Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GERAK: PERJALANAN DARI MOTIF KE KOMPOSISI TARI

View through CrossRef
ABSTRAK Gerak: Perjalanan dari Motif ke Komposisi Tari adalah sebuah perjalanan atau proses penata tari dalam menemukan motif hingga cara memperlakukan motif tersebut menjadi sebuah komposisi tari. Perjalanan gerak yang tidak sederhana. Seorang penata tari diharapkan mampu memahami untuk kemudian mempraktekannya. Berangkat dari motif gerak yaitu motif panjang dan motif pendek yang mendapatkan perlakuan dengan pola pengembangan dan variasi, pengulangan, jenis motif dan penekanan isi. Bermula dari gagasan membentuk motif-motif dasar baik motif panjang yang berisi beberapa frase gerak atau motif pendek yang terdiri dari sikap gerak. Motif dasar tersebut mendapat pengembangan dan variasi dari segi aksi, usaha, tenaga, dan 7 (tujuh) pengulangan yang terdiri dari pernyataan kembali, penguatan kembali, gema ulang, rekapitulasi, revisi, mengingat kembali (recall), mengulangi kembali (reiterate). Akan semakin kompleks ketika proses pembentukan tersebut melibatkan aspek waktu dan ruang. Aspek waktu dan ruang diperlukan untuk membentuk dinamika tari. Pertumbuhan tari pun akan terlihat semakin jelas ketika keterlibatan aspek waktu dan ruang menjadi satu hal yang mengikat dan utuh. Kata Kunci: Gerak, Motif, Komposisi Tari
Universitas PGRI Palembang
Title: GERAK: PERJALANAN DARI MOTIF KE KOMPOSISI TARI
Description:
ABSTRAK Gerak: Perjalanan dari Motif ke Komposisi Tari adalah sebuah perjalanan atau proses penata tari dalam menemukan motif hingga cara memperlakukan motif tersebut menjadi sebuah komposisi tari.
Perjalanan gerak yang tidak sederhana.
Seorang penata tari diharapkan mampu memahami untuk kemudian mempraktekannya.
Berangkat dari motif gerak yaitu motif panjang dan motif pendek yang mendapatkan perlakuan dengan pola pengembangan dan variasi, pengulangan, jenis motif dan penekanan isi.
Bermula dari gagasan membentuk motif-motif dasar baik motif panjang yang berisi beberapa frase gerak atau motif pendek yang terdiri dari sikap gerak.
Motif dasar tersebut mendapat pengembangan dan variasi dari segi aksi, usaha, tenaga, dan 7 (tujuh) pengulangan yang terdiri dari pernyataan kembali, penguatan kembali, gema ulang, rekapitulasi, revisi, mengingat kembali (recall), mengulangi kembali (reiterate).
Akan semakin kompleks ketika proses pembentukan tersebut melibatkan aspek waktu dan ruang.
Aspek waktu dan ruang diperlukan untuk membentuk dinamika tari.
Pertumbuhan tari pun akan terlihat semakin jelas ketika keterlibatan aspek waktu dan ruang menjadi satu hal yang mengikat dan utuh.
 Kata Kunci: Gerak, Motif, Komposisi Tari.

Related Results

INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
Bentuk Penyajian da Struktur Gerak Tari Pat Kupati di Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin
Bentuk Penyajian da Struktur Gerak Tari Pat Kupati di Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian pada tari Pat Kupati di Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin. Dan untuk mendeskripsikan Struktur Gerak Tari Pat Kupati. M...
BENTUK DAN STRUKTUR PENYAJIAN TARI TINGANG NELISE PADA SUKU DAYAK BAHAU BUSANG SUB SUKU LONG GELAAT DI ULU MAHAKAM
BENTUK DAN STRUKTUR PENYAJIAN TARI TINGANG NELISE PADA SUKU DAYAK BAHAU BUSANG SUB SUKU LONG GELAAT DI ULU MAHAKAM
Tari Tingang Nelise merupakan tari tradisional yang berkembang di desa Long Tuyoq khususnya Sub Suku Long Gelaat. Tarian ini merupakan tarian rakyat yang dibawakan secara khusus pa...
KREATIVITAS FRANKY PENARI HIP HOP DI KOTA SEMARANG
KREATIVITAS FRANKY PENARI HIP HOP DI KOTA SEMARANG
Kesenian di kota Semarang sangatlah beragam khususnya pada kesenian tari yang ada. Kota Semarang memiliki seni tari tradisi atau traditional dance dan seni tari modern atau modern ...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
Penelitian ini memfokuskan pada objek tari Remo Munali Fatah, yaitu tari Remo gaya Surabayan yang menjadi sumber dari konservasi tari Remo gaya Surabayan di Surabaya. Tujuan dari p...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...

Back to Top