada Nabi agar lebih dekat dan peduli kepada masyarakat lemah yang tertindas dan miskin.
Nabi selama di Mekah belum diperintahkan untuk membebaskan para pemeluk Islam dari penindasan dan gangguan kaum kafir dengan cara pengerahan kekuatan fisik.
Sebab kondisi objektif Nabi dan para pengikutnya belum memungkinkan untuk melakukan perlawanan bersenjata.
Sedangkan pada konteks ayat-ayat Madinah, Nabi berupaya membangun masyarakat yang ideal dengan salah satunya kuat dalam perekonomian.
Ayat-ayat Madaniyah tentang harta telah membahas mengenai pengelolahan harta dan fungsi harta yang sesuai syariat.
Pada fase Madinah ini juga kekuatan Nabi dan kaum muslimin sudah dapat diandalkan untuk melakukan perlawanan, maka Allah memerintahkan untuk melakukan agresi militer kepada kaum kafir.
Upaya yang dilakukan Nabi dalam melawan penindasan dan keangkuhan kaum kafir bukan lagi bersabar atau menghindar seperti pada konteks Makkah, melainkan sudah dapat melawan dengan mengerahkan kekuatan bersenjata.

Related Results

Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
<p>Dalam beberapa tahun terakhir konflik antara agama di Indonesia kembali muncul  setelah  lama  tidak  terdengar  dan  sunyi  dari  pemberitaan  media.  Kasus terakhir yang...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabahterkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakanMu...
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Berdasarkan Pasal 1127 KUHPerdata Balai Harta Peninggalan ditugaskan menjalankan pengurusan atas setiap warisan yang tak terurus selama 30 tahun/ lebih, setelah melakukan pengelola...
SIGNIFIKANSI MAKKIYAH MADANIYAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN
SIGNIFIKANSI MAKKIYAH MADANIYAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN
Turunnya al-Qur’an kepada nabi Muhammad secara berangsur-angsur menyiratkan makna khusus yang terkandung di dalamnya. Periodesasi ini sesuai dengan perjalanan dakwah Rasulullah sel...

Back to Top