Javascript must be enabled to continue!
DEMOKRATISASI DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN BULUROKENG KECAMATAN BIRINGKANAYYA KOTA MAKASSAR
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang demokratisasi dalam pelaksanaan pembangunan di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriftif. Dasar penelitian adalah survey. Dalam penelitian ini data-data yang diambil dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder adalah data yang bersumber dari kepustakaan (library Study), sedangkan data primer adalah data yang bersumber dari studi lapang (Field Research). Studi lapang yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data-data yang akurat mengenai objek yang diteliti dengan menggunakan teknik-teknik sebagai berikut : Wawancara, Observasi, Kuesioner, Studi Kepustakaan. Yang menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara “Purposive Sampling”. Dalam menentukan sampel digunakan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut-paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya serta dianggap mampu memberikan informasi dan data-data yang akurat. Data yang terkumpul akan dianalisa secara kualitatif dibantu dengan tabel frekuensi, sesuai jumlah variabel yang dijadikan indikator dalam penelitian ini. Berdasarkan Hasil Penelitian, Demokratisasi dalam pelaksanaan pembangunan di Kelurahan Bulurukong dapat diukur dengan menggunakan indikator-indikator yang meliputi : Demokratisasi masyarakat dalam bentuk ide atau pikiran, dimana intensitas jawaban responden pada “sering” yaitu 21 (55,26%), Demokratisasi masyarakat dalam bentuk tenaga, jawaban responden “sering” yaitu 20 (52,63%), Demokratisasi dalam bentuk uang atau materi, dengan intensitas jawaban responden “jarang” yaitu 23 (60,52 %),dan Demokratisasi dalam bentuk mengevaluasi hasil pembangunan, jawaban responden “tidak pernah” yaitu 18 (47,36%).
Title: DEMOKRATISASI DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN BULUROKENG KECAMATAN BIRINGKANAYYA KOTA MAKASSAR
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang demokratisasi dalam pelaksanaan pembangunan di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar.
Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriftif.
Dasar penelitian adalah survey.
Dalam penelitian ini data-data yang diambil dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu data sekunder dan data primer.
Data sekunder adalah data yang bersumber dari kepustakaan (library Study), sedangkan data primer adalah data yang bersumber dari studi lapang (Field Research).
Studi lapang yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data-data yang akurat mengenai objek yang diteliti dengan menggunakan teknik-teknik sebagai berikut : Wawancara, Observasi, Kuesioner, Studi Kepustakaan.
Yang menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar.
Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara “Purposive Sampling”.
Dalam menentukan sampel digunakan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut-paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya serta dianggap mampu memberikan informasi dan data-data yang akurat.
Data yang terkumpul akan dianalisa secara kualitatif dibantu dengan tabel frekuensi, sesuai jumlah variabel yang dijadikan indikator dalam penelitian ini.
Berdasarkan Hasil Penelitian, Demokratisasi dalam pelaksanaan pembangunan di Kelurahan Bulurukong dapat diukur dengan menggunakan indikator-indikator yang meliputi : Demokratisasi masyarakat dalam bentuk ide atau pikiran, dimana intensitas jawaban responden pada “sering” yaitu 21 (55,26%), Demokratisasi masyarakat dalam bentuk tenaga, jawaban responden “sering” yaitu 20 (52,63%), Demokratisasi dalam bentuk uang atau materi, dengan intensitas jawaban responden “jarang” yaitu 23 (60,52 %),dan Demokratisasi dalam bentuk mengevaluasi hasil pembangunan, jawaban responden “tidak pernah” yaitu 18 (47,36%).
Related Results
Strategi Pemerintah Kota Makassar Dalam Pemulihan Ekonomi Melalui Program Makassar Recover
Strategi Pemerintah Kota Makassar Dalam Pemulihan Ekonomi Melalui Program Makassar Recover
Strategi Pemerintah Kota Makassar Dalam Pemulihan Ekonomi Melalui Program Makassar Recover. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi pemerintah Kota Makassar dalam pemuli...
PELAKSANAAN PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SETONOPANDE KECAMATAN KOTA, KOTA KEDIRI
PELAKSANAAN PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SETONOPANDE KECAMATAN KOTA, KOTA KEDIRI
Penelitian ini berangkat dari permaslahan tentang kualitas pelayanan di Kantor Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota Kediri, Kota Kediri. Ada permasalahan yang perlu dikemukakan di...
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN LAKOLOGOU KECAMATAN KOKALUKUNA KOTA BAUBAU
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN LAKOLOGOU KECAMATAN KOKALUKUNA KOTA BAUBAU
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kondisi lingkungan permukiman di tinjau dari aspek fisik (prasarana dan sarana), sosial dan ekonomi masyarakat di Kelurah...
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
<p><em>Kota Surakarta </em><em>memiliki visi </em><em>menjaga keseimbangan kebutuhan lahan dan daya tampung lingkungan dengan pertumbuhan pendud...
Strategi Pengembangan Kecamatan Cibeureum Sebagai Pusat Pelayanan Kota di Kota Sukabumi.
Strategi Pengembangan Kecamatan Cibeureum Sebagai Pusat Pelayanan Kota di Kota Sukabumi.
Kota Sukabumi sebagai kota menengah telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kecamatan Cikole sebagai pusat layanan kota mengalami masalah perkotaan yang ko...
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARA PEMBANGUNAN ( MUSREMBANG ) DESA DI DESA LEPPANGENG KECEMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARA PEMBANGUNAN ( MUSREMBANG ) DESA DI DESA LEPPANGENG KECEMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Musrenbang adalah forum antarpelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan Daerah. Musrenbang diatur dalam Undang-Undang no. 25 tahun 2004 tenta...
Struktur Sebaran Ruang Terbuka Hijau di Kota Makassar
Struktur Sebaran Ruang Terbuka Hijau di Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang terbuka hijau di Kota Makassar dari aspek luasan dan struktur penyebarannya. Alat ukur yang dipergunakan untuk melihat ketersediaa...
PERENCANAAN PRASARANA WILAYAH KABUPATEN LUWU CHINDY AMANDA
PERENCANAAN PRASARANA WILAYAH KABUPATEN LUWU CHINDY AMANDA
Kota Palopo adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Palopo sebelumnya berstatus kota administratif sejak 1986 dan merupakan bagian dari Kabupaten Luwu yang...

